Siswi SMA di Kupang Berkelahi Diduga Berebut Pacar, Ketua Dewan Pendidikan NTT: Masalah Pendidikan Karakter
Cari Berita

Siswi SMA di Kupang Berkelahi Diduga Berebut Pacar, Ketua Dewan Pendidikan NTT: Masalah Pendidikan Karakter

MARJIN NEWS
16 April 2018

Video perkelahian antarsiswi yang diunggah oleh akun facebook Rafael ke group Veki Lerik itu langsung menuai banyak respon dari warganet. (Foto: Capture Video)
Kupang, marjinnews.com - Viralnya video perkelahian antar dua pelajar yang diduga akibat berebut pacar pada Minggu, 15 April 2018 mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTT, Drs. Simon Riwu Kaho.

Video perkelahian antarsiswi yang diunggah oleh akun facebook Rafael ke group Veki Lerik itu langsung menuai banyak respon dari warganet.

Menurut Simon, perkelahian antarsiswa di SMAN 7 Kupang membuktikan kegagalan pendidikan karakter di sekolah. Selain itu, para siswa yang bertikai juga telah menciderai tata tertib di sekolah.

Dilansir Pos Kupang pada Senin (16/4/2018), Riwu Kaho mengatakan bahwa seharusnya saat ini pendidikan karakter telah mengakar di setiap sekolah yang menerapkan kurikulum 2013.

"Tapi kalau saat ini masih ada siswa atau warga sekolah yang melakukan perbuatan tidak terpuji, maka itu bukti penerapan pendidikan karakter belum maksimal," kata Riwu Kaho.

Dijelaskannya, kasus di SMAN 7 itu bukti bahwa pendidikan karakter perlu ditingkatkan. Dikatakannya, sekolah harus menjaga agar tidak ada ancaman yang menciderai kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan sekolah, termasuk perkelahian antarsiswa dalam berbagai motif.

"Siswa yang bertikai ini harus diatasi dan dicarikan solusi secara cepat, karena akan terbawa terus. Kita berharap persoalan ini harus jadi perhatian serius pemerintah," katanya. (EC/MN)