Labuan Bajo Masuk Destinasi Prioritas, Menpar: Bupati Mabar Jangan Cuek
Cari Berita

Labuan Bajo Masuk Destinasi Prioritas, Menpar: Bupati Mabar Jangan Cuek

10 June 2018

"Di danau Toba, Bandara Silangit sudah berstatus internasional. Tol dari Bandara Kualanamu Medan sampai ke Danau Toba sudah dibangun dan melintasi sejumlah kabupaten dan itu sudah maju pesat," katanya (Foto: medium.com).
Jakarta, marjinnews.com -  Ada banyak kejutan tak terduga dalam kegiatan Empat Top Calendar of Event Pariwisata Nusa tenggara Timur 2018 lalu untuk kemajuan pariwisata di NTT itu. Salah satunya adalah penetapan 10 destinasi prioritas baru di Indonesia. Adapun Labuan Bajo (Pulau Komodo) masuk dalam daftar empat super destinasi bersama Danau Toba, Candi Borobudur,  dan Mandalika.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menghimbau agar setiap kepala daerah bisa memanfaatkan kesempatan dengan baik terutama di wilaya empat destinasi wisata tersebut. Pada kesempatan itu, Arief meminta Bupati Manggarai Barat, yang tidak hadir dalam peluncuran itu, agar serius menangani pariwisata di Labuan Bajo.

"Bupati (Manggarai Barat) tidak boleh cuek. Kesempatan ini tidak akan terulang di daerah lain dan kamu itu dikasih oleh presiden. Pak asisten (Asisten II Setda Provinsi NTT Alexander Sena) tolong saling diingatkan lah," kata Arief pada Kamis (7/6) seperti dilansir tribunTravell.


Menpar pun membandingkan dengan Danau Toba yang dikelola secara baik oleh pemerintah daerah di Sumatera Utara.

"Di danau Toba, Bandara Silangit sudah berstatus internasional. Tol dari Bandara Kualanamu Medan sampai ke Danau Toba sudah dibangun dan melintasi sejumlah kabupaten dan itu sudah maju pesat," katanya.

"Poin saya itu maksudnya harus dimanfaatkan, karena waktunya pendek. Pak Jokowi yang sekarang menjabat hingga 2019 nanti dan semoga terus. Banyak sekali pejabat yang ke Labuan Bajo dan kita tidak dapat apa-apa. Kalau tidak dimanfaatkan ya tentunya akan rugi," sambungnya.

Arief juga meminta dukungan semua pihak agar Bandara Komodo di Labuan Bajo bisa menjadi bandara internasional. Jika telah naik status menjadi bandara internasional, lanjut Menpar, dipastikan arus kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara bisa meningkat pesat.

Arief mengatakan, Pemkab Manggarai Barat menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 500.000 orang. Jika status bandara telah berubah, maka jumlah wisatawan yang berkunjung akan melebihi target.

"Perlu adanya dukungan semua pihak. Jika ada warga yang tanahnya kena, maka kita mohon agar bisa membantu demi kepentingan umum dan juga agar Bandara Komodo bisa menjadi bandara internasional," tutupnya. (EC/MN)