Flobamora Dewata Cup IX, Ketika Trio Manggarai Bertemu di Semifinal
Cari Berita

Flobamora Dewata Cup IX, Ketika Trio Manggarai Bertemu di Semifinal

19 June 2018

Flobamora Dewata Cup merupakan ajang tiga tahunan yang mempertemukan 16 tim mewakili 16 kabupaten di NTT (Foto: Istimewa)
Bali, marjinnews.com - Pengurus Ikatan Keluarga Besar Flobamora Bali kembali menorehkan catatan biru bagi warganya. Diaspora warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masing-masing berasal dari Flores, Sumba, Timor dan alor di Bali ini kembali mempertontonkan keakraban sebagai sesama saudara yang berdomisili di Bali dengan mengadakan turnamen sepak bola antar kabupaten yang dinamakan Flobamora Dewata Cup.

Flobamora Dewata Cup merupakan ajang tiga tahunan yang mempertemukan 16 tim mewakili 16 kabupaten di NTT. Melalui seleksi yang begitu ketat dan proses yang sangat panjang para peserta turnamen baru akan diterima jika memenuhi syarat seperti peserta yang dimaksud berasal dari NTT, menetap di Bali sekurang-kurangnya 6 bulan, peserta sudah tercatat dalam kepengurusan IKB Flobamora Dewata dan yang terakhir adalah telah memimiliki kartu anggota (KTA) serta beberapa persyaratan lainnya.

Setelah segala macam persoalan sudah terpenuhi, selanjutnya adalah tahap verifikasi. Jika telah lolos maka tim tersebut baru dinyatakan sah menjadi bagian dari peserta turnamen Flobamora Dewata Cup. Proses yang cukup lama ini selain agar mengikuti prosedur pertandingan profesional, juga untuk pengamanan administrasi oleh pengurus IKB Flobamora Bali.

Selain mengadakan turnamen sepak bola IKB Flobamora Bali juga memiliki beberapa program laim yang sangat berpihak pada seluruh warga NTT yang ada di Bali dengan tetap memperhatikan asas manfaat dan kekeluargaan. Seperti advokasi hukum bagi warga yang termarginalkan oleh prilaku oknum perusahaan, memediasi konflik internal, dan kegiatan positif lainnya. Semua itu bermuara pada satu tujuan, yaitu mempererat persaudaraan, merasa senasib sepnanggungan dalam satu rumah besar yaitu Flobamora tercinta.

Tim yang dinyatakan lolos oleh panitia wajib mengikuti sejumlah aturan tata tertib pertandingan yang dibuat dengan menandatangi MOU, sebagai bentuk persetujuan bersama terhadap aturan itu sekaligus meminimalisir perbedaan pandangan pada saat pertandingan. Serangkaian proses itu semua Tim menyatakan kesanggupannya masing-masing. Partisipasi dan keseriusan pengurus terjawab sebagaimana kemeriahan pada acara pembukaan.

Tidak main-main,orang penting di Negeri 1000 Pura itu turut hadir dalam acara paling bergensi warga Flobamora itu. Sebut saja, Gubernur Bali, ketua KONI, Wali kota dan beberapa pejabat penting lainnya. Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan akan pentingnya menjaga keamaan, persaudaraan, dan tidak anarkis dalam bertanding.

"Kalian semua adalah anakku yang taat pada perintah bapak tua",ungkap gubernur dua periode itu yang sekaligus bapak angkat orang NTT yang ada di Bali.

Hal itu diamini ketua IKB Flobamora Bali, Yusdy Diaz yang menyampaikan bahwa masyarakat Flobamora Bali harus tertib dan menjaga amanah yang sudah diberikan.

Selama babak penyisihan grup, semua Tim menawarkan permainan cantik dan indah. Kepiwaian para pemain dalam mengolah si kulit bundar selelau menjadi tontonan menarik untuk suporter masing-masing. Sejumlah gol tercipta,mengisi ruang harapan bagi para pencinta bola asal NTT. Riuhan tepuk tangan gemuruh, seakan tanah Sumba, Flores, Timor, dan Alor benar secara de Facto ada di Pulau Dewata.

Babak demi babak, satu-persatu tim berguguran, takluk dalam kegarangan tim pemenang. Semua proses berlalu, perjuangan perlahan, tak tertahan dlm fase adu skill ini, hanya bisa diam dan salam profisiat bagi untuk yang melaju ke babak selanjutnya.

Tiga Manggarai bertemu di babak empat besar.
Semua mata terpana pada kedigdayaan anak-anak tana Congka Sae sedaratan Bali. Dalam babak semi final Flobamora Dewata Cup kali ini mereka bertemu untuk satu tujuan, lahir dari proses yang berbeda.

Manggarai Barat dengan record sempurnanya, lebih dulu menuju pintu empat besar. Secara dramatis IKMAR (tim dari kabupaten Manggarai) lolos ke babak semi final usai mengalahkan anak-anak dari Kabupaten Ngada. Disusul IKAMATIM (tim dari kabupaten Manggarai Timur) menyempurnakan tim asal Congka Sae yang lolos ke babak pintu terakhir menuju juara itu.

Lolosnya trio Manggarai ini berdasarkan pengakuan sebagian orang diakui bahwa pada tahap ini, siapapun pemenangnya, kita semua adalah satu. Kita telah berbaur pada satu nama
Manggarai.

Oleh: Fabianus Dius
Kontributor marjinnews.com Denpasar, Bali