Namaku Bayu

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Namaku Bayu

MARJIN NEWS
16 May 2018

Aloysius Bayu Rendra Wardhana dikenang karena aksi heroiknya menghadang bomber di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Bayu tewas karena ledakan bom yang dijuluki sebagai 'mother of satan'. (Foto : Istimewa)

Marjinnews.com - Tidak terlepas dari aksi teror di Surabaya yang menyita perhatian publik di seluruh pelosok tanah air.

Aloysius Bayu Rendra Wardhana dikenang karena aksi heroiknya menghadang bomber di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya. Bayu tewas karena ledakan bom yang dijuluki sebagai 'mother of satan'.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (13/5) pagi. Jelang misa kedua, pukul 07.05 WIB, dua orang berboncengan nekat menerobos masuk ke kawasan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMT). Bayu yang sedang bertugas parkir gereja menghadang kedua pengebom itu. Sebelum meledakkan diri, para bomber itu sempat didorong oleh Bayu agar tak memasuki area gereja. Kepergian Bayu lewat aksi heroiknya yang nekat dan sangat berani menghalangi pelaku bom, untuk mencegah agar tidak banyak jatuh korban ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Bayu meninggalkan seorang istri dan dua anak yang masih balita.

Selain menjaga keamanan di Gereja, Ayah dari dua orang anak itu juga seorang fotografer artis.
Salah satu yang pernah menjadi model Bayu adalah Baby Margaretha. Bayu dikenal sebagai sosok ramah dan baik hati.

Setelah gugur saat menjaga Gereja Santa Maria Tak Bercela, beredar tulisan Romo Benny Phang. Dalam tulisan yang berjudul "Namaku Bayu" itu mencerita bagaimana kesedihan hati Bayu ketika meninggalkan seorang istri dan kedua orang anaknya yang masih membutuhkan kehadiran sosok seorang kepala keluarga.



*Namaku Bayu*

Namaku Bayu. Anakku dua. Mereka malaikat-malaikatku. Isteriku yang aku sayangi. Pagi itu seingatku aku bertugas di Gerejaku. Sepeda motor tiba-tiba datang nyelonong. Kutahan dengan sekuat tenaga. Dan, kini aku tercenung. Aku melihat kehancuran. Aku pulang, isteriku dan keluargaku menangis. Ada doa arwah di rumahku.

Tiba-tiba Yesus datang menepuk bahuku. "Bayu. Well done. Aku tahu semuanya, cintamu, kepedulianmu, dan imanmu."
Aku lantas dipeluknya. Tak terasa air mataku menetes deras di jubah-Nya.
"Apa yang terjadi Tuhan?"
"Tidak berguna lagi mengisahkan keburukan dan kejahatan, untuk orang yang penuh cinta kayak kamu, Bayu!" Yesus tersenyum lembut.
"Apakah aku harus berpisah dengan anak-anakku yang lucu-lucu dan keluargaku? Oh." Aku berlinangan air mata.

Terlihat mata Tuhan juga berkaca kaca. Beberapa tetes diantaranya telah jatuh, sambil tersenyum Yesus memandangiku.
"Bayu, kamu akan tahu bahwa cinta tidak kenal berpisah. Kamu akan tetap bersama mereka yang kamu cintai. Aku juga bersama mereka setiap hari, setiap saat. Sebab Aku mencintai mereka; dan mereka mencintai-Ku juga."

"Tuhan, bagaimana dengan orang-orang yang mengebom Surabaya tadi? Aku sedih pilu bercampur marah kepada mereka."

"Mereka telah memilih kegelapan, seperti yang kusampaikan dalam Injil dan kitab kitab kehidupan lainnya, juga Kusampaikan dalam hati nuraninya. Aku sudah memperingatkan mereka untuk belajar dan mendengarkan kitab sucinya dengan baik, mendengarkan hati nuraninya, agar tidak mendengarkan ceramah yang salah, tetapi mereka lebih memilih kegelapan. Hati mereka tertutup sama sekali.

Aku yakinkan mereka untuk mencintai, tetapi mereka malah merakit bom dan mencelakakan dirinya dan orang lain."
"Apakah mereka naik ke surga dan disambut bidadari-bidadari?"
"Ah, sudahlah ... tak usah membicarakan mereka lagi. Tidak ada satu pun bidadari simpatik dengan orang yang bawa bom ... itu keyakinan salah. Mudah dinalarkan.Tetapi kamu, Bayu, jangan bersedih ... sebab dimana Aku berada kamu juga bersama Aku. Anak-anak dan keluargamu akan selalu bersama Aku."

Aku memandang wajah Tuhan-Ku dan Dia dengan penuh haru kembali memelukku.
Aku Bayu masih terus dipeluk oleh Yesus-ku, pelukan yang datangnya tak kusangka sangka. Dan tangisku pun berlanjut. Sebab, pelukan-Nya adalah Cinta itu sendiri. Aku telah bersama Sang Cinta.

#Pelukan Sang Cinta bagi Bayu.
Selamat jalan Bayu. Kamu kini menjadi malaikat Sang Cinta.*(MN)