Wah, Ternyata "Saung Ndusuk" Bukan Hanya Sekedar Sayur, Tetapi Ada Manfaat Lain, Mau Tau? Berikut Ulasanya

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Wah, Ternyata "Saung Ndusuk" Bukan Hanya Sekedar Sayur, Tetapi Ada Manfaat Lain, Mau Tau? Berikut Ulasanya

MARJIN NEWS
11 April 2018

Jika di Manggarai Ndusuk hanya dikenal sebagai sayuran, tetapi di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Madura dan Sumatera, Ndusuk lebih dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat diare, keputihan, luka bakar, sariawan dan radang usus. (Foto: Istimewa)
Lifestyle, Marjinnews.com - Ute Saung Ndusuk (Sayur Daun Senggani) menu masakan Ini hampir tak jarang lagi terdengar di telinga kita orang Manggarai Raya.

Bagaimana tidak, setiap upacara pesta orang Manggarai baik itu pesta adat, pesta perkawinan dan pesta lainnya menggunakan "ute saung Ndusuk" sebagai menu wajib disamping sayur-sayuran lainnya.

Saung Ndusuk sudah sangat akrab dengan kebudayaan orang Manggarai. Daun tanaman dari family Melastomataccae ini biasanya direbus bersama lemak daging atau dalam bahasa Manggarainya Nuru Wusak.

Tanaman dengan nama latin Melastoma malabathricum atau orang Jawa menyebutnya Senggani tumbuh liar hampir di seluruh daerah di Manggarai Raya, terutama di daerah-daerah dataran tinggi misalkan Ruteng.

Ndusuk memiliki morfologi yang mudah dikenali. Berbunga majemuk dengan mahkota bunga berlekatan dan berwarna ungu, benang sari berjumlah delapan hingga dua belas dengan panjang ± 3cm berwarna kuning bercampur putih, membuat Ndusuk tampak indah sehingga sering juga dijadikan tanaman hias.

Buah berbentuk bulat telur berwarna ungu dengan biji kecil berwarna coklat kemerahan. Tinggi tanaman ini bisa mencapai 3 meter dengan batang berkayu, berbentuk bulat, berwarna coklat dan berambut dengan percabangan simpodial.

Jika sudah tua, batangnya bisa dijadikan kayu bakar. Dari ciri fisik daunnya, Saung Ndusuk bisa dikenali dengan bentuknya yang lonjong dengan ujung lancip dan 3 tulang daun yang melengkung.

Daun tunggal berwarna hijau, bertangkai pendek, letak silang berhadapan dan permukaan yang berambut. Panjang daun berkisar 4-12 cm dan lebar 2-8 cm.

Tanaman perdu yang oleh orang Sunda disebut Harendong ini memiliki akar tunggang berwarna coklat.

Jika di Manggarai Ndusuk hanya dikenal sebagai sayuran, tetapi di daerah-daerah lain di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Madura dan Sumatera, Ndusuk lebih dikenal sebagai tanaman obat yang berkhasiat sebagai obat diare, keputihan, luka bakar, sariawan dan radang usus.

Dilansir dari tanaobat.com, Ndusuk atau senggani dapat digunakan untuk zat analgetik sebagai penghilang rasa sakit, peluruh kemih, menghilangkan pembengkakan serta menghentikan pendarahan.

Penyakit yang dapat diobati : Gangguan pencernaan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, ; Keputihan (leukorea), sariawan, haid berlebihan, wasir darah, ; Pendarahan rahim, berak darah (melena), keracunan singkong, ; Radang dinding pembuluh darah; pembekuan (tromboangitis)

Kandungan zat tanaman Harendong ini antara lain;

Komposisi : Sifat Kimia dan Efek Farmakologi dar daun Senggani ini rasanya pahit.

Kandungan Kimia : Saung Ndusuk mengandung saponin, flavonoida, dan tanin. Daun dan akar mengandung zat penyamak.

Khasiat dan maanfaat Saung Ndusuk antara lain;

Senggani berkhasiat untuk mengatasi : gangguan pencernaan makanan (dispepsi), disentri basiler, diare, hepatitis, keputihan (leukorea), sariawan, darah haid berlebihan, perdarahan rahim diluar waktu haid, mimisan, berak darah (melena), wasir berdarah, radang dinding,pembuluh darah disertai pembekuan darah didalam salurannya (tromboangitis), airsusu ibu (ASI) tidak lancar, keracunan singkong, mabuk minuman keras, busung air, dan bisul.

Kemudian Saung Ndusuk atau Sengguni ini bisa juga mengobati beberapa penyakit seperti;

Mengobati ayan (epilepsi)

8 potong akarnya, dicuci, dan digepuk. Kemudian direbus dengan 600 ml air hingga tersisa setengahnya. Saring dan minum 2x sehari (150 ml).

Mengobati Keputihan

Daun senggani segar sebanyak 2 genggam, jahe, dan bengle masing-masing seukuran ibu jari dicuci bersihlalu dipotong-potong seperlunya. Masukkan 3gelas air dan 1 sendok makan cuka, lalu direbus sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelahdingin disaring, lalu diminum 2 kali sehari, masing – masing 1 gelas.

Jahe dan bengle dapat diganti dengan 3 kuncup bunga cempaka dan 3 buah biji pinang yang tua.loading...Disentri basiler: daun senggani dan aseman (Polygonum chinense), masing -masing bahan segar sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas.

Setelah dingin disaring, lalu diminum sekaligusObat Sariawan: Daun senggani muda sebanyak 2 lembar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Daun tersebut kemudian dikunyah dengan sedikit garam, lalu airnya ditelan

Mengobati Bisul

Daun senggani segar sebanyak 50g direbus. Air rebusannya diminum, arnpasnya dilumatkan dan dibubuhkan pada bisul, lalu dibalut.Menetralkan racun: Singkong Akar atau daun senggani sebanyak 60 g direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu minum sekaligus.

Pendarahan rahim

Biji senggani sebanyak 15g digongseng (goreng tanpa minyak)sampai hitam lalu direbus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring dan diminum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Lakukan setiap hari sampai sembuh. Obat mencret: 5 lembar daun, dicuci bersih dengan air matang, dikunyah dengan sedikit garam, dan telan.

Penulis: Remigius Nahal