Refleksi Hari Lahir Pancasila Sebagai Dasar Negara

Apapun alasannya gerakan radikalisme tetap tidak bisa dibiarkan tumbuh di Indonesia, terlebih lagi negara ini memiliki ideologi Pancasila yang sudah disepakati sebagai dasar negara oleh semua pihak (Foto: Dok. Pribadi)
Berdasarkan penelusuran sejarah, Pancasila tidaklah hadir secara mendadak pada tahun 1945, melainkan melalui proses yang panjang bahkan sampai dengan melihat sejarah dan perkembangan bangsa lain. Proses sejarah konseptualisasi pancasila melintasi rangkaian perjalanan yang begitu panjang.

Proses ini dimulai dengan munculnya berbagai macam organisasi pergerakan seperti Boedi Oetomo, Muhammadiyah, NU, PSII,  dan lain-lain hingga dimulainya sidang pertama BPUPKI pada tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945.

Dalam proses perumusan dasar negara, Ir. Soekarno memainkan peranannya yang sangat penting hingga Dia berhasil mensintesiskan berbagai pandangan dan menjadi orang pertama yang mengonseptualisasikan dasar negara ke dalam pengertian "Dasar Falsafah (Philosofische Grondalag)" atau "Padangan Komprehensif Dunia (Weltanschauung)" secara sistematik dan koheren.

Kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, untuk pertama kalinya Bung Karno menyampaikan pidatonya di depan para anggota sidang BPUPKI . Sejak saat itulah,  Pancasila sebagai Falsafah Negara yang juga menjadikannya sebagai sumber nilai (Value) dan kemudian segala arah hukum, politik, ekonomi, sosial dan budaya harus digali dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.                               

Dalam rangka menyambut hari lahirnya Pancasila  pada tanggal 1 Juni 2018, sangat relevan untuk merenungkan kembali berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Dalam pertumbuhan dan perkembangan bangsa hingga saat ini, dinamika kehidupan bangsa terus saja di hantui dan di uji. Ujian itu terbukti dengan munculnya bebagai gerakan-gerakan

RADIKALISME.
Isu radikalisme akhir-akhir ini cukup sering terdengar di masyarakat dan menjadi sebuah perdebatan yang tak jarang berujung dengan kesalahpahaman dalam menerjemahkan makna radikalisme tersebut, jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maka radikalisme memiliki tiga pengertian yaitu paham atau aliran yang radikal dalam politik, paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis, dan sikap ekstrem dalam aliran politik.

Berdasarkan pemahaman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut, maka bisa dipastikan jika radikalisme memang selalu berkaitan dengan politik, seperti kisah kartun Tom and Jerry. *Kenapa gerakan radikalisme ini muncul ?* Banyak faktor yang melatarbelakangi namun umumnya gerakan ini muncul sebagai akibat dari berbagai kepentingan politik seperti ketidakpuasan pada politik, keterpinggiran politik dan lainnya.

Apapun alasannya gerakan radikalisme tetap tidak bisa dibiarkan tumbuh di Indonesia, terlebih lagi negara ini memiliki ideologi Pancasila yang sudah disepakati sebagai dasar negara oleh semua pihak dari bergam latar belakang dalam rapat pengesahan Piagam Jakarta tahun 1945, dan setiap tahunnya bangsa ini selalu memperingati hari kelahiran pancasila yang dideklarasikan oleh Ir.Soekarno pada 1 Juni 1945.

Dengan berbagai fakta yang ada dapat diasumsikan bahwa seharusnya gerakan radikal ini tidak boleh lagi lahir di Indonesia, sudah seharusnya semua element bangsa bergerak merapatkan barisan menolak gerakan radikalisme tersebut.

Sudah terbukti bahwa gerakan radikalisme hanya membawa kekacauan dan merusak stabilitas negara, tentu bangsa ini masih ingat bagaimana rasanya hidup berdampingan dengan gerakan radikalisme saat dua orang asal Malaysia Dr. Azhari dan Noordin Mohammad Top menebar terror di Indonesia, mereka berkolaborasi dengan jaringan radikal yang ada di Nusantara untuk menciptakan berbagai terror yang membuat rakyat hidup dalam perasaan tidak tenang serta terror yang merka ciptakan juga mengakibatkan banyak korban berjatuhan dan sempat membuat nama Indonesia tercoreng di dunia Internasional.

Untungnya jaringan radikal tersebut berhasil dilumpuhkan oleh aparat keamanan, namun diyakini sel-sel gerakan radikalisme masih ada, dan sudah seharusnya dilakukan pendekatan kepada masyarakat bahwa gerakan radikalisme adalah tindakan melawan hukum, masyarakat harus diberikan pemahaman mengenai radikalisme agar tidak mudah terjebak gerakan radikal yang selalu memakai topeng agama untuk melakukan doktrin kepada masyarakat. Pemerintah dan pemuka agama harus berkolaborasi untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya radikalisme kepada masyarakat di berbagai lapisan.

Selain memberikan pemahaman tentang bahaya radikalisme, seharusnya juga dilakukan tindakan penguatan pancasila agar masyarakat memiliki jiwa nasionalisme sehingga tidak mudah dihasut oleh radikalisme, penguatan pancasila bisa dilakukkan dengan menerapkan fungsi-fungsi pancasila secara merata dalam kehidupan berbangsa. Jangan ada lagi tindakan mengkhianati pancasila seperti korupsi, ketidakadilan hukum, dll. Pendidikan mengenai pancasila juga harus lebih digencarkan lagi agar tercipta generasi bangsa yang punya jiwa nasionalisme kuat.

Berbagai bentuk ujian dan tantangan juga harus bahan kajian dan diskusi oleh pemerintah untuk lebih menanamkan dan  mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah dasar kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini. Mungkin kita masih ingat, pada tanggal 28 Februari 2018 yang lalu, Presiden telah menandatangani Perpres No. 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) yang sebelumnya dinamakan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP).

Dengan hadirnya BPIP tersebut, banyak pesan dan harapan yang kiranya Lembaga/Badan ini harus mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam hati sanubari seluruh penghuni bumi pertiwi ini.

Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, Indonesia akan terus dihantui dan diuji kemajemukannya oleh mereka yang tidak menginginkan toleransi ada di bumi pertiwi ini. Beberapa tantangan saat ini dan mungkin akan terus berlanjut oleh Bangsa Indonesia adalah:

Pertama, lemahnya pengamalan dan penghayatan nilai-nilai pancasila hingga munculnya pemahaman yang sempit, sesat dan keliru terhadap agama dan ajarannya. Kedua, munculnya fanatisme kedaerahan/kesukuan/primordialisme. Ketiga, kurangnya contoh dan sikap teladan dari para elite politik, para penguasa ataupun tokoh bangsa saat ini. Keempat, Kurang berjalannya penegakan hukum secara optimal. Kelima, Kuatnya pengaruh globalisasi kehidupan yang semakin meluas. Keenam, Semakin kuatnya intensitas kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional dan yang terakhir adalah semakin ketatnya persaingan antarbangsa yang sangat tajam dan kuat.                                         
Ditengah hiruk pikuknya peradaban, tiada jalan lain untuk merevitalisasikan nilai-nilai pancasila selain dengan  membumikannya.

Tidak pula harus saling menunggu untuk membumikannya, setiap elemen bangsa yang memiliki obligasi moral harus mengkonversi nilai-nilai pancasila yang telah di sepakati untuk menjadi wujud nyata dalam perilaku kehidupan sehari-hari dan juga tidak perlu dengan langkah yang besar lalu terhenti begitu saja, yang dibutuhkan hanyalah langkah-langkah kecil yang berkesinambungan.

Jika ini sudah menjadi kebiasaan, sebuah way of life, maka kita akan dapat melestarikan pancasila secara riil, bukan hanya sekedar hiasan di dinding ataupun sekedar kata-kata dalam buku yang kehilangan maknanya. Jika kita tidak melestarikannya maka seiring perkembangan zaman, kedudukan pancasila bisa semakin tergeser dan tergusur bahkan mungkin akan muncul ideologi lain yang memberikan pilihan menarik untuk menggantikan pancasila di masa depan.

Oleh: Sergius Agung
Penulis adalah Anggota PMKRI Makassar

COMMENTS

PUISI$type=carousel$sn=0$cols=3$va=0$count=5

POJOK REDAKSI$type=grid$count=3$m=0$sn=0$rm=0

Name

Artikel,140,Bali,115,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,162,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,181,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,570,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,37,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,7,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,61,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,15,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,277,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,156,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,52,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,5,Mahasiswa,42,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,117,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,62,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,291,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,257,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,416,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,27,Partai Politik,25,Pasangan,19,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1136,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,37,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,87,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,24,seleb,1,Selebritas,19,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,67,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,46,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,7,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,10,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,5,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: Refleksi Hari Lahir Pancasila Sebagai Dasar Negara
Refleksi Hari Lahir Pancasila Sebagai Dasar Negara
https://1.bp.blogspot.com/-3_TZeGGi77c/Ww722x4OqzI/AAAAAAAABYk/4koiCl1eHTAvTjrszFWBuEw9qBZWKBLbgCLcBGAs/s320/Sergius%2BAgung.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-3_TZeGGi77c/Ww722x4OqzI/AAAAAAAABYk/4koiCl1eHTAvTjrszFWBuEw9qBZWKBLbgCLcBGAs/s72-c/Sergius%2BAgung.jpg
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/05/refleksi-hari-lahir-pancasila-sebagai.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/refleksi-hari-lahir-pancasila-sebagai.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close