$type=carousel$cols=3

Tahukah Anda? Dua Presiden Indonesia yang Tidak Masuk Dalam Daftar Presiden Yang Memimpin Indonesia

Dalam sejarah bangsa ini ada pemimpin yang jasanya seolah terlewatkan begitu saja, apa yang mereka lakukan seolah terlihat kecil, padahal ...

Dalam sejarah bangsa ini ada pemimpin yang jasanya seolah terlewatkan begitu saja, apa yang mereka lakukan seolah terlihat kecil, padahal jika tidak ada mereka mungkin Indonesia takkan pernah menjadi bangsa sebesar ini. (Foto: Istimewa)
Jakarta, Marjinnews.com - Masyarakat Indonesia umumnya hanya mengenal Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia.

Padahal, dalam perjalanannya, sejarah bangsa mencatat dua nama lain yang pernah menjabat sebagai presiden, yaitu, Syafriddin Prawiranegara dan Mr Assat. Siapakah mereka? Simak uraian Marjinnews berikut:

Dalam sejarah bangsa ini ada pemimpin yang jasanya seolah terlewatkan begitu saja, apa yang mereka lakukan seolah terlihat kecil, padahal jika tidak ada mereka mungkin Indonesia takkan pernah menjadi bangsa sebesar ini.

Syafruddin Prawiranegara dan juga Mr. Asaat, mereka tercatat sebagai Ketua PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) dalam waktu yang tidak lama, tetapi dapat dikatakan sangat menentukan dalam perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Penangkapan Soekarno dan Mohammad Hatta di Yogyakarta terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 dan kemudian keduanya dibawa dan ditahan di pulau Bangka. Penangkapan tersebut menyebabkan lumpuhnya pemerintahan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta Roem-Royen.

Banyak yang mempersoalkan selain Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. Asaat atau Dato Muda Asaat juga harus dipandang sebagai seorang Presiden Republik Indonesia.

Ketika Republik Indonesia Serikat (RIS) berdiri pada tanggal 17 Desember 1949 di bawah kepemimpinan Soekarno sebagai Presiden dan Mohammad Hatta sebagai Perdana Menteri, status Republik Indonesia yang diproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 tidaklah berakhir karenanya.

Republik Indonesia hasil proklamasi itu tetap bernama Republik Indonesia dengan status baru sebagai negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat. Setelah RIS terbentuk, Republik Indonesia dipimpin oleh Mr. Asaat sebagai presidennya.

Republik Indonesia Serikat baru berakhir setelah ke-16 negara bagian bersepakat untuk melebur diri kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 15 Agustus 1950.

Artinya, sejak 17 Desember 1949 sampai dengan 15 Agustus 1950, Presiden Republik Indonesia yang tetap berkedudukan di Yogyakarta adalah Mr. Asaat, bukan Soekarno.

1. Syafruddin Prawiranegara

Berbeda dengan presiden yang lain, tokoh satu ini tidak banyak diketahui masyarakat Indonesia. Padahal, jasanya mendirikan Indonesia sebagai negara berdaulat sungguh besar.

Syafruddin adalah salah satu pejuang kemerdekaan yang pernah ditugaskan oleh Soekarno dan Hatta untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI),

Saat itu, Belanda melakukan agresi militer kedua pada 1948. Tentara Belanda membombardir Yogyakarta dan Bukit tinggi, mereka menangkap Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap pada Agresi Militer II, kemudian diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bangka, 1948.

Hatta yang telah menduga sebelumnya, jika Soekarno dan dirinya bakal ditahan Belanda segera memberi mandat kepada pria kelahiran Serang, Banten, 28 Februari 1911 itu untuk melanjutkan pemerintahan, agar tak terjadi kekosongan kekuasaan. Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diserahkan Bung Krno kepada Syafruddin lewat mandat yang tidak pernah diterimanya.

Tapi demi mendengar berita tersebut, Syafruddin yang sedang berada di Bukit Tinggi berinisiatif mengambil alih kepemimpinan negara.

Pada 19 Desember 1948, Syafruddin bersama Gubernur Sumatera pada waktu itu, TM Hasan, memutuskan untuk membentuk pemerintahan darurat. Inisiatif ini diambil demi menyelamatkan Indonesia, yang pada saat itu dalam kondisi bahaya.

Atas usaha Pemerintah Darurat, Belanda terpaksa berunding dengan Indonesia. Delapan bulan berselang yakni pada 13 Juli 1949, diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno, Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet.

Perjanjian Roem-Royen mengakhiri upaya Belanda, dan akhirnya Soekarno dan kawan-kawan dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta. Serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi terjadi pada tanggal 14 Juli 1949 di Jakarta.

2. Mr Assaat

Selain Syafruddin Prawiranegara, tokoh lain yang pernah menduduki kursi sebagai Presiden Indonesia adalah Mr Assaat. Ia memimpin RI selama 9 bulan (27 Desember 1949-15 Agustus 1950).

Setelah perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) 27 Desember 1949, Assaat diamanatkan menjadi Acting (Pelaksana Tugas) Presiden Republik Indonesia di Yogyakarta hingga 15 Agustus 1950.

Dengan terbentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat), jabatannya sebagai Pejabat Presiden RI pada Agustus 1950 selesai, demikian juga jabatannya selaku ketua KNIP dan Badan Pekerjanya.

Sebab pada bulan Agustus 1950, negara-negara bagian RIS melebur diri dalam Negara Kesatuan RI. Saat menjadi Acting Presiden RI, Assaat menandatangani statuta pendirian Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta.

Setelah pindah ke Jakarta, pria kelahiran Sumatera Barat, 18 September 1904 itu menjadi anggota parlemen (DPR-RI), hingga duduk dalam Kabinet Natsir menjadi Menteri Dalam Negeri September 1950 sampai Maret 1951. Setelah Kabinet Natsir bubar, ia kembali menjadi anggota Parlemen.

Pada tahun 1955 ia menjabat sebagai formatur Kabinet bersama Soekiman Wirjosandjojo dan Wilopo untuk mencalonkan Bung Hatta sebagai Perdana Menteri. Karena waktu itu terjadi ketidak puasan daerah terhadap beleid (kebijakan) pemerintahan Pusat. Daerah-daerah mendukung Bung Hatta, tetapi upaya tiga formatur tersebut menemui kegagalan, karena secara formal, ditolak oleh Parlemen.

Editor: Remigius Nahal
Dirangkum dari beberapa sumber

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,211,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,94,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,39,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,433,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,3,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,27,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,4,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,6,Imlek,2,Indonesia,1,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,1,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,121,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,45,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,7,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,13,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,104,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,320,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,783,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,100,PKRI,1,PMII,1,PMKRI,21,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,31,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,14,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,3,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Tahukah Anda? Dua Presiden Indonesia yang Tidak Masuk Dalam Daftar Presiden Yang Memimpin Indonesia
Tahukah Anda? Dua Presiden Indonesia yang Tidak Masuk Dalam Daftar Presiden Yang Memimpin Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-wyPD9ivP8-g/WwHcVE-SBWI/AAAAAAAABTY/mYX7Lp4XpGkM03C2g4VfM02mWQzmTud3ACLcBGAs/s320/belum-banyak-yang-tahu-ini-dia-dua-presiden-indonesia-yang-terlupakan-M0AnisVJ9u.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-wyPD9ivP8-g/WwHcVE-SBWI/AAAAAAAABTY/mYX7Lp4XpGkM03C2g4VfM02mWQzmTud3ACLcBGAs/s72-c/belum-banyak-yang-tahu-ini-dia-dua-presiden-indonesia-yang-terlupakan-M0AnisVJ9u.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/tahukah-anda-dua-presiden-indonesia.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/tahukah-anda-dua-presiden-indonesia.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy