Sentil Dana Desa, Christ Rotok: SDM Menjadi Kunci Dalam Pengelolaan Dana Desa
Cari Berita

Sentil Dana Desa, Christ Rotok: SDM Menjadi Kunci Dalam Pengelolaan Dana Desa

MARJIN NEWS
2 April 2018

Menurut mantan Bupati Manggarai Dua periode itu bahwa satu kelemahan dalam penggunaan dana desa hingga terjadi masalah dalam pelaporan untuk pertanggungjawaban penggunaan keuangan tersebut adalah akibat, lemahnya SDM pengelolaan keuangan desa. (Foto: Tim)
Borong, Marjinnews.com - Pelaksanaan Dana Desa Tahun 2018 yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Desa dan PDTT RI Nomor 19 Tahun 2017 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2018.

Hal tersebut merupakan konsistensi dari Pemerintah pusat untuk mewujudkan desa yang tertib dalam pengelolaan dana desa, sehingga dana desa dapat membantu percepatan pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar di desa. 

Demikin kata calon Wakil Gubernur NTT nomor urut Satu Drs. Christian Rotok di sela-sela kampanye paket Esthon-Christ di Kampung Jawang dan Wae Lengga Manggarai Timur belum lama ini.

Menurut mantan Bupati Manggarai Dua periode itu bahwa, satu kelemahan dalam penggunaan dana desa hingga terjadi masalah dalam pelaporan untuk pertanggungjawaban penggunaan keuangan tersebut adalah akibat, lemahnya SDM pengelolaan keuangan desa.

"Jangan sampai para kepala desa kita bermasalah dengan hukum hanya gara-gara lemahnya sistim pelaporan dan tidak terdapatnya tenaga-tenaga perencanaan pembangunan di desa. Karenanya kedepan kita akan rekrut tenaga-tenaga Akuntan atau tenaga perencanaan dan lainya yang cakap sesuai kebutuhan desa untuk diperbantukan disemua desa NTT dengan honor Rp.3 juta/bulan, hal tersebut mutlak diperlukan sehingga desa-desa kita bukan saja bisa maju tapi harus bisa menjadi desa yang sehat dan Jika dapat terealisasi maka akan ada 3.270 putra dan putri terbaik kita bisa berkarya di NTT," jelas Rotok.

Sementara untuk menjawab pertanyaan dari beberapa guru kontrak propinsi mengenai nasib mereka, pasangan Esthon-Christ menyampaikan hampir disemua titik pertanyaan ini diberikan kepada kami dan kita sangat prihatin.

"Karena itu, kepada beberapa anggota dewan dari partai pengusung (Gerindra & PAN) kami juga sudah sampaikan, bahwa ini bukan masalah sepele, jangan pikir soal 1 atau 2 orang guru saja tapi soal nasib ratusan istri dan anak-anak dari Guru-guru yang telah di alihkan tanggung jawabnya ke propinsi sesuai regulasi harus ada solusinya," terangnya.

Christian Rotok mengharapkan agar, Pemerintah Kabupaten bersama DPRD diharapkan jangan tinggal diam, harus ada pressure.Lebih baik para guru terima gaji sesuai keuangan daerah ketimbang tidak terima gaji berbulan-bulan yang mengakibatkan mereka terlilit utang. ini jadi perhatian serius Esthon-Christ kedepan, tutup Rotok. (Tim/RN/MN)

Laporan: Oswaldus Sirno
Editor: Remigius Nahal