Tradisi Intelektual Aktivis

Aktivis tidak hanya pandai bermain politik dan sekedar menjadi pelaku politik, dan barangkali banyak diantaranya melamar sebagia pekerja p...

Aktivis tidak hanya pandai bermain politik dan sekedar menjadi pelaku politik, dan barangkali banyak diantaranya melamar sebagia pekerja politik yang kemudian mudah di giring kemana-mana, namun Ia mesti menjadi negarawan dan konseptor politik. (Foto: Dok.Pribadi)

"Aktivis yang sesungguhnya ialah mereka yang tidak semata memiliki sense of politic, melainkan juga memiliki sense of intelectual"

Adigium di atas serentak menggugat keras eksistensi para aktivis yang juga tengah menyandang predikat Mahasiswa, agar bangun dari ketertiduran panjang intelektualnya. Implikasi yang bersifat fundamental antara kepekaan politik (sense of politic) dan kepekaan intelektual  (sense of intelectual) merupakan hal yang paling radikal dalam tubuh aktivis.

Hal ini mengandaikan sebuah kemesrahan yang disahkan oleh keduanya. Sehingga kepekaan politik tidaklah cukup ketika kepekaan intelektual dikubur dan ditenggelamkan dalam aras tidak mau tahu.

Aktivis tidak hanya pandai bermain politik dan sekedar menjadi pelaku politik, dan barangkali banyak diantaranya melamar sebagia pekerja politik yang kemudian mudah di giring kemana-mana, namun Ia mesti menjadi negarawan dan konseptor politik. Jiwa seorang aktivis harus dipenuhi benih-benih intelektual yang kemudian mampu membawanya menjadi pribadi yang cerdas.

Kecerdasan intelektualnya tentu akan membangkitkan kembali semangat ilmiah sebagai seorang mahasiswa yang kadang "lari" dari sebuah diskursus ilmiah. Pribadi yang cerdas, bukan hanya sanggup membaca aneka patologi sosial yang tengah menjamur, namun Ia sanggup pula menerjemahkan itu dalam bentuk pencarian solusi melalui jalur diskursus. Hemat saya, tesis ini akan mengalami keterpaduan ketika sejenak menoleh dan meneropong demokrasi kita.

"Bingkai Penantian Demokrasi"

Ketika kita melacak realitas demokrasi mutakhir yang kerap tampil ke hadapan publik, akan lahir kegelisahan panjang sekaligus sebuah  antitesa yakni sesungguhnya kita sedang berada dalam sebuah penantian demokrasi. Demokrasi yang sesungguhnya belum terwujud. Kita hanya akan terus berjalan menuju demokrasi.

Aras Demokrasi masih mengalami kepincangan. Max Regus, seorang rohaniwan Khatolik mengurai kepincangan demokrasi akibat pertemuan antara dua kekuatan besar dalam tubuh demokrasi yakni penguasa dan pengusaha. Keduanya telah membangun jaringan korporasi tingkat tinggi dengan sebuah perjanjian-perjanjian politik.

Di tengah konsensus yang dibangun kedua raksasa demokrasi ini, rakyat kehilangan arah gerak dan perhatian. Perhatian Negara dalam hal ini penguasa, terfokus pada mempertahankan status dan jabatannya dengan memperkuat jaringan kerjasama tersebut. Demokrasi yang sejatinya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat telah dipolitisir dalam sebuah keriminalisasi politik penguasa versus pengusaha. Lantas, siapakah yang tampil untuk merobohkan menara gading kemapanan korporasi yang dibangun para raksasa ini?

"Terjemahan eksistensi aktivis"

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran aktivis yang juga adalah mahasiswa sangat menentukan arah kehidupan sosial berbasiskan keadilan demi terciptanya demokrasi substansial. Untuk mewujudkan hal ini bukanlah perjuangan yang muda. Tentu harus didasari rasa optimisme dan rasa kebangsaan yang tinggi. Namun muncul sebuah pertanyaan baru, apakah seorang aktivis mampu bergumam tentang keadilan demi sebuah ideal demokrasi yang sesungguhnya tanpa sebuah kapasitas intelektual yang mendasarinya? Tentu tidak.

Seorang aktivis mahasiswa mesti sanggup menyenandungkan syair keadilan di tengah perhelatan politik dengan dalil-dalil argumentasi yang valid dan dapat diterima publik yang kemudian mampu mempengaruhi opini publik itu sendiri. Ia tidak hanya sanggup berkoar dengan suara nyaring dan keras tanpa menciptakan ruang diskursus publik untuk mengukur sejauh mana validitas suara yang diteriakannya itu mampu merangsang publik secara komprehensif.

Aktivis mahasiswa hendaknya tidak pernah boleh menepis sebuah perbincangan dan perdebatan intelektual di ruang publik. Dia harus senantiasa hadir dalam diskursus tersebut.

"Opsi Terakhir"

Keberkualitasan demokrasi akan di ukur dalam sebuah ruang diskursus publik dengan mengedepankan rasionalitas publik secara objektif, yang mana mestinya dipahami dan diterima publik. Sangat disayangkan bila para aktivis mahasiswa hanya mampu berkompetensi dalam sebuah perhelatan politik artifisial, yang mana substansial dari politik itu sendiri dikelabui.

Kompetisi politik demikian sesungguhnya telah mencederai nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi karena rasionalitas yang dipakai adalah rasionalitas instrumental yang menggunakan akal budi atau rasio sebagai alat untuk mencapai interese-interese pribadi.

Barangkali kita tidak semakin digerus oleh tradisi politik sarat kepentingan, dan mungkin kita mesti sanggup membuka horizon berpikir kita untuk senantiasa membincangkan keadilan dan kebenaran serta kebaikan secara holistik dan objektif tentunya dalam ruang dialektika ilmiah, sehingga kemudian mampu menciptakan dalil-dalil argumentasi yang valid dan bermanfaat secara umum.

Bukan saatnya lagi kita ditiduri dalam sebuah persaingan nirmakna. Sudah saatnya kita menghidupi tradisi Intelektual dalam tataran organisasi maupun kampus,  sehingga predikat Mahasiswa atau aktivis bukanlah sebuah predikat artifisial, melainkan predikat substansial.

Oleh: Rendy Stevano,
Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Maumere St. Thomas Morus Periode 2016/2017.

COMMENTS

Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Agraria,1,Ahmad Dhani,1,Ahok,25,Aktivis,3,Alam,3,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,230,Asmat,4,Asusila,5,Badung,9,bahasa,1,Bali,100,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,16,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,2,Berita,5,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,43,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,144,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,453,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,23,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,DPRD,1,E-KTP,4,Editorial,41,Edukasi,1,Ekonomi,6,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,13,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,5,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,24,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,45,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,4,Internasional,15,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,JK,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,244,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,1,Kemanusiaan,68,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,143,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,15,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,58,KPK,13,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,56,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,42,Lakalantas,9,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,2,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,15,lombok,1,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,39,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,86,Manggarai Barat,8,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,4,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,musik,1,Narkoba,7,Nasional,240,Natal,19,Ngada,5,Novanto,1,Novel,15,NTT,117,Nyepi,2,Olahraga,12,Opini,344,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,24,Partai Politik,24,Paskah,4,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,88,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,23,Perindo,1,Peristiwa,864,Peritiwa,2,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,2,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,22,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,23,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,81,Politikus,6,POLRI,6,PP PMKRI,1,Pristiwa,26,Prosa,1,PSK,1,Puisi,65,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,2,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,10,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,23,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,3,Sospol,42,Start Up,1,Sumba,12,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,10,Tenun Manggarai,2,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Tokoh,16,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,3,traveling,7,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Tradisi Intelektual Aktivis
Tradisi Intelektual Aktivis
https://3.bp.blogspot.com/-4VLnRkzqCAs/WtLbpMSXJII/AAAAAAAAAmI/ZCc6S7YJNeQVZD-R0Hh1VZAYN35eF9TKQCLcBGAs/s320/IMG-20180415-WA0014.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-4VLnRkzqCAs/WtLbpMSXJII/AAAAAAAAAmI/ZCc6S7YJNeQVZD-R0Hh1VZAYN35eF9TKQCLcBGAs/s72-c/IMG-20180415-WA0014.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/tradisi-intelektual-aktivis.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/tradisi-intelektual-aktivis.html
true
971126874416220402
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy