Kematian Balita Asal Sidemen Tak Wajar, PH : Ada Keganjilan Dalam BAP Saksi sebelumnya, Saksi Cabut Keterangan yang tidak benar

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Kematian Balita Asal Sidemen Tak Wajar, PH : Ada Keganjilan Dalam BAP Saksi sebelumnya, Saksi Cabut Keterangan yang tidak benar

MARJIN NEWS
4 June 2018

Kuasa Hukum Gek Candara, Benyamin Seran menyampaikan, setelah dirinya mempelajari Berita Acara Pemeriksaan terhadap saksi sekaligus orang tua korban, disana sangat jelas bahwa pada awalnya Polsek Sidemen dalam melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan tidak diarahkan pada dugaan pembunuhan. (Foto: Marjinnews)
Amlapura, Marjinnews.com - Tragis benar nasib Ni Kadek Candradinata alias Gek Candra. Balita cilik asal Sidemen Karangasem yang diduga dibunuh dengan cara sadis itu namun dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap orang tua korban yang dilakukan pertama kali oleh Penyidik Polsek Sidemen.

Disebutkan bahwa I WAYAN SURATA ARDIAWAN (ayah korban-red) diperiksa dan didengar keterangannya dalam perkara mati sia -sia, dengan Laporan Polisi Nomor LP : 02/I/2015/Bali/Res. Kr.asem/Sek Sidemen tanggal 20 Januari 2015. 

Hal ini dikemukakan oleh salah satu tim Kuasa Hukum orang tua korban Yulius Benyamin Seran, usai mendampingi Saksi, yakni kedua orang tua korban dalam BAP tambahan hari ini, Senin 04-06-2018 di Polres Karangasem.

Benyamin menyampaikan, setelah dirinya mempelajari Berita Acara Pemeriksaan terhadap saksi sekaligus orang tua korban, disana sangat jelas bahwa pada awalnya Polsek Sidemen dalam melakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan penyidikan tidak diarahkan pada dugaan pembunuhan.  

"Justru diarahkan kepada mati sia-sia alias tenggelam. Anehnya, di dalam BAP tersebut pada jawaban atas pertanyaan nomor 14 terdapat kata “mengambang di air” dalam uraian jawaban saksi berkaitan kondisi korban saat diketemukan padahal saksi sendiri tidak pernah mengeluarkan kalimat tersebut," terang Benyamin ketika dihubungi media ini pada Senin malam (04/06).

Lanjut Benyamin, katanya, "sehingga dalam BAP tambahan hari ini, keterangan tersebut dicabut dan diperbaiki karena tidak benar. Keterangan tersebut sangat memukul hati kedua orang tua, maka kami telah mencabutnya pada hari ini dan diganti dengan keterangan yang benar sesuai apa yg diketahui oleh saksi, tegas Benyamin Seran," ujarnya.
Ayah korban, saat memberi keterangannya di Polres Karangasem. (Foto: Marjinnews)
Sementara Siti Sapurah alias Ipung salah satu kuasa Hukum Gek Chandara, juga menjelaskan bahwa faktanya, korban diketemukan di pinggir gorong-gorong kering, bukan di dalam air.

"Bagaimana mungkin korban bisa mengambang sampai disimpulkan mati tenggelam? Secara logika, anak berusia 1.3 tahun tidak mungkin sanggup berjalan kaki sejauh 1.5 KM dengan menelusuri hutan belantara yang kondisi jalannya sangat terjal dan melewati jurang serta menyebrang jalan besar yang biasanya dilalui oleh truk pengangkut material pasir. Dari petunjuk ini saja sudah bisa dipastikan bahwa ada orang dewasa yang membawa korban dari rumah pamannya hingga ke TKP penemuan jenazah," jelas Ipung.

Lebih lanjut mantan kuasa hukum kasus Engeline itu memaparkan, bahwa harusnya Polisi tidak boleh terburu buru menyimpulkan penyebab matinya korban sebelum hasil otopsi dikeluarkan oleh rumah sakit. Janganlah mengambil peran dokter hanya untuk mengarahkan kasus pidana murni tentang pembunuhan ini menjadi kasus tenggelam. 

"Kami sangat menyayangkan sikap kepolisian Sektor Sidemen. Namun, disisi lain kami sangat mengapresiasi pengembangan yang dilakukan oleh Polres Karangasem dimana telah merubah arah penyidikan kepada dugaan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 ayat (3) tentang Penganiayaan mengakibatkan matinya seseorang, juncto Pasal 80 (3) dan 70C UU Perlindungan Anak. Artinya, penyidik Polres Karangasem telah sejalan dengan fakta di lapangan," terang Ipung.

Kasus kematian Gek Candra kembali dibuka setelah hampir 4 tahun mengendap. 

Setelah aksi menarik simpatik masyarakat yang digelar di depan Monumen Bajra Sandi Renon pada Minggu, 03-06-2018 pagi bersamaan dengan car free day, perjuangan kedua orang tua Gek Candra dilanjutkan dengan mendatangi Polres Karangasem pada hari ini guna memberikan keterangan tambahan yang sifatnya sangat penting guna membantu pihak kepolisian mengungkap kasus terbunuhnya anak mereka. Kedua orang tua berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Laporan: Remigius Nahal