Klarifikasi HPI Mabar Soal Oknum Pelaku Rudakpaksa Terhadap Wisatawan Asal Prancis di Labuan Bajo
Cari Berita

Klarifikasi HPI Mabar Soal Oknum Pelaku Rudakpaksa Terhadap Wisatawan Asal Prancis di Labuan Bajo

20 June 2018

Disisi lain, oknum yang diduga melakukan tindakan keji itu mencederai para pegiat pariwisata di Manggarai Barat yang legal dibawah perusahaan pariwisata berbadan hukum (Foto: HPI Mabar).
Labuan Bajo, marjinnews.com - Aksi bejat oknum yang melakukan tindakan rudapaksa kepada salah satu wisatawan asal Prancis usai mengunjungi air terjun Cunca Wulang pada Selasa (12/6/2018) pukul 16.30 Wita lalu menuai kecaman dari berbagai lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Timur terutama masyarakat Manggarai Barat.

Selain karena perlakuan tersebut merupakan hal yang tidak manusiawi dan bertentangan dengan norma masyarakat setempat yang menjunjung tinggi adat dan budaya, hal tersebut dinilai bisa berimbas pada buruknya citra pariwisata Manggarai Barat bagi masyarakat internasional.

Disisi lain, oknum yang diduga melakukan tindakan keji itu mencederai para pegiat pariwisata di Manggarai Barat yang legal dibawah perusahaan pariwisata berbadan hukum. Salah satunya adalah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Manggarai Barat.

Menurut HPI dalam rilisnya kepada marjinnews.com pada Rabu (20/6/2018) ada setidaknya dua tipe wisatawan yang datang ke Labuan Bajo untuk berwisata yaitu wisatawan yang memiliki kemampuan finansial yang cukup dan backpaker. Tipe kedua ini menurut mereka sering melakukan perjalanan wisata tanpa menggunakan agen resmi.

Baca Juga: Bejat! Pemandu Wisata Di Labuan Bajo Lakukan Rudapaksa Terhadap Turis Asal Prancis

Berkaitan dengan majunya kepariwisataan Labuan Bajo dan Komodo tersebut berbagai infrastruktur yang mendukung kepariwisataan juga sudah terbentuk seperti ketersediaan pemandu wisata yang handal sehingga dapat menjalankan tugas keduataan dan pemanduan secara profesional. Untuk HPI sendiri setiap anggota pramu wisata atau pemandu wisata (Guide) yang direkrut diberi pelatihan, sertifikat kompetensi, dan juga kartu anggota resmi sebagai pramuwisata.

Menanggapi pemberintaan yang berkembang dan beredar luas di media sosial terkait isu diduga pelaku merupakan oknum pramuwisata Labuan Bajo  HPI memberikan rilis yang isinya kami rangkum sebagai berikut:

Berkaitan dengan pemberitaan yang diturunkan oleh beberapa media daring pada tanggal 19 Juni 2018 (POS Kupang online dan tribunews) terkait kasus pemerkosaan turis asal prancis oleh seorang oknum yang berinisial A di lokasi obyek wisata Cunca Wulang pada tanggal 12 Juni 2018, dan dalam pemberitaan tersebut media-media ini menyebutkan bahwa oknum pelaku pemerkosaan tersebut adalah seorang PEMANDU WISATA atau GUIDE.

Menanggapi obrolan dan pemberitaan yang dipublikasikan oleh media daring tersebut maka kami dari HPI perlu memberikan tanggapan yang sangat serius demi keseimbangan pemberitaan dan juga pemulihan nama baik pemandu wisata/tour guide di Manggarai Barat dan Flores umumnya. Berikut tanggapan DPC HPI  Kabupaten Manggarai Barat:

1. Sejauh penelususran kami, oknum  pelaku pemerkosaan  terebut tidak terdaftar sebagai anggota HPI DPC Kabupaten Manggarai Barat.

2. DPC HPI Mabar merupakan organisasi pemandu wisata resmi yang berbadan hukum yang memiliki AD/ART dan setiap anggota HPI Mabar terikat secara hukum sebagaimana  tertuang dalam hukum acara kode etik pramuwisata. 

3. DPC HPI Kab. Manggarai Barat mendukung penuh langkah pihak kepolisian Manggarai Barat untuk menindak secara tegas pelaku pemerkosaan tersebut dan segala bentuk tindakan kriminal lainnya yang dapat mencoreng nama baik PEMANDU WISATA/TOUR GUIDE dan kepariwisataan Manggarai Barat dan NTT secara keseluruhan.

4. Sebagai bentuk dukungan kepada pihak kepolisian dan kepentingan publikasi media, DPC HPI MABAR Siap memberikan data base keanggotaan PEMANDU WISATA dan juga bentuk sanksi yang akan diberikan kepada setiap anggota yang melanggar berdasarkan aturan yang tertulis dalam AD/ART HPI MABAR.

5. Setiap wisatawan, baik itu manca negara maupun wisatawan nusantara, HPI Mabar menyarankan unutk menggunakan jasa pemandu wisata yang terdaftar di DPC HPI Manggarai Barat (pemandu wisata resmi tersebut bisa dicek pada website: www. dpcHPImanggaraibarat.com)

6. DPC HPI Mabar mengajak semua stakeholder pariwisata Manggarai Barat dan Flores umumnya untuk ambil bagian mencipatakan rasa aman bagi semua wisatawa  yang berkunjung ke Labuan Bajo dan NTT secara keseluruhan serta bersama-sama mencegah berbagai bentuk tindakan kriminal lainnya terhadap semua wisatwan yang berkunjung ke NTT. (AA/MN)