PMKRI dan Generasi Millenial, Sebuah Refleksi

Penggunaan teknologi informasi yang menjadi khas bagi generasi milenial, tentunya selalu menginginkan sesuatu yang serba mudah, cepat, kek...

Penggunaan teknologi informasi yang menjadi khas bagi generasi milenial, tentunya selalu menginginkan sesuatu yang serba mudah, cepat, kekinian dan menarik (Foto: Dok. Pribadi)
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), pada tanggal 25 Mei 2018 genap berusia 71 tahun. sejak didirikanya pada tahun 1947, PMKRI menjadikan diri sebagai organisasi kaderisasi berbasis mahasiswa ekstra kampus.

Sebagaimana semboyannya adalah Pro Ecclesia Et Patria (bagi gereja dan negara), maka selama 71 tahun pula PMKRI telah berkontribusi bagi gereja dan bangsa melalui kader-kadernya, yang tersebar di berbagai bidang kehidupan bangsa ini.

Namun tidak bisa dipungkiri, bahwa bicara PMKRI tahun 40-an sampai dengan tahun 90-an tentunya berbeda dengan kita bicara PMKRI diera saat ini. mengapa? Karena situasinya sudah berbeda, maka tantanganya pula tentu berbeda. Mungkin hal ini juga menjadi tantangan bagi semua organisasi pergerakan berbasis mahasiswa ektra kampus yang telah ambil bagian dalam perjalanan bangsa ini.

Disinilah letak point yang mau saya utarakan dalam tulisan singkat ini, sebagai refleksi menjadi seorang kader PMKRI. Maka pertayaan reflektifnya adalah, masih relevankah organisasi seperti PMKRI di jaman seperti ini?.

Generasi Milenial
Untuk menjawab pertayaan diatas, pertama-tama, saya memulai dengan menggali apa yang menjadi tantangan PMKRI saat ini. Tantangan terbesar PMKRI atau mungkin organisasi mahasiswa ekstra kampus lainya disaat ini adalah bagaimana tetap eksis dan menjadi pilihan bagi mahasiswa yang masuk dalam golongan generasi milenial.

Penggunaan teknologi informasi yang menjadi khas bagi generasi milenial, tentunya selalu menginginkan sesuatu yang serba mudah, cepat, kekinian dan menarik. Maka tidak jarang generasi milenial kadang terjebak pada logika instrumental. Selalu melihat sesuatu dari sisi “ke-aku-an”. Sehingga tidak heran ketika saya bertemu dengan beberapa mahasiswa baru di warung kopi yang ingin menjadi anggota PMKRI bertanya kepada saya, “kalau masuk PMKRI saya dapat apa?”. Dari pertayaan itu mengatarkan saya pada pertanyaan selanjutnya, apa yang mau di tawarkan PMKRI bagi generasi ini?

Berangkat dari pengalaman, saya menemukan perbedaan bahwa PMKRI sebagai organsiasi kaderisasi ekstra kampus tentunya menawarkan kepada anggotanya sebuah “proses”, sementara kampus (organisasi intra kampus) mungkin lebih banyak menawarkan “hasil”. Seorang mahasiswa memilih kampus tertentu dengan kuliah beberapa tahun jelas diakir kuliah dia memperoleh izasah. Atau mengikuti sebuah organisasi, kegiatan atau seminar dikampus, jelas diakir kegiatan mendapat sertifikat dan bisa diakumulasi menjadi kredit point untuk kelulusan. Apalagi kalau acaranya menarik dan kekinian. Lagi-lagi hasilnya yang mejadi tolok ukur. Walaupun saat mengikuti kegiatan atau seminar juga hanya “datang, duduk, diam dan pulang”.

Sehingga baginya untuk apalagi harus bersusah-susah mengikuti organisasi atau kegitan diluar kampus, kalau toh didalam sudah banyak tawaran kegitan menarik dan mempermudah kelulusan diakir kuliah. Hal ini seakan selaras dengan logika instrumental yang mengidap cara berpikir sebagian generasi milenial saat ini.

Sementara mengikuti kegiatan di PMKRI, mulai dari kegiatan penerimaan, pembinaan, latihan kepemimpinan kader, analisis sosial, sampai dengan mengikuti kongres tingkat nasional, namun kegiatan-kegiatan yang menyita waktu, tenaga bahkan finansial itu bahkan tidak bisa diakumulasikan menjadi kredit point atau seperti izasah sebagaimana yang ditawarkan kampus.

Sebab bukan hasil (sertifikat, izasah, kreditpoint) yang utama yang mau ditawarkan PMKRI, namun sebuah proses menuju kader yang berintelektual populis, sebagaimana menjadi misi PMKRI yaitu “berjuang dengan terlibat dan berpihak pada kaum tertindas, melaui kaderisasi intelektual populis yang dijiwai nilai-nilai kekatolikan…”.

Sehingga jelas bahwa dalam proses menjadi seorang “kader intelektual populis” bagi PMKRI itu bukan perkara satu dua hari, namun butuh waktu, kesetian, kerelaan untuk belajar dan berbagi dan tentunya motivasi diri yang kuat. Masa keanggotaan PMKRI adalah sebelas tahun terhitung sejak masuk kuliah, sebelum di sematkan menjadi anggota penyatu. Istilah aggota penyatu juga dipilih bukan alumni, karna dalam kaderisasi PMKRI seorang anggota adalah pembelajar seumur hidup.

Generasi Kritis
Saya tidak sedang menyerhanakan kegiatan kampus dalam hal ini, namun hanya mau mengungkapkan bahwa ada perbedaan dasar yang ditawarkan antara kegiatan organisasi intra kampus dengan ekstra kampus sejauh yang saya pahami. Sehingga saya bisa menemukan akar permasalahan mengapa organisasi kaderisasi seperti PMKRI tidak banyak mendapat tempat di hati para generasi milenial.

Tentu bisa kita bertanya pula bahwa, untuk menjadi seorang “intelektual populis” tidak harus menjadi anggota PMKRI atau menjadi aktivis ekstra kampus kan?.

Untuk mejawab pertanyaan itu, tentunya kita perlu banyak belajar dari sejarah, bagaimana kontribusi organisasi mahasiswa ektra kampus dalam perjalanan bangsa ini. namun saya tidak mau masuk kesana, saya hanya ingin menjelaskan dua hal yang menjadi point penting dalam refleksi saya selama terlibat dalam kegiatan berorganisasi (PMKRI), yang mungkin tidak ditemukan di balik dinding kampus.

pertama membangun pola pikir kritis. Dalam hal ini, pola pikir kritis dibangun bukan saja perkaran kita memperoleh pengetahuan, sebagaimana yang kita dapat dibangku kuliah, namun lebih dari itu, kita mengerti tetang kehidupan sebagai hasil refleksi atas realitas. Refleksi itu diperoleh melalui perjumpaan dengan banyak orang.

Bisa melalui kegiatan eksposure, analisis sosial yang menjadi cirikhas dalam kaderisasi PMKRI. Kita ketemu tukang becak, pemulung, tokoh agama sampai dengan pejabat pemerintahan, memberikan kita perspektif baru tentang kehidupan. Dari perjumpaan itu pola pikir kritis terbangun.

Kedua, mampu membaca tanda-tanda jaman. Hasil dari refleksi kritis atas realitas itu akan membawa kita pada sebuah kesadaran. Baik kesadaran akan diri sendiri namun juga kesadaran akan lingkungan diluar dirinya. Mampu untuk membaca tanda-tanda jaman, kemana dan mau kemana dunia ini atau setidaknya lingkunganku akan berubah.

Lalu saya sebagai bagian dari komunitas gereja atau bahkan global, apa yang bisa saya perbuat.
Dari penjelasan diatas, tentunya kita bisa menjawab pertanyaan dasar diawal tulisan ini, bahwa PMKRI sebagai organisasi kaderisasi masih relevan kini dan nanti, sebab gereja dan negera ini masih membutuhkan generasi kritis yang akan membawanya ke arah yang lebih baik.

Namun, penting pula bagi PMKRI untuk terus menerus meyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, sehingga bisa mengakomodasi intensi generasi milenial, tanpa harus menghilangkan identitasnya sebagai organisasi kaderisasi tentunya. Disinilah tugas bersama antara para angota, pengurus, anggota penyatu dan bahkan gereja sebagai sumber kekuatan PMKRI, sehingga lima, sepuluh dan bahkan ratusan tahun kedepan kita bisa menemukan kader-kader PMKRI berkontribusi diberbagai bidang kehidupan bangsa ini.

Oleh: Yeri Mahur

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,10,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,46,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,159,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,262,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,89,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,356,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: PMKRI dan Generasi Millenial, Sebuah Refleksi
PMKRI dan Generasi Millenial, Sebuah Refleksi
https://3.bp.blogspot.com/-7RpRXMTlN-4/Ww2XthVW3WI/AAAAAAAABXo/DQbCu2Mby_0T2XxQeFiQqZbor8Rh6L53ACLcBGAs/s320/yeri%2Bmahur%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-7RpRXMTlN-4/Ww2XthVW3WI/AAAAAAAABXo/DQbCu2Mby_0T2XxQeFiQqZbor8Rh6L53ACLcBGAs/s72-c/yeri%2Bmahur%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/pmkri-dan-generasi-millenial-sebuah.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/pmkri-dan-generasi-millenial-sebuah.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close