Seorang Pria Muslim lakukan Hal Ini di Depan Gereja Katedral Denpasar

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Seorang Pria Muslim lakukan Hal Ini di Depan Gereja Katedral Denpasar

MARJIN NEWS
23 May 2018

Aksi yang dilakukan seorang pemuda dengan menutup mata dan membuka pelukan kepada siapa saja tersebut berlangsung sekitar 30 menit. (Foto: Istimewa)
Denpasar, Marjinnews.com- Ledakan bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya beberapa waktu lalu, hingga menuai kecaman dari banyak pihak pasti masih teringat dipikiran kita.

Seluruh umat beragama turut mengutuk aksi terorisme tersebut yang memakan banyak korban jiwa.

Pristiwa yang tak berprikemanusiaan itu tentu melukai hati masyarakat Indonesia bahkan seluruh dunia.

Di media sosial sendiri banyak sekali aksi solidaritas yang menuai perhatian publik.

Tak terkecuali aksi solidaritas oleh pemuda muslim di depan Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar, Sabtu (19/5/2018) sore lalu.

Aksi yang dilakukan seorang pemuda dengan menutup mata dan membuka pelukan kepada siapa saja tersebut berlangsung sekitar 30 menit.

Immanuel, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Keamanan Gereja pada Selasa (22/5/2018) sore mengungkapkan, aksi tersebut dilakukan oleh tiga orang pemuda muslim.

"Mereka tiga orang pemuda muslim dari Kepaon yang ke lokasi dan minta izin untuk lakukan aksi solidaritas 'peluk aku'," kata Immanuel.

Immanuel juga menjelaskan kalau ketiganya menuliskan beberapa kata di sebuah papan tulis kecil.

"Mereka tulis, 'saya muslim dan saya bukan teroris', mereka juga menutup mata dengan kain putih, lalu tangannya terbuka siap menerima pelukan. Aksi mereka hanya berlangsung 30 menit karena mereka datang pukul 17.00 Wita, sementara akan ada ibadah sekitar pukul 17.30 Wita sore itu," jelasnya.

Untuk diketahui, seorang pemuda berpenutup mata yang melakukan aksi 'peluk aku' di depan Gereja Katolik Roh Kudus Katedral Denpasar pada Sabtu (19/5/2018) lalu, videonya sudah beredar luas di jejaring sosial media. (*)

Laporan: Remigius Nahal