Diduga Ada 25 Anggota ISIS Di NTT, POLRI dan TNI Diminta Cepat Bertindak

Diduga 25 orang anggota ISIS ada di NTT harus segera ditangkap. Jangan biarkan sampai terjadi pemboman baru lakukan penangkapan-penangkapa...

Diduga 25 orang anggota ISIS ada di NTT harus segera ditangkap. Jangan biarkan sampai terjadi pemboman baru lakukan penangkapan-penangkapan,” kata Ena kepada awak media di Gedung DPRD NTT, Selasa (21/05/2018). (Foto: Ilustrasi)
Kupang, Marjinnews.com –Anggota DPRD NTT, Alex Ena meminta aparat keamanan dalam hal ini Polri dan TNI untuk menangkap anggota ISIS yang diduga ada di NTT sebelum jatuh korban jiwa.

“Diduga 25 orang anggota ISIS ada di NTT harus segera ditangkap. Jangan biarkan sampai terjadi pemboman baru lakukan penangkapan-penangkapan,” kata Ena kepada awak media di Gedung DPRD NTT, Selasa (21/05/2018).

Menurut anggota Fraksi Nasdem ini, aparat keamanan sebaiknya tidak menggunakan filosofi pemadam kebakaran dimana terjadi kebakaran baru kerahkan mobil pemadam untuk memadamkan api.

“Kalau sudah ada identifikasi segera ambil langkah-langkah. Paling tidak penangkapan dulu karena sudah tahu,” tandas Ena.

Ena menambahkan, Pemerintah dan Ketua DPRD NTT perlu memfasilitasi untuk segera digelar rapat dengan aparat keamanan dan BIN guna membahas langkah antisipasi dan jangan tunggu sampai ada korban juga.

Anggota DPRD NTT lainnya, Angelino da Costa mengatakan, apa yang disampaikan Alex Ena harus segera direspon oleh Pemerintah dan aparat keamanan jika memang di NTT telah ada 25 anggota ISIS.

“Saya kira ini pernyataan dini dan persoalan serius yang harus segera direspon,” kata Anggelino.

Anggota Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, mendukung pernyataan Alex Ena dan mendesak Pemerintah dan aparat keamanan di NTT untuk segera mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Anggota DPRD NTT asal Fraksi Golkar Mohammad Ansor mengaku, telah menyampaikan kepada Kepala Badan Inteligen Daerah jika memang di NTT ada anggota ISIS sebaiknya dipulangkan saja.

Sebelumnya mantan Panglima Kodam Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak menyatakan ada puluhan hingga ratusan anggota ISIS yang pulang ke Bali dan Nusa Tenggara. 50 Anggota di antaranya berada di Bali.

"Kalaupun saya katakan ada 50 di Bali, 25 di NTT dan 600 di NTB, itu posisinya terkontrol dan dia 'tidur'," kata Komaruddin di Denpasar, Bali, pada Sabtu (19/8/2017) silam.

Komaruddin menambahkan TNI bersama Polri telah mengetahui posisi semua anggota ISIS tersebut. Mereka akan tetap dibuat 'tertidur' atau non-aktif demi stabilitas nasional dan kedaulatan Republik Indonesia.

"Jadi harus kita buat dia tertidur. Sel-sel tertidur sehingga anak sekolah bisa tetap belajar dengan baik, pemerintahan berjalan baik, pengusaha bisa berbisnis dengan baik dan wartawan juga bisa bikin berita baik-baik," ujar Komaruddin.

Komaruddin menilai warga negara Indonesia yang telah memilih ISIS daripada bangsanya sendiri itu tetap memiliki hak. Walau demikian, mereka tidak bisa lagi bergerak bebas seperti warga negara Indonesia yang setia pada bangsa sendiri.

"Dia kan haknya sebagai warga negara masih ada, walau mungkin dia menyimpang. Walaupun dari Suriah sana dia kembali ke Indonesia, bukan berarti dia bebas begitu saja. Dia terdaftar di kepolisian dan di negara, di mana alamatnya, posisinya, itu pasti termonitor," ucap Komaruddin.

Komaruddin juga menyatakan, kearifan lokal adalah kekuatan bangsa Indonesia. Kekuatan itu mampu membendung paham-paham radikal yang berlawanan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan. NKRI.

"Kearifan lokal itu kekuatan kita, supaya tertanam konsesnsus berbangsa dan tidak bisa dipengaruhi (paham radikal). Pancasila itu tetap di hati sanubari bangsa Indonesia," kata Komaruddin.

Menurut Komaruddin, paham radikal bisa masuk dan diterima segelintir anak bangsa karena ketidakpahaman atas sejarah bangsa Indonesia. Masuknya paham radikal juga disebabkan kemajemukan masyarakat Indonesia.

"Itu adalah anak bangsa, sekelompok kecil yang tidak mengerti sejarah. Kalau dia mengerti sejarah bangsa dan negara, maka dia tidak akan berbuat seperti itu. Alau ada paham negara lain masuk ke Indonesia, dia mau, karena kita heterogen dan majemuk," ujar Komaruddin.

Ditambahkan, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menangkap paham radikal adalah dengan memperhatikan sejarah yang benar. Sehingga pemahaman atas sejarah itu ditambah kearifan lokal akan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa besar.

"Anak bangsa yang tidak mengerti sejarah itu harus diperhatikan supaya dia tidak mudah dipengaruhi," ucap Komaruddin.

Pada tanggal 6/8/2015 silam, tiga orang terduga anggota jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria), ditangkap Detasemen Khusus 88 di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, diterbangkan menuju Jakarta, Kamis (6/8/2015) silam.

"Kamis pagi, jam 08.00 WITA, mereka diterbangkan dari Bandara El Tari, Kupang, menuju Jakarta, dan diantar langsung oleh beberapa penyidik Polda NTT dan beberapa anggota Densus 88 untuk diperiksa lebih lanjut," kata Direktur Kriminal Umum Polda NTT, Kombes Pol Sam Kawengian, seperti dilansir dari Antara.

Sementara itu, beberapa anggota Densus 88 masih berada di NTT untuk melakukan pengembangan dan kemungkinan akan berangkat ke Kabupaten Alor, Labuan Bajo, serta ke daerah lain dianggap menjadi sarang terduga teroris. Dia menyebutkan, ketiga terduga jaringan ISIS dari NTT tersebut adalah Syamsudin Uba (40 tahun) asal Bekasi, Zakaria Kiri (40 tahun) asal Kabupaten Alor, dan HI, seorang pria yang juga berasal dari Alor.

"Ada beberapa anggota Densus 88 yang masih bertahan di sini dan kemungkinan akan menyusuri daerah-daerah di NTT yang menjadi jalur masuknya jaringan tersebut. Saya juga belum tahu sebab ini dirahasiakan oleh mereka (Densus 88)," ujar Sam.

Tujuh anggota Densus 88 pada Selasa (4/8) tiba di Kupang untuk memeriksa dua dari tiga terduga jaringan ISIS NTT yang ditangkap di Alor pada 31 Juli.

Sebelum memeriksa kedua terduga jaringan ISIS NTT, yakni Syamsudin Ubada dan Zakaria Kiri, Densus 88 memeriksa sejumlah barang bukti yakni atribut ISIS tersimpan dalam laptop, bendera, dan lukisan ISIS, dan sejumlah alat pembuat bendera ISIS, serta logo ISIS di salah satu hotel di Kupang.

"Setelah menemukan ada yang mencurigakan dari sejumlah barang bukti tersebut, baru kemudian ketujuh anggota Densus 88 menuju ke ruangan Ditreskrimum untuk memeriksa kedua orang tersebut. Dan HI sebelumnya sudah dipulangkan karena tidak terbukti, namun kemudian dipanggil kembali untuk diperiksa dari Selasa sore sampai Rabu kemarin," ucap Sam.

Kedua orang itu diamankan Polres Alor bersama Intel Korem 1622 Alor di Kalabahi pada Jumat (31/7), setelah menyebarkan selebaran berisi ajaran ISIS kepada umat muslim di Kecamatan Pantar Barat. Mereka dianggap menghasut umat muslim di Pulau Alor, buat bergabung dengan ISIS lewat selebaran disebarkan, serta video-video ISIS yang ditemukan dalam laptop milik Syamsudin Uba.

Sam mengatakan, ketiganya dibawa ke Jakarta buat diperiksa di Mabes Polri. Sebab, jika terbukti mereka anggota ISIS dan melakukan tindakan penggalangan dan penghasutan, maka langsung disidangkan di Jakarta.

Laporan: Remigius Nahal

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,231,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,2,Berita,9,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,45,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,157,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,2,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,259,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,6,Kepemudaan,151,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,59,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,7,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,88,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,354,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,22,Pariwisata,25,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,PenaBiru,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,67,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,26,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Diduga Ada 25 Anggota ISIS Di NTT, POLRI dan TNI Diminta Cepat Bertindak
Diduga Ada 25 Anggota ISIS Di NTT, POLRI dan TNI Diminta Cepat Bertindak
https://2.bp.blogspot.com/-yVsGTT7Iieg/WwUNYIMDI8I/AAAAAAAABTw/w6nfjNGCMbEJQddyDPBze7d7dQcXGpmNACLcBGAs/s320/terduga-anggota-isis-di-kupang-dibawa-ke-jakarta-jaringannya-diburu.png
https://2.bp.blogspot.com/-yVsGTT7Iieg/WwUNYIMDI8I/AAAAAAAABTw/w6nfjNGCMbEJQddyDPBze7d7dQcXGpmNACLcBGAs/s72-c/terduga-anggota-isis-di-kupang-dibawa-ke-jakarta-jaringannya-diburu.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/05/diduga-ada-25-anggota-isis-di-ntt-polri.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/05/diduga-ada-25-anggota-isis-di-ntt-polri.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close