Flobamora Bali Cup Kembali Ricuh, Lagi-Lagi Karena Ulah Satgas Keamanan
Cari Berita

Flobamora Bali Cup Kembali Ricuh, Lagi-Lagi Karena Ulah Satgas Keamanan

MARJIN NEWS
30 May 2018

Menurut keterangan para pemain IKKAMATIM FC kepada media ini, Satgas Flobamora Bali justru menampilkan kekerasan fisik dengan cara menandukan kepala kepada para pemain yang sedang bereforia gembira karena berhasil mencetak gol. (Foto: Tim IKKAMATIM FC)
Denpasar, Marjinnews.com- Turnamen Flobamora Bali Cup ke IX yang mempertemukan antara IKKAMATIM FC versus Ofalangga (Rote) di GOR Ngurah Rai Denpasar pada Selasa (29/5) kemarin berlangsung tidak kondusif.

Hal ini diakibatkan oleh tindakan Satgas Flobamora Bali yang bertugas menjaga keamanan di dalam turnamen tersebut justru melakukan tindakan yang menurut tim IKKAMATIM FC tidak etis dilakukan oleh pihak yang dipercaya sebagai penjaga keamanan.

Sebab, menurut keterangan para pemain IKKAMATIM FC kepada media ini, Satgas Flobamora Bali justru menampilkan kekerasan fisik dengan cara menandukan kepala kepada para pemain yang sedang bereforia gembira karena berhasil mencetak gol ke tim lawan yaitu Ofalangga FC (Rote), sehingga mengakibatkan Pemain nomor punggung 19 atas nama Heri mengalami luka di pipi bagian kanan akibat tandukan kepala dari Satgas tersebut.

Menurut keterangan pemain IKKAMTIM FC, Hans Lewar dengan nomor punggung 7, kejadian itu bermula ketika dirinya melakukan selebrasi setelah berhasil mencetak gol ke tim Ofalangga FC (Rote).

Melihat keberhasilan yang telah ditunjukan oleh rekannya itu, Heri Pemain cadangan dari IKKAMATIM FC langsung mendekati rekan seperjuangannya itu dengan menghampiri memeluk Hans Lewar di sisi garis lapangan.

Setelah memeluk rekannya itu, Heri yang menggunakan nomor punggung 19 kembali ketempatnya, tiba-tiba datang Satgas dan langsung menanduknya dengan kepala ke pipi kanan pemain cadangan IKAMATIM FC tersebut sehingga mengakibatkan pipi kanannya itu terluka.

Hans Lewar pemain IKKAMATIM FC berharap kepada Satgas Flobamora Bali agar jangan terlalu cepat mengambil keputusan untuk melakukan kontak fisik.

Menurut pemain asal Lambaleda ini, Satgas itu tugasnya mengamankan, bukan manganiaya orang, tegasnya.

Atas insiden tersebut, Pius Endo Ketua IKKAMATIM Bali, ketika dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp mengatakan, terkait masalah ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Sambil berbenah untuk tidak terjadi lagi, mari kita dukung turnamen ini denga hati dan mengedepankan persaudaraan, kasih, sukacita dan saling memaafkan," terang Endo.

Menurut Endo, masih ada hal lain yang lebih penting daripada sekedar menang, tegasnya.

Pius Endo menambahkan, bahwa dirinya berharap agar semua yang terlibat dalam turnamen Flobamora Bali  ini dapat bertindak secara dewasa.

"Masukan untuk kita semua, agar bertindak bijak, dewasa, tidak emosional, dan menahan diri, karena turnamen ini sejatinya ialah dari kita untuk kita," tukasnya.

Lanjut Endo, "ada riak itu wajar, sikapi secara bijak dan dewasa. Hindari dramatisasi, dan minimalisasi menjadi muara pada solusi," pungkasnya.

Untuk diketahui, laga kemarin Selasa (29/5) yang mempertemukan IKKAMTIM FC melawan Ofalangga FC (Rote)  berhasil dimenangkan oleh IKKAMTIM FC dengan perolehan skor 4 untuk IKKAMATIM FC sementara Ofallongga FC hanya mendapat dua gol.

Sampai berita ini diturunkan Marjinnews sudah menghubungi pihak Flobamora Bali, melalui ketua Umumnya Yusdi Dias melalui pesan WhatsApp, namun pihak ketua Flobamora Bali hanya membacanya dan belum memberi tanggapan kepada media ini.

Laporan: Remigius Nahal