Ibu Bersama Balita Asal Sumba di Surabaya Terlantar, IKBS Surabaya Turun Tangan
Cari Berita

Ibu Bersama Balita Asal Sumba di Surabaya Terlantar, IKBS Surabaya Turun Tangan

MARJIN NEWS
31 May 2018

Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS) Surabaya langsung turun tangan. Alfons Deak, salah satu pendamping IKBS mengatakan bahwa persoalan yang tengah menimpa Karolina dan anaknya merupakan masalah serius dan harus diselesaikan karena sudah sering terjadi di Surabaya dan beberapa wilayah sekitarnya.
Feature, marjinnews.com - Nasib naas dialami oleh Karolina Tipu Hulu (22) bersama dua anaknya yang masih berusia balita. Pada Kamis (17/5/2018) silam dua petugas Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Alethea Narty dan Agus Wahyudi menerima kabar via telepon soal perselisihan rumah tangga Karolina dengan suaminya Ayub Kaka (37).

Akibat dari perselihan itu Karolina mesti bersusah payah menjaga dua anaknya yang masing-masing berusia 1 tahun 2 bulan dan tiga minggu karena tidak memiliki tempat tinggal sementara sebelum pulang ke Sumba pada 6 Juni 2018 mendatang.

Karolina sendiri merupakan warga asal kampung Koki, Desa Hamonggo Lele, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya-NTT.  Sementara suaminya Ayub Kaka berasal dari Kampung Mera, Desa Homba Rande, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya - NTT yang diduga kuat sedang mengalami “depresi berat” dan saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa Menur, Surabaya.

Setelah mendapatkan laporan ibu Karolina Tipu Hulu para pengurus gereja segera mendatangi kos pelapor.  Sebagai upaya pencegahan sekaligus menyelamatkan ibu Karolina dan kedua anaknya dari hal-hal yang tidak diinginkan, maka mereka dievakuasi dan dibawa ke Gereja yang kemudian digunakan sebagai tempat perlindungan untuk sementara waktu.

Sedangkan suaminya  diantar ke Rumah Sakit Jiwa Menur, setelah sebelumnya pemilik kos menghubungi pihak Dinas Sosial Kota Surabaya dan  Kepolisian untuk melakukan evakuasi guna menghindari kemungkinan lain yang tidak diinginkan.

Sejak kejadian tersebut Ibu Karolina Tipu Hulu kini masih berada di gedung gereja GRII Alethea dan sudah 10 hari lamanya. Saat ini ibu Karolina tipu hulu mengaharapkan bantuan berupa rumah/kos sebagai tempat tinggal sementara sambil menunggu jadwal pulang ke kampung halaman beliau di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT.

Menyikapi masalah tersebut Ikatan Keluarga Besar Sumba (IKBS) Surabaya langsung turun tangan. Alfons Deak, salah satu pendamping IKBS mengatakan bahwa persoalan yang tengah menimpa Karolina dan anaknya merupakan masalah serius dan harus diselesaikan karena sudah sering terjadi di Surabaya dan beberapa wilayah sekitarnya.

"Ini sudah kesekian kalinya kami dihadapkan pada persoalan seperti ini. Sayangnya kami (IKBS) mengalami kendala dalam mencari tempat penampungan bagi warga asal Sumba yang tengah ditimpa masalah disini" ujar Alfons kepada marjinnews.com pada Kamis, 31 Mei 2018.

Pria asal Sumba Timur, NTT juga menceritakan bagaimana pada beberapa waktu sebelumnya seorang warga asal Sumba meninggal dunia di Surabaya ketika dirujuk untuk berobat ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya karena persoalan serupa.

"Kami juga beberapa waktu lalu mengirim jenazah warga Sumba yang datang berobat ke Surabaya. Persoalannya sama, pihak keluarga tidak memiliki rumah singgah khusus warga Sumba di Surabaya menyebabkan mereka harus tinggal sementara di Kediri yang nota bene sangat jauh dari rumah sakit" terangnya.

Alfons kemudian berharap agar pemerintah seluruh wilayah Sumba memperhatikan persoalan ini jika hendak menyelamatkan warganya yang tengah keluar daerah khususnya Surabaya.

Sementara itu, sambil menunggu jadwal kepulangannya ke Sumba Barat Daya Karolina bersama kedua anaknya masih berada di bawah pendampingan IKBS Surabaya dengan segala keterbatasan mereka.

Adapun IKBS Surabaya berkomitmen untuk menghalaukan segala cara agar Karolina bersama anaknya bisa pulang ke SBD dalam keadaan selamat termasuk dengan melakukan berbagai aksi penggalangan dana publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun marjinnews.com, IKBS Surabaya juga dibantu oleh Djaja Santoso, Presiden Direktur PT Mas Murni Indonesia Tbk untuk pemulangan Karolina itu. (AA/MN)