Kepulangan Ricko Larung dan Cinta Tak Terhingga Keluarga Satar Mese Timur Bali
Cari Berita

Kepulangan Ricko Larung dan Cinta Tak Terhingga Keluarga Satar Mese Timur Bali

MARJIN NEWS
20 June 2018

Ricko Larung yang berasal dari Desa Legu, Kecamatan Satar Mese Timur, Kabupaten Manggarai itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di jalan W.R. Supratman Denpasar, tepatnya di dekat Lapangan Tembak Kesiman pada Selasa (19/6) sekitar Pukul 18.00 WITA. (Foto:FB Ricko Larung)
Denpasar, marjinnews.com - Kabar meninggalnya Ricko Larung (24), yang merupakan alumni dari FKIP Universitas Mahasaraswati  (Unmas) Denpasar Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang baru saja diwisuda pada bulan September 2017 silam menggerakkan hati masyarakat Manggarai asal Satar Mese Timur di Bali atau yang lebih dikenal  IKKASATIM Bali, pada Selasa, 19/6/ 2018) untuk turut berduka bersama keluarga yang ditinggalkan.
Para sahabat almarhum ketika melayat di Rumah Duka RSUP Sanglah Denpasar. (Foto: Marjinnews)
Ricko Larung yang berasal dari Desa Legu, Kecamatan Satar Mese Timur, Kabupaten Manggarai itu meninggal dalam kecelakaan lalu lintas di jalan W.R. Supratman Denpasar, tepatnya di dekat Lapangan Tembak Kesiman pada Selasa (19/6) sekitar Pukul 18.00 WITA.

Sebelum meninggal, korban yang akrab dipanggil Ricko ini, dari keterangan sahabatnya Aristo Waku menjelaskan, almarhum pada saat itu pulang berkunjung dari kos temannya yang berada di jalan Kanyeri Denpasar. 

"Saat kecelakaan itu, Ricko baru pulang berkunjung dari kos temannya di jalan Kanyeri. Ketika melintas di jalan W.R Supratman tepatnya di dekat Lapangan Tembak dia (Ricko-red) mengalami kecelakaan motor," tuturnya.

Lanjut Aristo, Ricko Larung adalah mahasiswa yang baik semasa di bangku kuliah. Anaknya pendiam dan suka berdiskusi serta pintar menggerakan organisasi.

"Ricko ini anak yang baik, tidak banyak omong. Dia adalah mantan sekretaris saya di organisasi Gabungan Mahasiswa Manggarai Saraswati (GAMMASA) ketika saya menjabat ketua di priode 2016-2017", ujar Aristo.

Riko Larung baru saja diwisuda pada bulan September 2017 silam. Setelah wisuda, penyandang Sarjana pendidikan dasar (S.pd) ini langsung pulang ke kampung halamannya yaitu di Desa Legu, Kecamatan Satar Mese Timur, Kabupaten Manggarai, dan pada tiga Minggu yang lalu, dirinya baru balik lagi ke Bali.

"Habis wisuda September tahun lalu, Ricko pulang kampung. Baru sekitar tiga minggu yang lalu dia (Ricko-red) balik ke Bali. Katanya, di kampung dia belum dapat pekerjaan. Dia (Ricko-red) menceritakan kepada saya, setelah tahun ajaran baru nanti dirinya akan mengajar di salah satu sekolah di Denpasar," terang Aristo.

Sementara di lain tempat, Robertus orang yang membantu Ricko pasca kecelakaan menuturkan," Sepuluh menit setelah kejadian kecalakaan, saya kebetulan lewat di jalan tempat dia kecelakaan. Saya merasa ibah, hati saya tergerak karena melihat korban terbaring di jalan dan tidak ada yang menolong. Saya berhenti menghampiri korban, saya menyetop kendaraan untuk membawanya ke Rumah sakit. Untung ada satu mobil yang mau berhenti dan saya langsung membawa korban ke Rumah Sakit. Dalam perjalanan tubuh korban masih bergerak, matanya masih terbuka. Namun naas, belum sampai di Rumah Sakit korban langsung menghembuskan nafas terakhir, dan itu saya lihat sendiri," tutur Robertus ketika ditanya pihak kepolisian di TKP.

Ditempat persemayaman jenasah, ketika ditanya marjinnews.com, salah satu orang yang mewakili anggota keluarga dari almarhum yaitu Ambros menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah dengan senang hati turut membantu segala pengurusan mulai dari administrasi, pengurusan jenasah di Rumah Sakit, persiapan pemulangan jenasah ke Manggarai dan bentuk bantuan lainnya terhadap almarhum.

"Tidak ada kata lain selain ucapan terima kasih yang kami ucapkan dari pihak keluarga kepada semua pihak yang telah dengan caranya masing-masing membantu Ricko. Saya merasa sangat tersentuh dengan kesigapan keluarga Manggarai umumnya dan Keluarga IKKASATIM khususnya, serta para sahabat dan kenalan almarhum yang sudah mengurus almarhum sampai hal-hal terkecil sekali pun. Semoga semangat kekeluargaan kita semakin berbuah banyak kebaikan untuk banyak orang" tutur Ambros seusai persembahyangan jenasah pada  malam hari tadi di Rumah Duka RSUP Sanglah Denpasar.

Dari pantauan marjinnews.com 
jenasah Ricko Larung sementara masih di semayamkan di Rumah Duka RSUP Sanglah Denpasar. Terlihat warga Manggarai masih menjaga jenasah korban. Menurut anggota keluarga, jenasah Ricko akan diberangkatkan ke Bandara Ngurah Rai Denpasar pada Rabu pagi sekitar Pukul 09.00 WITA bersama salah satu adik perempuanya. Rencananya pada pukul 14.00 akan dterbangkan menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Warga Manggarai Bali saat menjaga jenasah almarhum di Rumah Duka RSUP Sanglah Denpasar. (Foto: Marjinnews)
Jenasah Ricko akan tiba di Labuan Bajo pada hari Rabu 20 Juni 2018 pada pukul 16.00 WITA, dan akan dijemput oleh ayah kandungnya di Bandara Komodo Labuan Bajo.(*)

Penulis: Remigius Nahal