Kiamat Kecil Di Hatiku
Cari Berita

Kiamat Kecil Di Hatiku

MARJIN NEWS
2 June 2018

Bukan lagi sebagai sesuatu yang sangat indah untuk dikagumi atau sesuatu yang istimewa untuk dinikmati (Foto: Dok. Pribadi)

Aku tahu saat-saat sulit di dalam kehidupanmu. Aku tahu bagaimana kamu melihat senja sebagai awal kegelapan yang sangat menghantuimu. Bukan lagi sebagai sesuatu yang sangat indah untuk dikagumi atau sesuatu yang istimewa untuk dinikmati.

Aku tahu saat kamu terdiam dan banyak sekali imajinasimu akan hal yang tidak baik. Aku tahu mimik wajahmu saat kamu tersenyum tapi bukan sebuah senyum yang memiliki makna. Aku tahu pancaran sinar dari bola matamu yang menahan air mata itu untuk jatuh. Aku tahu bagaimana hatimu tertusuk oleh perasaan bersalah dan aku tahu bagaimana kamu melewati kegelapan itu tanpa ada sinar dari hatimu.

Kamu bukan orang lain bagiku, kamu adalah aku yang lain. Kamu selalu tahu apa yang ada di dalam hatiku dan kemudian kamu berusaha untuk memenuhinya meskipun nantinya itu menyengsarakan kamu. Kamu selalu bersembunyi di balik bayangmu yang memiliki perasaan bahwa kamu bukan siapa-siapa. Kamu selalu mengatakan bahwa kamu adalah beban bagiku dan itu bukan hal yang ingin aku dengar.

Kamu dan segala kepunyaanmu, selalu memiliki cara agar berusaha untuk terlihat seperti orang lain bahkan itu berasal dari dirimu. Kamu merasa bahwa kamu tidak memiliki arti apapun bagi orang lain dan orang lain sangat tidak berarti bagimu.

Kamu dulunya pecinta kesendirian dan kamu bergembira dengan kesendirian itu, kamu menangis di balik tawamu dan kamu berduka di balik sukamu. Kamu dan bayangmu seakan-akan melangkah tidak beriringan.

Aku merindukanmu setiap waktu karena aku menemukan diriku yang lain di dalammu. Aku merindukanmu di saat aku merasa bahwa kamu membutuhkan aku.

Aku merindukanmu di saat kamu terluka dan mulai mengingat hal yang membuat hatimu terjerumus ke dalam hal buruk. Aku merindukanmu di saat kamu tersenyum kecil bersama rutinitasmu. Aku merindukanmu di saat amu merasa girang saat aku memelukmu. Aku merindukanmu di saat kamu menginginkan agar bertemu denganku. Aku merindukanmu di saat kamu mengatakan bahwa kamu merindukanku.

Untuk sebuah nama yang tidak ingin kusebut disini, aku jatuh hati pada caramu untuk menjadi diri sendiri, tidak peduli seberapa sering kamu menjadi orang lain. Aku dulunya pengagummu dan kemudian aku jatuh cinta dengan imajinasiku akan dirimu yang pada akhirnya membawaku kepada kenyataan bahwa aku jatuh hati padamu.

Kamu adalah salah seorang dari orang terpenting yang kusebutkan namanya dalam doaku. Aku merasa dibutuhkan saat berada di dekatmu dan aku merasa aku berarti bagimu. “Kamu  bukan orang lain”, katamu kepadaku dan seketika itu aku sadar bahwa aku sudah tenggelam di dalam kedua bola matamu.

Aku ingin melukiskan seberapa penting dirimu bagi diriku. Dan kau tau? Aku tidak memiliki alasan apapun untuk mencintaimu tapi aku memiliki alasan agar selalu menyebutmu di dalam doaku yaitu karena aku mencintaimu. Hatiku tersentuh untuk kesekian kalinya. Aku bahagia bisa menjadi orang terpenting di dalam hidupmu.

Kamu berarti bagiku dan aku takut nantinya akan ada yang namanya kecelakaan di hati kita masing-masing.

Sampai detik ini, ketika melihat wajah sedihmu aku merasakan kiamat kecil di hatiku. Kumohon berbahagialah dan berhenti menyalahkan diri sendiri, aku mencintaimu.

Oleh: Isna Aman
Mahasiswi S1 Administrasi Publik UNMER, Malang