Bawa Spanduk "Pray for Surabaya", Penonton: Komba Junior Layak Jadi Juara IKEMAS CUP
Cari Berita

Bawa Spanduk "Pray for Surabaya", Penonton: Komba Junior Layak Jadi Juara IKEMAS CUP

MARJIN NEWS
22 May 2018


Memasuki lapangan pemain klub asal Manggarai Timur itu berbaris di sisi Utara stadion sambil membentang sebuah spanduk berlatar hitam bertuliskan "PRAY FOR SURABAYA" (Foto : Marjinnews Surabaya)

Feature, marjinnews.com - Puing-puing sisa ledakan di beberapa Gereja akibat bom Minggu (13/5) lalu masih begitu jelas membekas. Duka, cemas dan harapan akan hidup nyaman teruntai lepas begitu saja dalam setiap doa. Harus diakui, air mata yang jatuh pasca ledakan itu bak bulir-bulir rosario yang jatuh terhempas ke ubin-ubin gereja, tenang dan memunculkan sedikit bunyi gemerisik terngiang di telinga.

Pada saat yang sama beberapa kilo meter dari tempat kejadian waktu itu beberapa orang menuntaskan tugasnya menendang, merebut, menahan dan membiarkan bola bergulir seperti biasa mereka lakukan setiap minggu. Namun tidak demikian terjadi di lapangan, beberapa orang panitia mondar-mandir mencari kepastian. Belakangan kami ketahui, Rober salah satu peserta turnamen IKEMAS CUP 2018 itu menjadi salah satu korban kekejian para teroris ketika hendak mengikuti misa Minggu pagi.

Banyak isu menyebar di media sosial, bahayanya mereka mengaku bahwa mahasiswa asal Lembor, Manggarai Barat, NTT telah meninggal dunia. Padahal pemain Rana Mese itu masih dirawat di Rumah Sakit Premier, Nginden akibat terkena serpihan logam di lengan bawah dan leher akibat ledakan. Rober pun langsung dioperasi, pada jadwal besuk sore pukul 16.00 WIB waktu itu marjinnews.com menemukan Rober sudah tidak memakai infus dan sudah sedikit merasa baikan.

Terlepas dari ada tidaknya korban peserta turnamen IKEMAS CUP 2018 dalam peristiwa itu, aksi dari Komba Junior pada pertandingan Minggu setelahnya (20/5) patut diapresiasi. Pasalnya sesaat sebelum memasuki lapangan untuk meladeni pertandingan pekan ke-VI melawan REBA FC, para manager, official dan seluruh pemain klub asal Manggarai Timur itu berbaris di sisi Utara stadion sambil membentang sebuah spanduk berlatar hitam bertuliskan "PRAY FOR SURABAYA".

Hal tersebut menuai banyak pujian dari berbagai pihak di sekitar lapangan. Sebut saja Tedi (21), mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Malang, Jawa Timur itu mengaku sangat kaget dengan aksi tersebut. Menurutnya, sepak bola adalah satu-satunya tempat yang paling aman ketika berbicara toleransi.

"Keren, salut untuk KOMBA JR. Mereka seperti tengah mempraktikan lagi apa yang dilakukan oleh Yabes Ronni dkk di Bali United beberapa waktu lalu dengan cara yang berbeda. Pokoknya luar biasa, pemain bola sejatinya dapat" ucap Tedi kepada marjinnews.com pada Minggu (22/5) sore.

Sementara itu penonton lain yang diwawancarai marjinnews.com juga mengaku sangat terharu dengan aksi KOMBA JR. Ayu (19), mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya mengatakan bahwa tingkat respect paling tinggi adalah ketika kita hadir sebagai orang yang berempati tidak hanya bersimpatik.

"Komba sudah menunjukkan itu. Itu yang kita butuhkan. Meski saya bukan pecinta sepak bola tetapi ketika pemain bola menunjukkan cinta itu kita bisa apa? Saya cuma bisa bilang kalau Komba Jr. layak jadi juara. Mereka punya segalanya" ucap Ayu kepada marjinnews.com.

Tidak hanya itu, pujian juga datang dari ketua penyelenggara IKEMAS CUP 2018 Kasmir Budir. Dalam sambutannya sesaat jelang pertandingan yang memenangkan KOMBA JR 3-2 atas REBA FC, Kasmir mengaku sangat bangga dan tidak sungkan-sungkan memuji KOMBA JR yang disambut tepuk tangan para penonton.

"Terima kasih kepada teman-teman Komba Jr atas doa dan harapan akan Surabaya pada pertandingan kali ini. Kami sebagai panitia sangat bangga karena turnamen IKEMAS CUP menjadi panggung kalian menunjukkan betapa kita sangat peduli kepada korban dan kota Surabaya. Luar biasa sekali" tutupnya (AA/MN)