Polemik di Yayasan Dwijendra, Ratusan Orang Tua Murid Siap Datangi Polda Bali
Cari Berita

Polemik di Yayasan Dwijendra, Ratusan Orang Tua Murid Siap Datangi Polda Bali

MARJIN NEWS
26 April 2018

Keterlibatan orang tua murid dan komite dalam mengawal kasus ini untuk mempercepat proses hukum terhadap oknum pembina Yayasan yaknj Karlota dan Satia Negara yang melakukan tindakan penyelewengan dana yayasan yang jumlahnya hampir mencapai 1 miliar. (Foto: Marjinnews Bali)
DENPASAR, Marjinnews.com - Komite Yayasan Dwijendra Denpasar menggelar rapat dengan orang tua murid pada, Rabu (25/4) di Aula Yayasan Dwijendra. Hadir dalam rapat tersebut yakni ratusan orang tua wali siswa, sejumlah anggota komite, guru-guru, kepala sekolah, perwakilan Yayasan Dwijendra, dan kuasa hukum komite.

Rapat tersebut untuk membicarakan terkait langkah yang harus diambil oleh komite dalam mengawal kasus dana yayasan yang sedang bergulir di Polda Bali. Salah satu kuasa hukum komite Yulius Benyamin Seran menjelaskan saat ini komite bersatu mengawal kasus ini mulai dari pelaporan di Polda Bali hingga proses sidang di Pengadilan Negeri, Denpasar. "Komite bersatu agar (kasus) ini segerah di P21 kemudian diserahkan ke kejaksaan sehingga bisa disidangkan," ujar Benyamin Seran dihadapan orang tua murid.

Menurutnya keterlibatan orang tua murid dan komite dalam mengawal kasus ini untuk mempercepat proses hukum terhadap oknum pembina Yayasan yaknj Karlota dan Satia Negara yang melakukan tindakan penyelewengan dana yayasan yang jumlahnya hampir mencapai 1 miliar.

Benyamin Seran mempertanyakan dengan beredarnya SK kepengurusan yayasan yang baru. Pasalnya, SK tersebut dibuat setelah adanya Mosi tidak percaya terhadap mantan Pembina Yayasan, Karlota yang sedang dilaporkan ke Polda Bali karena melakukan penyelewengan dana yayasan. "Ada mosi tidak percaya kepada kedua oknum ini (Karlota dan Satia Negara). Anehnya justru mengeluarkan SK mengambil alihn kepengurusan (yayasan) yang sah. Karena itu kita perlu mengawasi dan memonitor," ujar Benyamin Seran.

Benyamin menegaskan bahwa memproses hukum terhadap dua oknum pembina yayasan (Karlota dan Satia Negara) dengan dengan didasari alat bukti yang sah berupa kwitansi. "Penyidikan sudah dimulai dan sudah ada pemanggilan saksi-saksi. Jumlah uang yang di ambil hampir 1 M. Dana yang seyoganya untuk kepentingan yayasan dan kegiatan yayasan tapi digunakan untuk kepentingan pribadi. Sejauh ini kinerja dari kepolisian cukup baik. Terlapor dan saksi-saksi sudah dipanggil," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum yang lainnya, Siti Sapurah menjelaskan bahwa kasus penyelewengan dana oleh dua oknum pembina yayasan tersebut sesunghuhnya merupakan tindakan yang merusak moral yayasan. "Moral yayasan sudah tercederai dengan kasus korupai yang dilakukan oleh oknum pembina Yayasan," ujar Ipung.

Laporan: Saverinus Suryanto
Editor: Remigius Nahal