Sepasang Mata untuk Kekasihku
Cari Berita

Sepasang Mata untuk Kekasihku

MARJIN NEWS
12 April 2018

Aku harap mata ini akan berhenti meneteskan air mata ketika melihat senyummu nanti (Foto: Tasya Harman).
Ayuni, ku kirimkan kepadamu sepasang mataku ini yang masih berlumuran darah dan air mata yang terus saja mengalir. Aku tahu kamu pasti bingung dengan semua hal bodoh yang aku lakukan untuk kesekian kalinya.

Aku harap mata ini akan berhenti meneteskan air mata ketika melihat senyummu nanti.

Aku tahu, kamu pasti bingung dengan semua yang aku lakukan selama ini. Baiklah, akan aku ceritakan sedikit tentang kebodohan ini. Kamu pasti masih ingat, sejak jumpa kita pertama di bawah rembulan malam di sebuah taman, aku lansung jatuh cinta padamu. 

Saat itu, aku sibuk mengejar bintang yang jatuh. Banyak yang percaya bahwa bintang jatuh adalah kompas untuk menemukan cinta sejati dan dapat mengabulkan segala harapan. Tanpa sengaja aku menabrakmu dan seketika bintang itu hilang dari pandanganku. Aku masih ingat, kamu begitu emosi saat sebuah buku kumpulan puisi milikmu tak sengaja ku injak.

"kalau jalan itu liat ke depan bukan ke langit, memangnya kamu jalan di langit” katamu saat itu. Lucu juga kala aku mengingat wajahmu saat sedang marah.

Aku lihat kerutan di dahi yang menyiratkan kepadaku bahwa segera meminta maaf kepadamu.  Bahkan ketika engkau menamparku karena lancang menanyakan pacarmu, aku masih tersenyum dan bahagia. Kamu cantik soalnya.

Ayuni yang selalu aku doakan
Ku kirimkan kepadamu sepasang mata ini agar engkau tahu bahwa inilah sebab dari semua akibat yang membuatku jatuh cinta kepadamu.

Kamu tahu sejak mata ini memandangmu untuk pertama kali dia lansung mengirimnya dalam ingatanku. Dan sejak saat itu kepalaku penuh dengan sajak-sajak yang menceritakan tentang kecantikanmu.

Maka jangan pernah engkau tanya lagi dari mana semua kata-kata yang ku kirimkan setiap hari kepadamu semua jawabannya pasti bermuara kepadamu. Pernah sekali, saat aku masih khusyuk berdoa, aku sempatkan diri untuk bertanya kepada Tuhan mengapa dia menciptkanmu begitu sempurna di mataku.

Ayuni yang selalu aku impikan,
Ku kirimkan sepasang mata kepadamu agar engkau tahu betapa aku sangat mencintaimu dan menginginkanmu. Maaf ku harus lancang mengatakan hal ini, tapi ku tak dapat membohongi hati dan tak bisa ku bendung perasaan cinta kepadamu yang semakin detik bertambah.

Bahkan yang lebih menyakitkan adalah wajahmu yang setia hari dalam mimpi dan bercumbu mesrah denganku lalu menghilang seketika.  Dan meninggalkanku dalam rasa yang begitu menyakitkan saat harus mengejarmu dalam angan-angan  yang pada akhirnya ku tak dapat  memilikimu.

Ayuni bunga tidurku,
Ku kirimkan kepadamu  sepasang mata agar engkau mengetahui betapa besar cintaku kepadamu. Saat ku dengar kabar bahwa engkau akan tunangan dengan lelaki lain dan memutuskan tali cinta denganku hatiku begitu hancur. Tak ada hal yang dapat kulakukan ketika kabar itu masuk dalam telingaku.

Aku tak bisa bangkit dari pembaringan hanya karena meratapi kepergianmu. Banyak datang mengunjungiku dan menasihatiku seolah-olah mereka tahu apa yang kurasakan. Hingga akhirnya kumemutuskan untuk mencabut kedua bola mataku dan mengirimkannya untukmu sebagai tanda bahwa aku masih memilikimu.

Aku hanya selalu berharap semoga engkau memajang mataku ini di dalam kamarmu agar aku bisa tersenyum di sini ketika mataku melihat senyumu di sana. Atau menangis saat mataku melihatmu bercumbu mesra di atas ranjang.

Akhirnya aku hanya ingin mengatakan bahwa ijinkanlah aku untuk memilikimu dengan mataku dan menyangimu dengan hatiku. Kalak jika nanti kau memiliki anak berikanlah mata ini sebagai mainan mereka agar mereka bisa tahu bagaimana cara mata ini memandangmu lebih dalam

Ruteng, 10 April 2018

Oleh: Klaudius Marsianus Juwandy
marjinnews.com Ruteng

*) Penulis adalah mahasiswa STKIP Santu Paulus Ruteng Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ingin lebih dekat dengan penulis bisa melalui media sosial Facebook atas nama Arsi Juwandy, WA dengan Nomor 085338242730 atau bisa kunjungi blog pribadi Arsijuwandy@blogspot.com