Esthon-Christ Akan Dorong Kemandirian Desa di NTT
Cari Berita

Esthon-Christ Akan Dorong Kemandirian Desa di NTT

MARJIN NEWS
25 May 2018

Hal tersebut disampaikan oleh Esthon-Christ beberapa saat setelah lawatan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 tersebut ke beberapa kecamatan di wilayah Manggarai Barat dan Manggarai Timur. (Foto: Tim)
Borong, Marjinnews.com - Sangat disadari, untuk mewujudkan desa mandiri bukanlah pekerjaan yang mudah.

Dinamika pembangunan desa selama ini, belum nampak adanya inovasi- inovasi desa yang membuat desa memiliki peluang untuk sejahtera dan mandiri.

Desa belum banyak yang memiliki usaha ekonomi yang dikelola bersama.

Hal tersebut disampaikan oleh Esthon-Christ beberapa saat setelah lawatan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 1 tersebut ke beberapa kecamatan di wilayah Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Ditengah kekaguman Esthon L.Funay pada kekayaan  dan potensi alam yang dimiliki oleh bumi Manggarai, mantan Wakil Gubernur NTT tersebut berharap terciptanya inovasi dan industri kreatif yang tumbuh di setiap Desa.

"Desa yang membangun adalah desa yang menyokong dan mendorong tumbuhnya jiwa interpereniur para warganya. Desa-desa di NTT, tidak saja membutuhkan perhatian di bidang Infrastruktur tetapi yang lebih penting desa dapat di fasilitasi serta dampingi agar bisa tumbuh mandiri di bidang ekonomi. Kendala yang banyak ditemui dilapangan adalah belum matangnya perencanaan pembangunan ekonomi di desa,sehingga pembenahan infrastruktur jalan desa belum mampu diterjemahkan secara baik oleh desa itu sendiri," paparnya.

Lebih lanjut Esthon L.Funay menyampaikan, berbicara ekonomi desa, tidak hanya pertumpu pada daya jual dan daya beli masyarakat tetapi sejauh mana masyarakat punya kemauan dan kemampuan menciptakan peluang-peluang ekonomi untuk melayani kebutuhan desa itu sendiri bahkan dapat di jual keluar desa.

Esthon-Christ akan mendorong pembangunan kelembagaan ekonomi lokal yang mandiri dan produktif.

Inisiatif desa membangun keberdayaan ekonomi lokal, tidak terlepas dari kemampuan desa membangun perencanaan yang konsisten, partisipatif dan disepakati dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa baik RPJMDes, RKPDes, dan APBDes.

"Saya terkesan dengan usaha ekonomi kreatif yang ada di kecamatan Poco Ranaka dengan usaha minyak cengkehnya, begitu juga dengan keberadaan kopi di Manggarai Timur yang pernah mendapat predikat kopi terbaik di indonesia," tukas Esthon.

Tambahnya, "inilah yang perlu mendapat intervensi pemerintah baik tingkat desa, kabupaten maupun propinsi agar berkelanjutan dan mendapat tempat dipasaran indonesia. Dengan brand yang dimiliki tersebut dengan sendirinya pariwisata sebagai lokomotif pembangunan NTT bisa terwujud".

Laporan: Tim
Editor: Remigius Nahal