Pria Ini Nekat Bakar Indekos Sang Pacar Lantaran Tidak Diijinkan Masuk Kamar
Cari Berita

Pria Ini Nekat Bakar Indekos Sang Pacar Lantaran Tidak Diijinkan Masuk Kamar

MARJIN NEWS
14 May 2018

Sebagaimana dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa, bahwa kasus ini berawal pada hari Senin 8 Januari 2018 sekira pukul 19.00 Wita, dimana terdakwa mendatangi saksi korban di kos Jalan Drupadi II, Seminyak, Kuta, Badung. (Foto: Ilustrasi)
Denpasar, Marjinnews.com - I Gede Dedi Setiawan (18) menyesali dan mengakui terus terang jika dirinya telah membakar kamar kos milik Um Hayati alias Umay Saroh (saksi korban sekaligus pacar terdakwa).

Terdakwa yang bekerja sebagai karyawan di restoran ini pun memohon kepada majelis hakim agar dijatuhi hukuman ringan.

Demikian disampaikan terdakwa I Gede Dedi melalui pembelaan lisannya, menangapi tuntutan pidana satu tahun dan enam bulan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin (14/5) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, seperti dilansir Tribun Bali.

Tak hanya terdakwa, penasihat hukumnya yakni Dody Arta Kariawan juga mengajukan pembelaan lisan.

Intinya, dipaparkan Dody bahwa terdakwa mengaku menyesali perbuatannya, masih muda, dan belum pernah dihukum sebelumnya.

"Saya menyesal yang mulia. Saya dari keluarga tidak mampu. Saya juga ada keinginan untuk ikut Kejar Paket karena sebelumnya putus sekolah," pinta terdakwa Gede Dedi kepada majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja.

Terhadap pembelaan, baik dari terdakwa dan penasihat hukumnya, Jaksa Kadek Wahyudi Ardika langsung menanggapi dan menegaskan tetap pada tuntutannya.

Pun, kembali menanggapi, penasihat hukum terdakwa menyatakan tetap pada pembelaan lisannya.

Usai saling menanggapi sidang pun ditunda, dan kembali dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan putusan dari majelis hakim.

Sementara dalam surat tuntutan, Jaksa Kadek Wahyudi menyatakan, terdakwa asal Karangasem yang tinggal di Kerobokan, Badung ini terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembakaran, sebagaimana diancam dalam Pasal 187 ke-1 KUHP sesuai dakwaan kedua jaksa penuntut.

Dalam dakwaan kedua disebutkan, bahwa terdakwa dengan sengaja menimbulkan kebakaran yang dapat mengakibatkan bahaya umum bagi barang.

"Menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Gede Dedi Setiawan, dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun) dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan sementara. Perintah tetap ditahan," tegas Jaksa Kadek Wahyudi.

Namun sebelum pada pokok tuntutan, Jaksa Kadek Wahyudi terlebih dahulu mengurai pertimbangan memberatkan dan meringankan.

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian secara materiil dan ketakutan bagi saksi korban Um Hayati alias Umay Saroh.

Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan, mengakui dan menyesali perbuatannya.

"Telah adanya perdamaian antara terdakwa dan saksi korban Um Hayati alias Umay Saroh sebagaimana tercantum dalam surat perdamaian dan terlampir di berkas perkara," paparnya.

Sebagaimana dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa, bahwa kasus ini berawal pada hari Senin 8 Januari 2018 sekira pukul 19.00 Wita, dimana terdakwa mendatangi saksi korban di kos Jalan Drupadi II, Seminyak, Kuta, Badung.

Saat itu terdakwa bermaksud untuk membicarakan masalah hubungannya dengan saksi korban.

Saksi korban sempat keluar dari kamar kosnya untuk membayar nasi goreng, dan dikuti oleh terdakwa.

Setelah membayar, saksi korban kembali ke kosnya dan masuk mengunci pintu kamarnya.

Sementara terdakwa yang sudah membawa barang-barang berupa tanah, minuman beralkohol, kertas tisu, korek gas datang ke kos saksi korban.

"Karena tidak berhasil masuk dan menemui saksi korban, kemudian terdakwa dengan sengaja menumpahkan tanah dan minum beralkohol ke kamar kos saksi korban melalui vetilasi jendela hingga membasahi kain penutup jendela," beber Jaksa Kadek Wahyudi.

Selanjutnya terdakwa menyalakan korek api gas, membakar kertas tisu yang kemudian dimasukan ke kamar kos saksi korban.

Mengetahui hal itu, saksi korban cepat-cepat menggeser kasur agar tidak terbakar, dan api pun padam dengan sendirinya.

Tak berhenti sampai di sana, terdakwa kembali membakar lintingan kertas dan memasukan ke kamar saksi korban melalui ventilasi jendela kamar.

Api pun kemudian membesar dan menyambar kain penutup jendela, tas, dan celana yang tergantung dibalik pintu kamar.

"Saksi korban yang berada di dalam kamar hanya diam dan menangis karena ketakutan. Saksi korban pun sempat merekam kejadian itu. Karena saksi korban juga tidak keluar dari kamarnya, terdakwa usai melakukan aksinya kemudian pergi dari kos itu," terang Jaksa Kadek Wahyudi.

Setelah itu, saksi korban memadamkan api dengan menyiramkan air dari kamar mandi.

Lalu membuka pintu kamarnya, agar asap dari kebakaran keluar dari kamar.

Namun tak lama berselang, terdakwa kembali datang ke kos saksi korban.

Terdakwa datang bersama saksi I Gede Wijendra dan melihat keadaan kamar kos saksi korban.

Usai kejadian itu, saksi korban melaporkan apa yang dialami kepada ibunya serta saksi I Wayan Nastra. Juga saksi korban menceritakan ke pemilik kos.

"Pada tangal 10 Januari 2018 saksi korban bersama orangtuanya melaporkan perbuatan terdakwa ke Polsek Kuta. Tak berselang lama, terdakwa ditangkap oleh dua petugas kepolisian Polsek Kuta," ungkap Jaksa Kadek Wahyudi. (*)

Laporan: Remigius Nahal