$type=carousel$cols=3

Polda NTT Diduga Lindungi Iptu Aldo yang Nakal, TPDI Audiensi dengan KOMPOLNAS

Hasil Gelar Perkara, sudah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan uang Rp. 50 juta tersebut kepada Iptu Aldo Febria...

Hasil Gelar Perkara, sudah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan uang Rp. 50 juta tersebut kepada Iptu Aldo Febrianto bahkan tidak berniat untuk menuntut Iptu Aldo Febrianto secara hukum (Foto: Istimewa)
Jakarta, marjinnews.com - Pasca menerima beberapa surat secara berturut-turut dari Kompolnas, TPDI dan Forum Masyarakat NTT akhirnya angkat bicara menyikapi surat bernomor B-520/Kompolnas/4/2018, tertanggal 16 April 2018, yang menginformasikan penjelasan Polda NTT sebagai tindak lanjut dari hasil pelaksanaan gelar perkara pada tanggal 19 Maret 2018, tentang perkembangan Penyelidikan Kasus Dugaan Pemerasan Hasil OTT Propam Polda NTT terhadap Iptu Aldo Febrianto, SIK dengan korbannya Yustinus Mahu.

Kepada marjinnews.com pada Selasa (24/4) siang TPDI dan Forum Masyarakat NTT mengapresiasi kinerja Kompolnas atas kesungguhan dan konsistensinya dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan amanat UU, terutama merespons keluhan masyarakat.

Mereka mengaku akan sesegara mungkin melakukan audiensi dengan KOMPOLNAS untuk menyampaikan beberapa pandangan sekaligus tanggapan terhadap perkembangan penyelidikan kasus OTT tersebut. Menurut mereka ada kecenderungan kuat dari Polda NTT untuk menutup kasus dugaan pidana ini dan hanya diarahkan pada penyelesaian melalui instrumen Penegakan Disiplin Internal Polda dengan memanfaatkan posisi rentan Yustinus Mahu sebagai korban.

Dalam rilis yang diterima marjinnews.com, ada setidaknya tiga indikator dari hasil gelar perkara Penyelidik dan Propam Polda NTT, tanggal 19 Maret 2018 yang mengarah kepada upaya pelemahan terhadap proses pidana untuk menghentikan penyelidikan, sekaligus menegasikan harapan dan rasa keadilan publik.

Ketiga indikator tersebut menurut TPDI dan Forum Masyarakat NTT adalah sebagai berikut:

1. Sdr. Yustinus Mahu sebagai korban, tidak berniat memberikan uang Rp. 50 juta yang diduga atas permintaan Iptu Aldo Febrianto.

2. Sdr. Yustinus Mahu berkeinginan agar perkara tsb. tidak dilanjutkan secara hukum, kecuali hanya ingin diselesaikan melalui instrumen Penegakan Disiplin di Internal Polri.

3. Pendapat ahli hukum pidana dari Undana Dr. Pius Bere, SH. M.HUM bahwa peristiwa pemberian uang dari Sdr. Yustinus Mahu kepada Iptu Aldo Febrianto tidak memenuhi unsur tindak pidana umum pasal 368 ayat (1) KUHP dan Pidana Korupsi.

"TPDI, Forum Pemuda NTT di Jakarta dan Masyarakat Manggarai sangat berkeberatan dengan cara penanganan kasus OTT Propam dan Penyidik Polda NTT yang terkesan bertele-tele, melindungi kepentingan korps, melanggar  Peraturan KAPOLRI No.14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana, karena terdapat indikasi bahwa sebuah rekayasa sedang dirancang demi melindungi Iptu Aldo Febrianto dan korps Kepolisian dengan mengkapitalisasi posisi Yustinus Mahu yang rentan terhadap bayang-bayang akan dijadikan Tersangka suap" tulis TPDI dan Forum Masyarakat NTT dalam rilisnya tersebut.

"Korban Yustinus Mahu diduga diarahkan untuk tidak melanjutkan tuntutannya terhadap Iptu Aldo Febrianto, sambil melihat reaksi publik. Padahal kelanjutan penangan kasus pidana, apalagi pidana korupsi, tidak boleh bergantung kepada niat korban yang merasa diperas atau memberi suap, apalagi konten kasus ini adalah Tindak Pidana Umum dan/atau Tipikor, bukan delik aduan. Sehingga penyelesaiannya tidak boleh diserahkan pada kehendak korban Yustinus Mahu yang diperkuat dengan pendapat ahli hukum pidana yang sangat subyektif" sambung mereka.

Adapun Yustinus Mahu menurut penjelasan Hasil Gelar Perkara, sudah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan uang Rp. 50 juta tersebut kepada Iptu Aldo Febrianto bahkan tidak berniat untuk menuntut Iptu Aldo Febrianto secara hukum.

Hal ini mengindikasikan bahwa Yustinus Mahu ingin menegaskan jika yang punya niat mendapatkan uang dari dirinya datang dari Iptu Aldo Febrianto dan kewenangan menuntut secara hukum ada pada Polda NTT untuk menindak anak buahnya yang nakal, apalagi Iptu Aldo Febrianto kala itu menduduki jabatan startegis yaitu selaku Kasatreskrim Polres Manggarai.

"Yustinus Mahu boleh saja berkeinginan tidak menuntut bahkan mencabut Laporan Polisi dan semua keterangannya yang sudah di BAP sekalipun, tetapi kasus Pemerasan atau Suap yang di OTT ini bukan delik aduan, bukan kepentingan pribadi Saudara Yustinus Mahu tetapi kasus OTT Propam Polda NTT adalah kasus publik dan kepentingan umum, karena itu sikap tegas, profesional, jujur dan konsisten dari Penyidik dan Propam Polda NTT harus dikedepankan dan ditunggu Publik NTT" tulis mereka.

Menanggapi hal ini sebagai persoalan serius maka akan ada audiensi antara TPDI dan Forum Masyarakat NTT dengan pihak Kompolnas yang rencananya akan dilaksanakan pada Jumat, 27 April 2018 di Jln. Tirtayasa VII No. 20, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sementara itu, audiensi yang dilaksanakan mulai pukul 10 WIB itu juga akan dihadiri oleh beberapa Tokoh Masyarakat, Tokoh Pers NTT dan Praktisi Hukum asal NTT di Jakarta sebanyak 20 orang. (AA/MN)

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bedah Buku,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,136,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,223,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,791,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Polda NTT Diduga Lindungi Iptu Aldo yang Nakal, TPDI Audiensi dengan KOMPOLNAS
Polda NTT Diduga Lindungi Iptu Aldo yang Nakal, TPDI Audiensi dengan KOMPOLNAS
https://1.bp.blogspot.com/-nwEWG5ad-FI/Wt66ZBKtrHI/AAAAAAAADgc/9DbhiZ-U6AApSYW2s11cN-wV7l47WF7_ACLcBGAs/s320/OTT%2BIPTU%2BAldo.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-nwEWG5ad-FI/Wt66ZBKtrHI/AAAAAAAADgc/9DbhiZ-U6AApSYW2s11cN-wV7l47WF7_ACLcBGAs/s72-c/OTT%2BIPTU%2BAldo.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/polda-ntt-diduga-lindungi-iptu-aldo.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/polda-ntt-diduga-lindungi-iptu-aldo.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy