Surabaya Diserang Teroris, Cucu Pahlawan Asal Jatim: Mari Merajut Solidaritas
Cari Berita

Surabaya Diserang Teroris, Cucu Pahlawan Asal Jatim: Mari Merajut Solidaritas

MARJIN NEWS
14 May 2018

Dalam pemikiran Donny situasi saat ini merupakan sebuah proses menjadikan Indonesia menjadi Negara yang semakin Solid dan tangguh. Dan sebagai cucu Mas Isman yang notabene pahlawan asal Jawa Timur dia yakin dan percaya Spirit masyarakat Surabaya akan mampu melewati rintangan ini dan semakin solid kedepannya. (Foto: Marjinnews)
Surabaya, marjinnews.com - Rangkaian peristiwa teror yang terjadi bulan Mei 2018 ini patut diwaspadai. Status ‘darurat terorisme’ yang diberikan oleh sejumlah petinggi negara ini harus kita sepakati. Beberapa aksi teror teranyar, terjadi secara bruntun dan hampir simultan pada tempat berbeda.

Teror  diawali sejak kerusuhan di Mako Brimob yang mengakibatkan 11 orang meninggal dan 41 orang lainnya terluka. Pada Minggu dini hari (13/5), Densus 88 memang berhasil menembak mati 4 orang teroris di Cianjur-Jawa Barat. Ke-4 teroris itu ternyata telah mempersiapkan beberapa bom yang akan diledakkan pada beberapa tempat yang telah ditargetkan sebelumnya.

Pada pagi harinya sekitar pukul 7.00 WIB kelompok teroris membom tiga Gereja di Surabaya-Jawa Timur yang waktunya hampir serentak terjadi. Banyak korban berjatuhan di tiga lokasi yang dimaksud. Hal ini dikatakan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera. Menurut Frans, korban jiwa dan luka-luka telah bertambah menjadi dua kali lipat.

Beberapa jam setelah itu, para kelompok teroris lainnya juga membom Rusunawa Wonocolo Sidoarjo-Jatim. Dan pada malam harinya pukul 20:00 wib, dua orang terduga teroris berhasil ditangkap Polisi di Gereja Katolik St. Yosep-Matraman-Jakarta.

Pagi tadi tepat Pukul 8.50 WIB Mapolrestabes menjadi sasaran ledakan. Total ada sekitar 10 orang menjadi korban dalam ledakan tersebut. Empat polisi dan enam warga saat ini tengah dirawat di rumah sakit Bhayangkara Surabaya.

Wakil Ketua DPP Barisan Muda Kosgoro (BMK) Lima Tujuh dalam jumpa pers di hotel Elmi Jalan Panglima Sudirman, Surabaya Dony Isman menegaskan bahwa dia sangat prihatin dengan peristiwa yang tidak berprikemanusiaan itu.

Menurut Donny Isman kondisi ini tidak boleh membuat kita berlarut dalam kepedihan, apalagi terus menerus ketakutan seperti yang diharapkan oleh pelaku teror ini.

"Dari keadaan ini mari kita merajut kembali solidaritas kita dengan semakin saling mengasihi dan menghormati demi menjadi Bangsa yang Kuat serta Rakyat yang sejahtera" ujarnya kepada marjinnews.com pada Senin (14/5) sore.

Dalam pemikiran Donny situasi saat ini merupakan sebuah proses menjadikan Indonesia menjadi Negara yang semakin Solid dan tangguh. Dan sebagai cucu Mas Isman yang notabene pahlawan asal Jawa Timur dia yakin dan percaya Spirit masyarakat Surabaya akan mampu melewati rintangan ini dan semakin solid kedepannya.

"Dari tragedi teror di Surabaya mari kita kembali merajut kembali Solidaritas sehingga sebagai warga kita lebih paham akan makna Bhinaka Tunggal Ika. Makna dimana kita semua adalah sama, bersaudara dan sama-sama makhluk Tuhan yang Maha Esa" lanjutnya.

Diakhir pernyataannya, Donny Isman juga memberikan masukan kepada pemerintah agar semakin tegas terhadap pemberantasan kolompok radikal tersebut. Dia juga mendorong agar DPR segera merealisasikan UU Anti Terorisme yang baru, bahkan jika dianggap DPR lamban bisa saja  Presiden Dengan Kewenangannya segera membuat Perppu dalam waktu dekat. (AA/MN)