May Day : PMKRI Jogja Permasalahkan Sistem Ketenagakerjaan Indonesia

Foto bersama kader PMKRI Jogja, St. Thomas Aquinas. (Foto : dok. Pribadi)

Yogyakarta, Marjinews.Com- Tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional atau yang sering dikenal dengan sebutan May Day merupakan sebuah tonggak sejarah dimana kaum pekerja memperjuangkan hak- haknya.

Tanggal 1 mei sebagai hari buruh bukan diperingati sebagai hari untuk bersenang senang sebagaimana hari ini digemborkan oleh pemerintah, akan tetapi ini adalah momen peringatan perjuangan kelas pekerja sedunia. 

Peringatan 1 Mei sebagai hari buruh sedunia berawal dari tanggal 1 Mei 1886 dimana sejumlah serikat pekerja di amerika serikat melakukan demonstrasi besar besaran untuk menuntut diberlakukannya 8 jam kerja seiap hari serta kenaikan upah yang layak. 

Perjuangan tersebut dilandasi oleh kondisi tenaga kerja pada waktu itu sebagai akibat dari Revolusi Industri.

Di indonesia, landasan mengenai ketenagakerjaan diatur dalam UU No 13 Tahun 2003 dan berbagai peraturan  turunan lainya.

Buruh dalam pengertian UU 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memnuhi kebutuhan sendiri atau untuk masyarakat.  

Hal tersebut, keberadaan buruh dinilai Presidium Gerakan Kemasyarakatan (PGK) PMKRI Cabang Jogja, Ren Warang tak hanya dimaknai sebagai orang yang bekerja di pabrik saja akan tetapi semua orang yang mampu melakukan pekerjaan guna untuk menghasilkan barang atau jasa.

"Buruh itu semua orang yang melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa. Seperti kita ketahui yaitu; guru, polisi, buruh pabrik dan banyak lainnya," ungkap Warang.

Pada tahun 2017 BPS mencatat bahwa jumlah tenaga kerja di Indonesia berjumlah 128,1 juta orang. 
Dari jumlah tenaga tersebut, tentu dirundung oleh berbagai permasalahan.  

Menapik kondisi tersebut, Warang mengklaim hal itu syarat dipengaruhi oleh sistem neoliberalisme yang eksploitatif.

"Kondisi ketenagakerjaan indonesia hari ini, masih belum memadai. 
Persoalan upah murah sistem outsourcing dan juga berbagai masalah lainnya. Semua ini akibat dari neoliberalisme di Indonesia yang cenderung untuk mengeksploitasi tenaga kerja hingga detik ini kesejahteraan tenaga kerja masih belum memadai," papar Mahasiswa Hukum UAJY tersebut.

Lebih lanjut, dirinya juga mengungkapkan sistem tenaga kerja Kontrak masih menjadi farian persoalan akibat dari kapitalisme yang mengorientasikan profit dengan membuat skema penghisapan yang hari ini masih terus dilanggengkan.

"Sistem tenaga kerja kontrak, upah murah yang hari ini mendera kelas pekerja adalah juga akibat dari corak produksi kapitalisme yang sangat menyengsarakan pekerja. Upah yang tak sebanding dengan kerja Mereka membuat pekerja hari ini berada dalam kondisi yang memprihatinkan," lanjut Warang.

Senada dengan itu, Sekretaris Jendral PMKRI Cabang Jogja, Astra Tandang juga mengungkapkan bahwa berlakunya PP 78 tahun 2015 saat ini menibulkan berbagai polemik.

Tandang menilai, penetapan PP tersebut masih bertentangan dengan isi UU ketenagakerjaan 2003 yang menjadi payung utama yang mengatur ketenagakerjaan indonesia.

"Hadirnya PP 78 tahun 2015 tentu menuai kontrofersi dan ini tampak jauh dengan isi UU tahun 2003 tentang Ketenegakerjaan. Karena isi PP ini,  penetapan upah minimum tak lagi berdasarkan rekomendasi dewan pengupahan," ungkap Tandang.

Lebih lanjut, pada moment May Day ini, Astra juga menyoal berbagai peristiwa seputar agraria.

Menurutnya polemik land grabbing berbagai skema dan bentuknya begitu massif terjadi. 

"Diatas tanah rakyat saat ini, berbagai tangisan dan upaya eksploitasi terus terjadi. Data KPA menunjukan bahwa pada Tahun 2017 konflik Agraria di Indonbesia terjadi di 520.490 hektar tanah. Dan baru -baru ini saja terjadi konflik tanah yang terjadi antara warga negara dengan Pemodal di Sumba NTT hingga mengakibatkan seorang Warga Negara meninggal karna ditembak oleh  aparat. Disinilah, penindasan tidak lagi dilihat secara parsial tetapi bentuk-bentuk penindasan di segala sektoral terus merong-rong rakyat dan harus kita lawan bersama," ucap Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STPMD tersebut.

Ia pun mengharapkan kerja sama berbagai pihak untuk megatasi berbagai persoalan buruh di Indonesia, sembari PMKRI Jogja secara organisatoris menuntut:
Tolak upah murah, tolak pp no 78 tahun 2015, wujudkan kesejahteraan dan keselamatan buruh, tolak liberalisasi tenaga kerja, hentikan perampasan tanah rakyat, mengecam keras tindakan represif aparat terhadap gerakan rakyat.* 


Laporan : Viky Purnama /Marjinnews.com Yogyakarta. 

Diskusi Bupati Manggarai Barat Mencari Pemimpin

Name

anak muda,2,Badung,1,Bali,135,Ben Senang Galus,2,Bencana Alam,2,Berita,186,Bhineka,2,Birokrasi,2,BNI,1,Bola,3,bom,1,Bom Bunuh Diri,3,Borong,4,BPJS,1,Budaya,34,Bung Karno,1,Bunuh Diri,4,Bupati Mabar,2,Camilian,1,Celoteh,7,Cerpen,202,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,647,Dana Desa,1,Dari Kami,3,Demokrasi,22,Denpasar,19,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,3,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,5,Editorial,30,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,35,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,10,Focus Discussion,1,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,8,Gedged,1,Gempa,7,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMNI,4,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,2,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,27,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,68,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,9,Imlek,1,In-Depth,18,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,17,Internasional,17,Internet,2,Investasi,1,IPD,3,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,4,JK,1,Jogja,2,Jogyakarta,3,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,308,Kata Mereka,2,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,4,kebudayaan,3,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,6,Kemanusiaan,55,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,155,kepemudan,7,kerohanian,2,Kesehatan,5,Ketahanan Nasional,1,Keuangan,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,55,KPK,11,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,52,Kritik Sastra,3,Kupang,25,Labuan Bajo,51,Lakalantas,11,Larantuka,1,Legenda,1,Lembata,2,Lifestyle,3,Lingkungan Hidup,13,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,15,Mahasiswa,47,Makasar,6,Makassar,4,Malang,4,Manggarai,121,Manggarai Barat,21,Manggarai Timur,27,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,1,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,104,MMC,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,351,Natal,18,Ngada,8,Novanto,2,Novel,16,NTT,346,Nyepi,2,Olahraga,13,Opini,554,Orang Muda,7,Otomotif,1,OTT,2,Padang,1,Papua,16,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,25,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,19,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,19,Perindo,1,Peristiwa,1386,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Petrus Selestinus,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,40,Pilkada,98,Pilpres 2019,25,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,32,Polisi,24,politik,89,Politikus,6,POLRI,8,PP PMKRI,1,Pristiwa,39,Prosa,1,PSK,1,Puisi,100,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,9,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,2,Ruang Publik,26,Ruteng,30,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,14,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,1,Sekilas Info,42,Sekolah,2,seleb,1,Selebritas,28,selingkuh,1,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,31,Sospol,35,Spesial Valentine,1,Start Up,1,Suara Muda,229,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,10,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tentang Mereka,68,Tenun Manggarai,1,Terorisme,14,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,11,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,Ujian Nasional,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,21,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
MARJINNEWS.COM: May Day : PMKRI Jogja Permasalahkan Sistem Ketenagakerjaan Indonesia
May Day : PMKRI Jogja Permasalahkan Sistem Ketenagakerjaan Indonesia
https://1.bp.blogspot.com/-0AyO0PkCCkc/WukWLUmu0rI/AAAAAAAAALE/413Vc4hSVHAxXi4QBYjlClavdaaZzWoTQCLcBGAs/s320/IMG_0686.JPG
https://1.bp.blogspot.com/-0AyO0PkCCkc/WukWLUmu0rI/AAAAAAAAALE/413Vc4hSVHAxXi4QBYjlClavdaaZzWoTQCLcBGAs/s72-c/IMG_0686.JPG
MARJINNEWS.COM
http://www.marjinnews.com/2018/05/may-day-pmkri-jogja-permasalahkan.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/may-day-pmkri-jogja-permasalahkan.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy