PTGMI Manggarai Timur Selenggarakan Sumpah Profesi dan Seminar Bagi Tenaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

PTGMI Manggarai Timur Selenggarakan Sumpah Profesi dan Seminar Bagi Tenaga Kesehatan Gigi dan Mulut

MARJIN NEWS
24 May 2018

Kegiatan yang berlangsung di aula Kevikepan Borong 22 Mei 2018, akan diselenggarakan selama 2 hari, dan diikuti oleh 150 tenaga kesehatan seluruh kabupaten sedaratan Flores serta perwakilan dari Kabupaten Belu dan Soe. (Foto: Marjinnews)
Borong, Marjinnews.com - Organisasi Dewan Pengurus Persatuan Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) cabang Manggarai Timur selenggarakan Sumpah Profesi dan seminar sehari bagi tenaga kesehatan Gigi dan mulut.

Kegiatan yang berlangsung di aula Kevikepan Borong, pada 22 Mei 2018, diselenggarakan selama 2 hari, dan diikuti oleh 150 tenaga kesehatan seluruh kabupaten sedaratan Flores serta perwakilan dari Kabupaten Belu dan Soe.

Kegiatan PTGMI didahului dengan kegiatan bakti kemasyarakatan sebagai salah satu persyaratan peserta mendapat sertifikat kegiatan.

Ketua PGMI NTT Agus Wali menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan ini sesuai dengan regulasi UU No. 36 tahun 2016 tentang tenaga kesehatan.

"UU No. 36 tahun 2016, dimana memuat keharusan tenaga kesehatan mengurus surat tanda registrasi dengan salah satu persyaratanya adalah memiliki sertifikat atau surat pernyataan telah mengucapkan sumpah/janji profesi," paparnya.

Agus Wali juga berharap agar setelah mengikuti kegiatan ini para peserta lebih memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam pelayanan kepada masyarakat.

"Kepada Pemda Manggarai Timur, agar dapat menambah personil kesehatan lebih khusus tenaga terapis gigi dan mulut terutama di puskesmas-puskesmas yang ada di kecamatan," tukas Wali.

Berkaitan dengan kemungkinan keluhan masyarakat terhadap kelayakan dan kompetensi terapis gigi dimasyarakat.

Agus Wali Ketua PGMI NTT juga menyampaikan harapan agar, para terapis gigi dapat mentaati aturan dan regulasi yang telah ditetapkan sesuai dengan kompetensinya.

"Karena, jika dalam pelayanan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kompetensinya maka akan memiliki resiko hukum," tegasnya.

Agus Wali juga menerangkan bahwa, profesi terapis gigi dan mulut telah memiliki majelis etik terapis gigi dan mulut yang akan memproses tenaga kesehatan yang melakukan pelayanan tidak sesuai dengan kompetensi. (RN/MN)