Warga Desa Benteng Tubi Rahong Utara Ini Mengaku Diteror Orang Misterius
Cari Berita

Warga Desa Benteng Tubi Rahong Utara Ini Mengaku Diteror Orang Misterius

MARJIN NEWS
7 April 2018

Kristina Ibus menuturkan bahwa dirinya saat ini tengah mengahadapi ancaman dan teror dari orang misterius. (Foto: Ilustrasi)
Ruteng, marjinnews.com - Kasus Rumah Murah yang terjadi di Desa Benteng Tubi Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai yang menimpa Kristina Ibus terus saja menimbulkan hal yang tidak mengesankan.

Kepada media ini, Kristina Ibus menuturkan bahwa dirinya saat ini tengah mengahadapi ancaman dan teror dari orang misterius.

"Selama seminggu ini rumah saya kerap dilempar dengan batu oleh orang yang tak dikenal. Terhitung selama sehari ini saya dengar tiga kali dilempar dengan batu yang ukurannya lumayan besar," tutur wanita paruh baya itu, sembari meneteskan air mata.

Lanjutnya, pada Jumat (6/4) kemarin saya dipanggil oleh kepala desa Benteng Tubi untuk datang ke rumahnya, tetapi saya tidak pergi. Alasan saya ialah kalau mengurus masalah, kenapa dipanggil ke rumah pribadinya, sementara Desa Benteng Tubi punya Kantor Desa. Tukas Kristina.

Terkait pengakuan Kristina yang mengatakan bahwa terhitung tiga kali staf Desa Benteng Tubi mendatangi rumahnya untuk memerintahkan agar segera menyelsaikan pembuatan lantai dari rumah miliknya itu, kami berhasil menghubungi staf Desa Benteng Tubi yakni Salbinus Yuskera. Namun pengakuan dari yang bersangkutan sangat mencenangkan. Salbinus Yuskera menerangkan bahwa dirinya tidak pernah sama sekali mendatangi rumah Kristina Ibus penerima bantuan Rumah Murah yang mengalami masalah itu.

Salbinus Yuskera dalam kerterangannya itu melanjutkan bahwa dirinya selaku staf Desa Benteng Tubi siap mengahadapi proses hukum jika saja pihak Kristina Ibus terus saja mempersoalkan masalah ini.

" Saya sama sekali tidak pernah ke rumah itu. Jika ibu Kristina tetap ngotot, kami tunggu panggilan polisi aja," ujar Salbinus Yuskera.

Untuk diketahui, polemik bantuan Rumah Murah antara Kristina Ibus dengan pihak Desa Benteng Tubi berawal dari penuduhan pihak Desa Benteng Tubi kepada Kristina Ibus yang mengatakan bahwa dirinya (red-Kristina Ibus) telah menerima bantuan senilai 30 juta dari bantuan desa. Pada hal, menurut pengakuan Kristina Ibus dirinya sama sekali tidak pernah menerima bantuan sebesar itu.

"Untuk diketahui media, saya memang menerima bantuan dari mereka, tetapi bukan berupa uang. Mereka berikan saya bantuan berupa material. Nilainya ketika dihitung tidak mencapai 10 juta, hanya 7 juta 600 ribu," jelas Kristina.

Merasa difitnah oleh kepala desa Benteng Tubi, Kristina Ibus melaporkan hal itu ke pihak Polres Manggarai. Tetapi sampai saat ini pihak Kepolisian belum mengambil langkah tegas terkait laporannya ini. (*)

Laporan: Remigius Nahal