Lirik Manja Buat Dik Heldi-Puisi Remigius Nahal

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Lirik Manja Buat Dik Heldi-Puisi Remigius Nahal

MARJIN NEWS
28 May 2018

Dik, Biarkan seribu bintang mengulum tanya
Rembulan berbisik lirih
Matahari terbakar cemburu padamu. (Foto: Heldi Haysa)
Sesungguhnya aku takut untuk bicara
Tentang perasaan hati yang memberontak

Mencari kedamaian hati dalam jiwa
Dari seorang bidadari yang penuh cinta

Sudah lama rasa ini ku simpan
Tak sedikitpun tergoyahkan

Aku mencintaimu dengan penuh kejujuran

Walaupun aku sulit dengan ungkapan lisan

Mungkin hanya lewat lembaran kusam
kau tau kejujuran dari hatiku

Untuk menanam kasih sayangku terhadap mu

Mau jadi TTMku gak dik? 
Teman Tapi Menikah

Jujur dik, aku sudah pernah jatuh dari pohon jambu milik tetangga

Aku juga sudah pernah jatuh dari tangga 
Semuanya tidak enak dik

Tapi ada satu jatuh yang paling enak
Yaitu jatuh cinta sama kamu dik

Dik, ku takkan jenuh merangkai seuntai kata
Rindu mengusik kian menggebu

Inginku cumbui di setiap lekuk bait aksaraku
Dalam dekapan jemari lentikku

Menari gemulai di altar kertas putih
Berdansa bersama imaji nan aduhai

Oh ya dik
Biarkan seribu bintang mengulum tanya

Rembulan berbisik lirih
Matahari terbakar cemburu padamu

Jujur dik, aku kagum kepadamu
Sungguh setiap hari yang ada di pikiranku hanya kau seorang

Hatiku gila ketika ku melihat kecantikanmu
Aku sangat bahagia

Kau memang hebat
Aku tak tahu apa yang aku tulis

Benar dik, aku tak tahu
Andai aku mempunyai suatu keajaiban

Aku cuman ingin melihatmu senyum ketika di dekapanku

Dik, Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu
Aku mau jadi air mata mu

Yang tersimpan di hatimu
Lahir dari matamu
Hidup di pipimu, dan mati di bibirmu

Dik, orang bilang bulan itu indah
Tapi aku bilang tidak

Orang bilang planet venus itu cantik
Tapi menurut aku tidak

Tetapi aku bilang bumi itu indah dan cantik
Karena ada kamu dik

Dik, engkaulah tujuan hidupku
Dan engkaulah hasratku

Bersamamu adalah kegembiraan abadi
Ketidakhadiranmu adalah bara api dalam hati

Dik, engkaulah kegilaan hidupku
Satu-satunya cintaku

Suatu cinta yang tak kenal malu
Suatu pemujaan yang tak cela

Dik, aku tidak akan berhenti mencintaimu
Atau membuka apa yang tertutup

Cinta adalah hukum dan obat bagiku
Entah tersembunyi entah terbuka

Terpujilah mataku yang menatapmu
Wahai mahluk Tuhan yang penuh pesona

Penulis: Remigius Nahal