Figur Ini Siap Menggantikan Marianus Sae Jadi Gubernur, Jika Paket Marhaen Menang
Cari Berita

Figur Ini Siap Menggantikan Marianus Sae Jadi Gubernur, Jika Paket Marhaen Menang

MARJIN NEWS
17 May 2018

Sejak awal sampai penetapan paket oleh KPU hingga kampanye, Paket Marhaen mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTT, terutama ketika Paket Marhaen melakukan kampanye. (Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com- Apabila Paket Marhaen menang, namun Marianus Sae masih ditahan KPK dan juga ketika pengadilan menyatakan Marianus bersalah.

Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTT, Ir. Yucundianus Lepa, M.Si menyatakan, dirinya siap menggantikan Marianus Sae.

"Ketika Paket Marhaen atau Paket Marianus -Emi menang Pilgub NTT 27 Juni 2018, kemudian Pak Marianus masih ditahan KPK, atau sudah ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap atau incrah yang menyatakan Pak Marianus bersalah, maka harus ada pengganti Marianus," kata Yucundianus seperti dilansir POS-KUPANG.COM di Gedung DPRD NTT, Rabu (16/5/2018).

Menurut Yucundianus, dirinya bersedia apabila sampai selesai pemungutan suara dan Paket Marianus -Emi atau Paket Marhaen yang dinyatakan menang, maka koalisi partai politik (parpol) pengusung akan membicarakan soal paket tersebut.

"Jadi kami terus berjuang sampai finish. Namun, apabila sampai saat itu status Pak Marianus Sae sudah dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan punya kekuatan hukum tetap, maka saya siap mendampingi ibu Emi Nomleni," kata Yucundianus.

Yucundianus menjelaskan, sesuai UU mereka tidak boleh menarik dukungan, maupun mengganti calon, karena telah ditetapkan KPU.

"Ini kan tinggal tunggu waktu saja, dan semua tentu tahu bahwa dalam proses kampanye, Paket Marhaen mendapat sambutan hangat dari masyarakat," katanya.

Dia mengatakan, sejak awal sampai penetapan paket oleh KPU hingga kampanye, Paket Marhaen mendapat sambutan hangat dari seluruh masyarakat NTT, terutama ketika Paket Marhaen melakukan kampanye.

"Pada debat sebanyak dua kali, kita semua lihat bahwa paket ini punya kemampuan luar biasa. Karena itu, kami yakin Paket MS-Emi menang pilgub NTT," katanya.

Paket Marianus-Emi dalam Pilgub NTT 2018 ini diusung oleh PKB dan PDIP.

Sehari sebelum DPP PDIP mengumumkan Paket yang akan diusung, DPW PKB NTT lebih dulu melakukan jumpa pers dan menetapkan untuk mengusung Marianus- Emi.

Untuk diketahui, KPK menahan Marianus sejak 12 Februari 2018. KPK menetapkan bupati dua periode ini sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama Direktur Utama PT Sinar 99 Permai Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Marianus diduga mendapatkan suap Rp 4,1 miliar dari Wilhelmus dan menjanjikan proyek-proyek jalan tersebut dapat digarap perusahaan Wilhelmus. KPK menduga uang suap itu akan dipakai Marianus membiayai pemilihan kepala daerah Nusa Tenggara Timur 2018.

KPK menangkap Marianus bersama Ambrosia Tirta Santi, ketua tim penguji psikotes calon Gubernur Nusa Tenggara Timur, dalam operasi tangkap tangan di salah satu hotel di Surabaya, Ahad, 11 Februari 2018.

Dari tangannya, penyidik menemukan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) dan beberapa struk transaksi keuangan. Saat ditangkap, Marianus kedapatan baru menarik uang menggunakan kartu ATM itu.

Mulai 13 Mei lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Marianus Sae selama 30 hari kedepan.

"Hari ini penyidik melakukan perpanjangan penahanan mulai 13 Mei sampai 11 Juni 2018," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 8 Mei 2018. (*)

Laporan: Remigius Nahal