$type=carousel$cols=3

Kenali, Ini Empat Stadium Proses Evolusi Seseorang Menjadi Teroris

Aksi terorisme yang selama ini kita ketahui hanyalah rupa dari sebuah proses sangat panjang, dan sudah menghantui banyak masyarakat di pel...

Aksi terorisme yang selama ini kita ketahui hanyalah rupa dari sebuah proses sangat panjang, dan sudah menghantui banyak masyarakat di pelosok tanah air.(Foto : Ilustrasi)

Surabaya, marjinnews.com - Siapa yang menyangka bahwa aksi terorisme yang selama ini kita ketahui hanyalah rupa dari sebuah proses sangat panjang. Ahmad Faiz Zainuddin salah satu teman Dita Oepriyanto, pelaku teror bom di gereja Surabaya, banyak bercerita soal bagaimana seseorang bisa bersedia jadi pengantin bom bunuh diri seperti yang telah dilakukan Dita bersama keluarga beberapa waktu lalu.

Lulusan psikologi Universitas Airlangga (Unair) ini mengaku mengetahuinya, karena sudah mengikuti beberapa kelompok pengajian, dengan berbagai ideologi ajaran agama Islam.
Salah satunya pengajian yang diikuti oleh Dita Oepriyanto.

"Mana ada sekarang orang yang mau dipakai alat untuk negara tertentu, Israel misalnya, disuruh bunuh diri dengan bom? Kalau dirinya sendiri tidak meyakini itu benar?!" kata Faiz, seperti dilansie Surya.co.id di rumah sang teman kawasan Jalan Manyar Sabrangan, Surabaya, Selasa (22/5/2018).

Faiz melanjutkan bahwa orang tak ujug-ujug (tiba-tiba) menjadi seorang teroris. Ada proses evolusi, meski ada beberapa kasus seseorang bisa berubah menjadi teroris dalam waktu satu hari saja.

Pada proses evolusi tersebut, Faiz melanjutkan ada empat tahap stadium seseorang bisa berubah menjadi teroris.

"Stadium empat sekarang jumlahnya masih kecil, tapi kalau stadium satu sudah banyak. Terorisme itu tidak serta-merta langsung membuat seseorang jadi teroris. Mereka berevolusi," tegasnya.

Stadium satu terang Faiz dimulai dari seseorang mempercayai bahwa kepercayaan yang benar adalah 'golongan saya', selain itu salah. Di sana mulai ada dikotomi antara golongan kami dengan mereka.

Stadium dua, mereka mulai menganggap bahwa sistem negara tidak benar. Saat itu keyakinan ini hanya ada di dalam hati saja, tidak pakai kekerasan. Faiz mencontohkan organisasi yang ingin mengganti dasar negara dengan konsep keagamaan versi sendiri dan teman-temannya, semua mulai dari gerakan di bawah tanah.

Stadium tiga, mulai mengumpat atau menggunakan kekerasan verbal untuk mengungkapkan ketidaksukaanya. Terkahir stadium empat, mereka mulai kekerasan fisik. Proses evolusi itu lanjut Faiz terjadi tanpa mereka sadari.

"Tapi ada juga yang jangankan 1 tahun 2 tahun, sehari juga ada. Ali Imron pernah diwawancara oleh Wahid Fondation dia mengatakan bahwa 'beri saya anak yang ghiroh Islamnya sedang tinggi-tingginya, dalam waktu 24 jam dia bisa jadi pengantin'. Syaratnya satu itu, ghiroh islam yang sangat tinggi, misalnya mantan preman baru sadar, punya dendam banyak lainnya," terang Faiz.

Apa yang menjadi pengetahuan Faiz merupakan sebuah informasi berharga untuk tidak hanya sekedar untuk diketahui, namun juga dapat diartikan sebagai sebuah bahan pembelajaran bagi kita agar tidak terjebak pada sebuah ajaran yang membikin kita lupa bahwa hidup sesungguhnya merupakan karunia dan dia tidak pernah datang dua kali. (AA/MN)

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,225,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,3,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,42,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,141,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,22,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,4,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,43,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,240,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,2,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,139,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,54,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,41,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,36,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,85,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,6,Nasional,236,Natal,19,Ngada,4,Novanto,1,Novel,15,NTT,116,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,341,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,87,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,855,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,21,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,80,Politikus,6,POLRI,6,Pristiwa,24,Prosa,1,PSK,1,Puisi,62,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,8,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Kenali, Ini Empat Stadium Proses Evolusi Seseorang Menjadi Teroris
Kenali, Ini Empat Stadium Proses Evolusi Seseorang Menjadi Teroris
https://2.bp.blogspot.com/-QmagpFs0OAk/WwRCS238TGI/AAAAAAAABUM/mCtvrhZJObAV61FJt_UAhS5MxNcbCpOxQCLcBGAs/s1600/images.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-QmagpFs0OAk/WwRCS238TGI/AAAAAAAABUM/mCtvrhZJObAV61FJt_UAhS5MxNcbCpOxQCLcBGAs/s72-c/images.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/kenali-ini-empat-stadium-proses-evolusi.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/kenali-ini-empat-stadium-proses-evolusi.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy