TPDI Siap Lawan Kades Bangka Ajang yang Cekik Leher Warga

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus berjanji akan siap membela Nenek Katarina Dius secara prodeo, jika se...

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus berjanji akan siap membela Nenek Katarina Dius secara prodeo, jika sewaktu-waktu diperlukan terkait dengan tindakan arogansi, pembodohan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Siti Jaimah. (Foto: Dok. Marjinnews)
Ruteng, Marjinnews.com - Katarina Dius, Nenek berusia 62 tahun asal Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai menjadi korban tindakan represif Kepala Desa Bangka Ajang Siti Jaimah (Rabu, 23/5).

Nenek Rina, dicekik oleh Kades Bangka Ajang, Siti Jaimah, lantaran Nenek Katarina berusaha untuk mempertahankan lahan miliknya yang akan digusur oleh Pemerintah Desa.

Akibat tindakan Kades itu, Nenek Katarina mengalami 3 luka gores di bagian leher. Kejadian ini sendiri telah dilaporkan korban kepada Polisi, seperti ditulis salah satu media online.

Atas pristiwa itu, Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus berjanji akan siap membela Nenek Katarina Dius secara prodeo, jika sewaktu-waktu diperlukan terkait dengan tindakan arogansi, pembodohan dan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Siti Jaimah.

Petrus Selestinus juga meminta kepada Polres Manggarai harus menindak tegas secara hukum atas tindakan Siti Jaimah, Kepala Desa Bangka Ajang yang menganiaya warganya sendiri Nenek Katarina Dius yang sedang mempertahankan haknya atas tanah miliknya yang hendak dirampas secara sewenang-wenang oleh Kepala Desa Siti Jaimah atas nama pembangunan jalan.

"Tindakan Siti Jaimah, Kepala Desa Bangka Ajang secara kasar memperlakukan Nenek Katarina Dius, jelas merupakan kejahatan penganiayaan sekaligus perampasan tanah hak milik Nenek Katarina Dius, karena itu sanksi hukum yang harus diberikan kepada Kepala Desa Siti Jaimah adalah pidana penjara dan pencopotan dari jabatan Kepala Desa," terang Selestinus.

Selestinus juga meminta aparat kepolisian agar tangkap dan tahan segera Siti Jaimah karena selaku Kepala Desa dia gagal menjalankan kekuasaan pemerintahan bahkan menunjukan arogansinya.

Sebab, menurut Koordinator TPDI itu, terkait dengan tanah milik Katarina Dius, sejengkalpun yang hendak diambil pemerintah sudah ada aturan hukum tentang pembayaran ganti rugi yang disiapkan oleh Negara melalui APBD.

"Dengan demikian jika Siti Jaimah, Kepala Desa ingin mengambil tanah milik warganya secara gratis dengan cara membodohi warganya dan menggunakan pendekatan kekuasaan, maka patut diduga dana APBD yang diperuntukan bagi pembayaran ganti rugi batas lahan warga telah dikorupsi oleh oknum-oknum tertentu dan bisa saja hanya Siti Jaimah yang tahu siapa yang korupsi," papar Selestinus.

Lanjut Selestinus, oleh karena itu Polres Manggarai tidak boleh hanya mengusut tindak pidana penganiayaan Siti Jaimah terhadap Katarina Dius dan perampasan tanah milik warga oleh Kepala Desanya sendiri akan tetapi sekaligus harus mengungkap dugaan korupsi dana APBD untuk pembayaran harga tanah yang tidak sampai ke tangan pemilik tanah yang sesungguhnya.

"Sebagai seorang Nenek, keberanian  Katarina Dius patut kita apresiasi karena mempertahankan hak-haknya sekaligus ingin membongkar dugaan korupsi dalam pengadaan tanah untuk jalan yang dananya jelas dari APBD," tukas Selestinus.

Lanjutnya, sebagai kejahatan penganiayaan, Siti Jaimah bisa dikenakan pelanggaran pasal 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara 2 tahun 8 bulan penjara. Sedangkan tindak pidana perampasan tanah dikenakan pasal 385 KUHP dengan pidana penjara 4 tahun sedangkan jika terbukti korupsi maka ancaman pidananya bisa 5 tahun lebih, pungkas Petrus Selestinus.

Untuk diketahui, Nenek berusia 62 tahun itu menjadi korban tindakan represif Kepala Desa Bangka Ajang Siti Jaimah (Rabu, 23/5) lantaran ia berusaha untuk mempertahankan lahan miliknya yang akan digusur oleh Pemerintah Desa.

Nenek Katarina Dius mengaku, kejadian itu bermula saat dirinya melakukan penghadangan terhadap aktivitas pembukaan jalan baru yang dilakukan di atas lahan miliknya.

“Saya tidak rela tanah saya digusur lagi oleh Pemerintah Desa Bangka Ajang. Saya hadang di lokasi hari Rabu saat alat sudah di lokasi. Kades datang dan marah-marah lalu cekik saya sebanyak tiga kali,” terangnya usai melaporkan kejadian itu di Polres Manggarai pada Jumat (25/05).

Sebelum melakukan aksinya itu, Kades Siti sempat menantang Nenek Katarina bahwa ia tidak akan takut untuk berperkara dengannya. Bahkan ia juga mengaku berani apabila Dius mendatangkan seorang pembela untuk mengadukan dirinya ke pihak berwewenang.

“Siapa yang dukung kau bawa dia ke sini, siapkan uang 1 karung kalau mau perkara,” kata Nenek Katarina meniru pernyataan Kadesnya sebelum pencekikan terjadi.

Adapun terkait masalah ini, warga setempat sempat melakukan mediasi di Rumah Gendang Ajang. Akan tetapi, mediasi itu tidak menemukan solusi dan Kades dinilai berkelit.

Akibat tindakan Kades itu, Nenek Katarina mengalami 3 luka gores di bagian leher. Kejadian ini sendiri telah dilaporkan korban kepada Polisi.

Sebelumnya, kasus yang menimpa Nenek Katarina Dius merupakan lanjutan dari persoalan penggusuran lahan Kopi dan Sawah milik beberapa warga Desa Bangka Ajang untuk membuka jalan baru dari Tasok menuju TRK Ajang.

Proyek pembukaan jalan itu diketahui bersumber dari APBD Manggarai 2017 yang pelaksanaannya diserahkan kepada Pemerintah Desa setempat.

Nenek Katarina Dius dan kedelapan warga lain saat itu sempat mendatangi DPRD Manggarai untuk mempertanyakan masalah itu. Kedatanang mereka sa’at itu didampingi oleh koordinator JPIC SVD Ruteng Pater Simon Suban Tukan.

Selanjutnya, menanggapi keluhan pemilik lahan yang mengaku menjadi korban penggusuran semena-mena dari Pemerintah Desa itu, DPRD Manggarai melakukan pemanggilan terhadap Pemerintah Desa serta Dinas Pekerjaan Umum.

Atas surat panggilan DPRD Manggarai, Pemerintah Desa Bangka Ajang bersama Camat Rahong Utara dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai menggelar rapat klarifikasi yang dipimpin oleh Simprosa Rianasari Gandut pada 20 Mei 2018.

Dalam dialog yang berlansung alot itu, Kades Bangka Ajang membantah semua tuduhan warga korban pemilik lahan. Menurut dia, apa yang diadukan oleh warga ke DPRD tersebut sama sekali tidak benar dan tidak konsisten.

“Kami sudah melakukan semua tahapan dengan benar. Mereka yang lahannya digusur untuk pengerjaan jalan hadir saat rapat di Rumah Gendang. Berita acara dan daftar hadir kami pegang,” kata Kades Bangka Ajang melalui sekretarisnya.

Tidak hanya itu, Kepala Desa Bangka Ajang juga saat itu mengaku keberatan untuk meminta maaf kepada warga yang lahannya telah digusur. Sebab, merurut dia, hal itu sudah dilakukannya.

Dalam rapat bersama pada 20 Mei itu, DPRD dan Eksekutif yang diwakili oleh kepala Dinas Pekerjaan Umum Adrianus Empang menyarankan agar pemerintah setempat perlu melakukan mediasi dengan dipimpin langsung oleh camat sebagai kepala wilayah.

Permintaan DPRD dan Dinas PU saat itu diterima oleh Camat Rahong Utara dan Pemerintah Desa Bangka Ajang.

Seminggu berlalu, kabar terkait mediasi Katarina Dius dan warga korban lain tak kunjung terjadi.

“Masalah lahan sawah dan kopi kami yang digusur sebelumnya belum diatasi. Sekarang tiba-tiba ada penggusuran lagi,” tegas Nenek Katarina.

Penulis: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,354,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: TPDI Siap Lawan Kades Bangka Ajang yang Cekik Leher Warga
TPDI Siap Lawan Kades Bangka Ajang yang Cekik Leher Warga
https://2.bp.blogspot.com/-wrHtWbcHLM4/WwgMFxnKu9I/AAAAAAAABVk/dsTKBSlaD8YkZFQX4BY8dyOcCFTfIY6TgCLcBGAs/s320/images%255B1%255D%255B3%255D.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-wrHtWbcHLM4/WwgMFxnKu9I/AAAAAAAABVk/dsTKBSlaD8YkZFQX4BY8dyOcCFTfIY6TgCLcBGAs/s72-c/images%255B1%255D%255B3%255D.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/tpdi-siap-lawan-kades-bangka-ajang-yang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/tpdi-siap-lawan-kades-bangka-ajang-yang.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close