Tindakan Tegas Bagi Pelaku Ujaran Kebencian di Media Sosial
Cari Berita

Tindakan Tegas Bagi Pelaku Ujaran Kebencian di Media Sosial

MARJIN NEWS
22 May 2018

Kondisi sekarang ini media sosial sudah dijadikan sarana untuk mengemukakan pendapat dengan tidak bertanggungjawab. (Foto : Dok. Pribadi)

Perkembangan dunia teknologi yang semakin pesat sekarang ini memberikan berbagai kemudahan bagi setiap orang dalam berkomunikasi. Namun, disisi lain perkembangan tersebut menuntut tanggung jawab yang besar bagi setiap individu untuk tidak mengartikan bahwa kebebasan berkomunikasi ini dengan sebebas-bebasnya.

Dewasa ini dapat kita lihat bahwa media sosial sudah dijadikan sarana untuk mengemukakan pendapat dengan tidak bertanggungjawab serta sebagai wadah untuk melakukan tindakan penghinaan, intimadasi, atau kekerasan secara psikis yang biasa disebut dengan istilah bullying terhadap individu maupun kelompok masyarakat tertentu.

Kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dari contoh tersebut dapat kita lihat kurangnya etika masyarakat dalam menggunakan media teknologi sebagai media mengemukakan pendapat, hal ini sangat disayangkan karna berdasarkan kasus tersebut terlihat bahwa media sosial sudah menjadi sarana melecehkan martabat orang lain tanpa bertanggung jawab, hal ini akan sangat berbahaya sekali bagi perkembangan masyarakat kedepan karna apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini maka hal-hal seperti ini dapat menjadi potensi konflik baik bagi korban yang diserang maupun kepada masyarakat secara umumnya.

Dalam hal perbuatan yang dilakukan dalam menyampaikan pendapat di muka umum yang pada akhirnya dapat menimbulkan penghinaan, pelecehan, fitnah, intimidasi di jerat dengan beberapa pasal yang telah ada dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ataupun khususnya diatur didalam UU ITE, namun faktanya di Indonesia sendiri masih banyak pelaku-pelaku yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan yang jelas dari aparat penegak hukum atau Pemerintah selaku pemegang kebijakan.

Dalam hal ini Pemerintah dan Aparat penegak hukum harus berani menindak tegas para pelaku-pelaku ujaran kebencian tanpa pandang bulu. Terkhusus bagi para pelaku-pelaku ujaran kebencian di Media Sosial.

Oleh: Romondus Romi, S.H
JPIC Kalimantan