Gadis dan Syair, Puisi Agustinia Sri Hartanty
Cari Berita

Gadis dan Syair, Puisi Agustinia Sri Hartanty

9 June 2018


Waktu pun Takan mampu menciptakan keterpisahan antara gadis dan sederet syairnya , antara rindunya pada sederet sajak yang ia ramu.(Foto: Dok. Pribadi)

Takan hilang dalam kesenyapan waktu.
Gadis penjemput bahagia dari kaki bukit.

Tak seindah Melati,
Tak sesuci Merpati,

Menyelam dalam nyata,
Berangan dalam khayal,

Mampukah ia meninggalkan kata yang menjadi karib pengeja rindu?

Waktu pun Takan mampu menciptakan keterpisahan antara gadis dan sederet syairnya , antara rindunya pada sederet sajak yang ia ramu.

Pahit dan manis,
rindu dan belenggu,
Lirih dan perih,
perjalanan dan kenangan,
Rasa dan perasaan bagi bulir-bulir makna uluran gadis bersyair.


Tak kunjung usai, kata jelmaan rasa sepi terurai dari bibir sang gadis.
Mencumbu waktu, agar tak berlalu.

Tuturannya kadang dianggap ambigu,
rupanya hasil luapan isi hati .

Bermain pena tanpa menunggu astenik.
Mendayung bahtera menuju bahari.
Tak berlari dari empiris ,hanya tuk mencari teduh meramu kata.


Oleh: Agustina Sri Hartanty
Siswi SMAN 1 Langke Rembong