$type=carousel$cols=3

Tanah Lembor, Lumbung Beras NTT yang Terabaikan

Ketua DPD Lasmura (Laskar Muda Hanura) Provinsi NTT, Stefanus Gandi, didampingi Ketua PAC Partai Hanura Kecamatan Lembor, Viktor Agung Lag...

Ketua DPD Lasmura (Laskar Muda Hanura) Provinsi NTT, Stefanus Gandi, didampingi Ketua PAC Partai Hanura Kecamatan Lembor, Viktor Agung Lagur, saat berdiskusi dengan para pemuda Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (24/5/2018). (Foto: Istimewa)
Labuan Bajo, Marjinnews.com - Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan lumbung beras NTT. Puluhan ribu hektare lahan di daerah itu, baik kering maupun basah, selama ini dimanfaatkan sebagai penghasil beras.

Hanya saja belakangan ini, daerah pertanian produktif itu terkesan diabaikan. Tersendatnya subsidi pupuk, kekeringan, hingga gagal panen, merupakan "nyanyian" petani Lembor yang sering terdengar beberapa tahun terakhir.

Hal ini pula yang terungkap saat diskusi sekaligus buka puasa bersama Ketua DPD Lasmura (Laskar Muda Hanura) Provinsi NTT, Stefanus Gandi, dengan sejumlah pemuda di Lembor, Kamis (24/5/2018).

Di hadapan Stefanus Gandi yang didampingi Ketua PAC Partai Hanura Kecamatan Lembor, Viktor Agung Lagur, para pemuda yang rata-rata berprofesi sebagai petani ini menyampaikan sejumlah keluhan terkait nasib sawah Lembor yang belakangan memprihatinkan.

"Semua orang tahu, Lembor itu lumbung beras NTT. Tetapi kesan kami sebagai petani, Pemprov NTT tidak pernah memberikan perhatian yang maksimal untuk sawah Lembor," keluh salah seorang petani dalam diskusi tersebut.

Ia mengaku sangat prihatin, karena Lembor yang dibanggakan sebagai lumbung beras NTT, malah harus mengharapkan beras dari Bulog.

"Beberapa kali terjadi kekurangan padi, sehingga Bulog harus memasok beras ke sini. Tentu ini menjadi ironi bagi Lembor," imbuhnya.

Menurut dia, sesungguhnya ada sekitar lebih kurang 6.000 hektare sawah yang mengandalkan Irigasi Wae Raho dan Wae Kanta.

"Tetapi sayangnya, seringkali terjadi kekurangan air. Akibatnya, petani tidak serentak menanam. Yang paling buruk, jika biasanya sawah Lembor tiga kali setahun menanam padi, maka sekarang ini jangankan tiga kali, dua kali saja sudah susah," tandasnya.

Dampak lainnya, kata dia, banyak lahan sawah yang seharusnya produktif tetapi bertahun - tahun tidak tergarap karena kekurangan air ini.

"Belum lagi saat kita mengadukan masalah saluran irigasi misalnya, sering antara Dinas PU dan Dinas Pertanian, tidak sinkron. Kita malah dipingpong. Ditambah lagi saat musim tanam, malah pupuk tidak ada. Ini jelas menjadi persoalan serius bagi sawah Lembor," paparnya.

Mendengar keluhan para pemuda ini, Stefanus Gandi berharap agar ke depan ada perhatian serius dari pemerintah untuk kembali menggairahkan pertanian Lembor.

"Tentu ini menjadi sebuah ironi, yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah. Jangan sampai, Lembor sebagai lumbung beras NTT, hanya tinggal kenangan," kata Stefanus Gandi, yang juga pengusaha muda asal Lembor.

Laporan: Remigius Nahal

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,211,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,94,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,39,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,433,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,3,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,27,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,4,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,6,Imlek,2,Indonesia,1,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,1,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,121,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,45,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,7,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,13,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,104,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,320,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,783,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,100,PKRI,1,PMII,1,PMKRI,21,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,31,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,14,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,3,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Tanah Lembor, Lumbung Beras NTT yang Terabaikan
Tanah Lembor, Lumbung Beras NTT yang Terabaikan
https://3.bp.blogspot.com/-bu8l4y4mI_w/WwgAQaWo4rI/AAAAAAAABVQ/0cn6pul2PnYDe9kkY9eMVb5ujuu-_rDfwCLcBGAs/s320/IMG-20180525-WA0049.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-bu8l4y4mI_w/WwgAQaWo4rI/AAAAAAAABVQ/0cn6pul2PnYDe9kkY9eMVb5ujuu-_rDfwCLcBGAs/s72-c/IMG-20180525-WA0049.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/tanah-lembor-lumbung-beras-ntt-yang.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/tanah-lembor-lumbung-beras-ntt-yang.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy