Sadisnya Bapak Ini, Selama Empat Tahun Cabuli Anaknya, Bisa Sampai Dua Kali Sehari
Cari Berita

Sadisnya Bapak Ini, Selama Empat Tahun Cabuli Anaknya, Bisa Sampai Dua Kali Sehari

MARJIN NEWS
19 April 2018

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi adik ibu korban. Dari sanalah polisi melakukan pengembangan dan akhirnya mengamankan pelaku. (Foto: Ilustrasi)
Batam, Marjinnews.com - Fakhrudin (47), pelaku pemerkosaan terhadap anak tirinya ternyata selalu mengancam akan membunuh korban apabila melaporkan hal yang dialaminya itu.

Hal ini ditegaskan Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki saat konferensi pers di Mapolresta Barelang, Rabu (18/4/2018) siang.

Hengki mengatakan, dalam aksinya, pelaku bisa sampai dua kali melakukan aksi bejat terhadap anak tirinya itu dalam sehari.

"Rata-rata dilakukan pelaku saat ibu korban sedang memulung. Saat melakukan aksinya, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban jika melaporkan kejadian ini kepada orang lain," ungkap Hengki.

Tidak itu saja, pelaku juga selalu mengancam korban apabila tidak mau melayani pelaku.

"Jadi pelaku ini setiap harinya mengancam mau membunuh saja kepada korban," kata Hengki.

Hengki mengaku, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi adik ibu korban. Dari sanalah polisi melakukan pengembangan dan akhirnya mengamankan pelaku.

Tidak saja mengancam korban, pelaku juga mengancam ibu korban yang tak lain adalah istrinya sendiri.

"Istrinya pernah memergoki pelaku saat menggagahi anaknya, tetapi lagi-lagi pelaku mengancam istrinya jika melaporkan hal ini kepada orang lain," terang Hengki.

Lebih jauh, Hengki mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan tindakan asusila itu sejak anak tirinya berusia 10 tahun hingga 14 tahun.

"Jadi, selama empat tahun itu pelaku melakukan perbuatan asusila kepada anak tirinya," ucap Hengki.

Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan korban dan ibunya masih menjalani perawatan psikologis untuk pemulihan kejiwaan mereka yang selama ini selalu mendapatkan tekanan dan ancaman dari pelaku.

"Pelaku kami jerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar," ujarnya.

Korban Sampai Putus Sekolah

Menanggapi hal itu Erry Syahrial, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri ditemui usai pendampingan korban di Mapolresta Barelang mengatakan, korban inisial LT dicabuli Fakhurudin, ayah tirinya sejak korban berusia 9 tahun. Kini korban sudah berusia 13 tahun.

"LT dicabuli oleh Fakhrudin yang tak lain adalah ayah tirinya sejak ia masih berusia 9 tahun. Selama 4 tahun, LT harus jadi budak nafsu Fakhrudin karena terus diancam akan dibunuh," kata Erry Syahrial, Selasa (17/4/2018).

Saat awal dicabuli ayah tirinya, lanjut Erry, korban masih duduk di bangku kelas tiga SD. Hingga kelas satu SMP, korban masih jadi budak nafsu ayah tirinya.

"Tapi sekarang korban tidak bersekolah lagi, karena korban mengaku malu dengan apa yang dialaminya. Bahkan saat ini korban dalam perlindungan KPPAD Kepri," ungkap Erry.

Erry menceritakan, perbuatan bejat tersebut kerap dilakukan tersangka di rumahnya saat sang istri atau ibu korban yang berprofesi sebagai pemulung tengah bekerja. Terkadang juga tersangka mencabuli korban saat istrinya berada di rumah.

"Kalau malam hari, pelaku melakukan aksi bejatnya ketika istrinya sudah tidur. Pernah juga kepergok, namun karena diancam akan dibunuh, jadi ibu korban mendiamkannya," jelasnya.

Sampai saat ini, korban dan ibunya dalam perlindungan KPPAD. Keduanya mengalami trauma mendalam.

"Kami terus berikan pendampingan dan assesment kepada korban untuk membantu memulihkan rasa traumanya," ujar Erry.

Saat ini, Fakhrudin sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Kasus ini dilaporkan sejak 25 Maret 2018 lalu. Pelaku sempat melarikan diri selama kurang lebih dua minggu. (RN/MN)