Restorasi Gerakan Mahasiswa
Cari Berita

Restorasi Gerakan Mahasiswa

22 May 2018


Sorotan kritis terhadap gerakan mahasiswa memang tidak bisa dinaifkan ketika diperhadapkan dengan realitas lapangan yang sebenarnya (Foto : Dok. Pribadi)
Perdebatan seputar kemandekan gerakan mahasiswa pasca reformasi 1998 dalam mereapon dinamika kebangsaan saat ini terus di gugat dan di pertanyakan oleh banyak kalangan terutama oleh mahasiswa itu sendiri. Sorotan kritis terhadap gerakan mahasiswa memang tidak bisa dinaifkan ketika diperhadapkan dengan realitas lapangan yang sebenarnya.

Faktanya, memang terdapat indikasi kuat akan kemandekan gerakan mahasiswa hari ini. Melalui tulisan ini, saya hendak menggugat gerakan mahasiswa yang stagnan dan mundur, dimana salah satu indikasinya adalah ruang diskusi mahasiswa yang tak lagi di ramaikan pembicaraan tentang problematika sosial baik di tingkat lokal maupun nasional.

Pertanyaan kemudian, benarkah sejarah kebesaran gerakan mahasiswa di indonesia lepas dari denyut nadi dinamika kebangsaan dan kemasyarakatan sehingga alpa terhadap problematika sosial kemasyarakatan?.

Sejarah menuturkan dengan tintah emasnya bahwa nyaris sejumlah gerakan mahasiswa sepanjang sejarah perjalanan bangsa ini tidak bisa dilepaskan oleh gerakan-gerakan moral-sosial mahasiswa serta dukungan moril masyarakat. Mahasiswa dan masyarakat menyatu dalam sikap dan tindakan dalam merespon dinamika bangsa ini, terutama yang berkaitan dengan arogansi penguasa.

Singkatnya, aksi-aksi mahasiswa harus dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan di tunjukan untuk menyasar kepentingan rakyat banyak bukan elite perorangan dan golongan tertentu.

Tulisan ini, tidak hendak mengutuk miskinnya gerakan mahasiswa hari ini melainkan memberikan pemahaman yang bernas seputar kompleksitas gerakan mahasiswa sehingga perdebatannya tidak lagi seputar disorientasi serta mandeknya gerakan mahasiswa.

Sependapat atau tidak, mahasiswa menjadi salah satu elemen penting dalam mengawal dan melakukan perubahan di negeri ini. Peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam melakukan gerakan untuk perubahan menjadi panggilan nurani tersendiri. Nyaris setiap momentum perubahan besar di indonesia tidak bisa di lepaskan dengan berbagai kontribusi mahasiswa.

Mulai dari peristiwa 1908 yang kemudian menjadi pijakan awal kebangkitan nasional dan itu murni atas inisiatif mahasiswa. Kemudian berikutnya muncul sumpah pemuda yaitu tahun 1928 yang melahirkan kebulatan tekad bangsa ini, belom lagi peristiwa penting lainnya yang terjadi pra kemerdekaan yang semuanya tidak lepas dari kontribusi mahasiswa pada saat itu.

Pasca proklamasi 1945, mahasiswa harus berbenturan dengan kebijakan dan kondisi politik di bawa kepemimpinan Soeharto. Tingginya suhu politik dan peran aktif partai politik menjadikan gerakan mahasiswa tidak bisa bergerak sendiri secara independen yankemudian gerakan mahasiswa identik dengan afiliasi poltik partai tertentu dan situasi yang pergerakan sedikit mandek.

Tampilnya Orde Baru yang akibat tumbangnya Orde Lama bukan memberikan angin segar bagi perjalanan bangsa ini, melainkan menjadi malapetaka sistemik, demokrasi di kebiri, HAM  dikesampingkan serta pembangunan sebagai alat penindasan. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan mahasiswa sebagai aktor terpenting dalam mengawal dan menyampaikan suara-suara rakyat.

Tahun 1998 menjadi tahun kemenangan gemilang gerakan mahasiswa dan menumbangkan rezim tirani-hegemoni.
Pasca tahun 1998, kembali mahasiswa diperhadapkan dengan kondisi bangsa yang sulit hingga saat ini.

Harus diakui bahwa pergerakan mahasiswa berbeda dengan partai politik, pergerakan mahasiswa itu sendiri terletak pada perjuangan nilai (value) yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat ataupun mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa mengambil pilihan gerakan itu karena mereka memahami dan merasakan betul bahwa terdapat nilai-nilai suci, ideal bahkan universal yang telah tergerus oleh kebijakan pemerintah
Alhasil, mahasiswa sebagai pejuang nilai dan pembela kebenaran kebenaran sejati, mestinya strategi gerakan yang dibangun harus bertumpu pada sikap dialogis terhadap pemerintah, intropeksi tentang kemurnian niat gerakan serta respek terhadap kepentingan rakyat.

Untuk itu, format gerakan mahasiswa harus tanpa kekerasan, kalau tidak identitas mahasiswa sebagai kaum intelektual akan tercederai dengan sendirinya.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa muncul ketika terjadi ketimpangan dan kesenjangan di bangsa dan negara. Oleh karena itu suka tidak suka, kita membutuhkan perubahan, perubhan yang bisa mengonservasi nilai, identitas dan jati diri bangsa untuk mensejahterakan rakyat.

Untuk mencapai perubahan itu pula perlu sebuah gerakan kebangsaan yang dilakukan mahasiswa dan rakyat untuk mengembalikan (restorasi) karakter solidritas dan cita-cita founding fhaters.

Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa muncul ketika terjadi ketimpangan dan kesenjangan di bangsa dan negara. Oleh karena itu suka tidak suka, kita membutuhkan perubahan, perubhan yang bisa mengonservasi nilai, identitas dan jati diri bangsa untuk mensejahterakan rakyat.

Untuk mencapai perubahan itu pula perlu sebuah gerakan kebangsaan yang dilakukan mahasiswa dan rakyat untuk mengembalikan (restorasi) karakter solidritas dan cita-cita founding fhaters.

Mengapa di restorasi?
Dalam sejarah peradaban manusia modern, terdapat dua gerakan yang cukup populer yaitu model  gerakan revolusi dan reformasi. Revolusi adalah model gerakan yang bertujuan untuk mencapai petubahan mendasar terhadap tatanan suatu masyrakat atau bangsa dan dilakukan dengan cara radikal. Gerakan revolusi ini sering terjadi benturan antara kelompok yang menghendaki perubahan dan yang tidak mau perubahan.

Berangkat dari kenyataan pro dan kontra terhadap perubahan maka munculah gerakan reformasi. Secara umum gerakan reformasi yaitu ingin mengembalikan basis-basis kebangsaan yang telah lama pudar.
[20/5 23:17] Sergi Agung: Dalam perjalanan bangsa yang terus dihantui dendam masa lalu, konflik horizontal dan ancamm disintegrasi sehingga semangat rekonsiliasi dibutuhkan untuk membangun kembali kekuatan nasional menuju kejayaan bangsa.

Dengan selalu mengikuti perkembangan zaman dan kemjuan peradaban, restorasi diyakini mampu menjawab permasalahan bangsa dewasa ini. Alhasil, pilihan gerakan restorasi untuk menjawab persoalan persoalan kebangsaan.

Jalan dan aktor restorasi
Bagaimanakah gerakan ini dijalankan?. Dalam konteks indonesia, pancasila merupakan ekspresi dari ideologi kebangsaan. Oleh karena itu proses konaervasi nilai-nilai kebangsaan tersebut harus kembali kepada pancasila sebagai senjata spiritual rakyat indonesia dan juga sebagai senjata material perubahan.

Siapakah aktor restorasi itu?

Yang paling vital adalah kaum muda atau mahasiswa yang berintelek. Kelompok pemuda merupakan kekuatan paling penting restorasi, mengingat generasi itu merupakan lapisan masyarakat yang berkembang di tengah proses ideologisasi pancasila.

Dengan demikian, gerakan restorasi juga harus menyatu dengan upaya revitalisasi pamcasila sebagai landasan filosofis berbangsa dan bernegara.

Yang menjadi PR kita sekarang ini, bagaimana pancasila sebagai ideologi harus berdialektika dalam mengembangkan diri, adaptif dengan kondisi zaman, dan tetap berorientasi ke masa depan?

Revitalisasi pancasila perlu menekankan pada orientasi ideologi  dengan perwujudan kemajuan yang pesat, peningkatan kesejahteraan yang tinggi dan merata, serta persatuan yang kokoh dari seluruh rakyat indonesia.

Oleh: Sergius Agung