Kerja Sama Dengan BEM UNWAR, PMKRI Denpasar Selenggarakan Talk Show "Menyikapi Demografi Indonesia"

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Kerja Sama Dengan BEM UNWAR, PMKRI Denpasar Selenggarakan Talk Show "Menyikapi Demografi Indonesia"

MARJIN NEWS
26 May 2018


Talk show ini dilakukan oleh PMKRI Denpasar bekerja sama dengan Badan Esksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa. (Foto: Marjinnews.com)
Denpasar, Marjinnews.com- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar St. Paulus mengadakan talk show dengan tema " Menyikapi Demografi Indonesia" bertempat di Universitas Warmadewa Denpasar pada Sabtu (26/5/2018).

Talk show ini dilakukan oleh PMKRI Denpasar bekerja sama dengan Badan Esksekutif Mahasiswa Universitas Warmadewa.

Hadir dalam kegiatan talk show ini yakni; Aliansi BEM se-Bali yang terdiri dari BEM Universitas Udayana, BEM Univesitas Ngurah Rai Denpasar, BEM Undiknas, BEM IKIP PGRI Bali, BEM Primakara Denpasar, BEM Universitas Mahendrata. Sedangkan dari Universitas Warmadewa sendiri yang hadir yaitu; Dekan 3 dari FISIP, FH dan FT, serta para mahasiswa di lingkungan Unwar Denpasar dan anggota PMKRI Denpasar lainnya.

Sedangkan sebagai pembicara dalam talk show ini yakni Dr. Drs,. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si yang merupakan ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, dan Efraim Mbomba Reda ketua PMKRI Cabang Denpasar.

Dalam sambutannya, ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar St. Paulus Efraim Mbomba Reda menjelaskan bahwa anggota PMKRI Denpasar terdiri dari berbagai kampus yang ada di Denpasar.

Dirinyapun menjelaskan, bahwa PMKRI Denpasar telah banyak menyelenggarakan kerja sama lintas organisasi diantaranya dengan KMHI, PMII, GMKI dan organisasi-organisasi lainnya.

Reda, ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar St. Paulus menuturkan juga bahwa tujuan dilaksanakannya talk show ini bertujuan untuk menyikapi masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia terkait dengan masalah kependudukan, serta melihat Indonesia di masa yang akan datang.

Menurut Reda, mahasiswa atau pemuda dapat diyakini bisa menentukan arah masa depan bangsa.

"Seperti contoh, Orde Lama, Orde Baru bisa tumbang atau bahkan Indonesia bisa merdeka itu karena peran mahasiswa dan pemuda," terang Reda.

Diapun menjelaskan, bahwa tantangan bangsa Indonesi kedepan terkait Bonus Demografi akan terjadi antara tahun 2020 sampai 2030.

Menurut Reda, cara yang bisa dilakukan menghadapi bonus Demografi ini ialah dengan memperdayai Sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada.

Caranya yaitu, memperdayai para pemuda. Sebab, jika negara mampu memperdayai pemuda, maka masalah demografi itu bisa diatasi.

Menurut ketua PMKRI Denpasar, menjelasakan bahwa PMKRI saat ini adalah Mahasiswa kelas yang sadar.

"Janganlah memikirkan apa yang negara berikan, tetapi pikirlah apa yang diberikan untuk negara, ini adalah pertanyan rekletif. Dan itulah tujuan diadakannya diskusi ini," papar Reda.

Maka dari pada itu, PMKRI mengajak seluruh elemen untuk mendiskusikan hal itu

"Sebab biasanya setelah diskusi seperti ini revolusi itu akan muncul. Harapannya, semoga diskusi terus mendarah daging di tubuh kita," pungkas Reda.

Sementara itu Rektor Unwar yang diwakili oleh wakil Rektor tiga Dr. Ir, I Wayan Parwata,M.T.,IPM dalam sambutannya menyampaikan bahwa cara-cara yang dilakukan dalam menghadapi bonus Demografi antara lain; meningkatkan pendapat perkapita penduduk, menyerap tenaga kerja muda, meningkatkan tabungan di rumah tangga masing-masing, serta masuknya peran perempuan di setiap sektor pekerjaan.
Foto: Marjinnews
Diakhir sambutannya Rektor Unwar yang diwakili oleh wakil Rektor tiga Dr. Ir, I Wayan Parwata,M.T.,IPM langsung membuka Talk show dengan tema "Menyikapi Demografi Indonesia" dengan memukul gong sebagai tanda dibukannya acara ini dengan resmi.

Laporan: Remigius Nahal