Pojok Aquinas : Pendidikan Indonesia Kehilangan Nyawanya

Foto bersama, pemateri dan beberapa peserta diskusi yang hadir usai melakukan diskusi (foto : Mas Atan)

Yogyakarta, Marjinnews.com - Pendidikan sebagai alat reproduksi sosial dan sosial kontrol, kini masih terkapar dalam cengkraman kekuasaan dominan yang ironinya turut mereproduksi dan memperdalam ketimpangan sosial.

 Pendidikan yang dilihat dan diharapkan sebagai jalur emansipasi, masih belum mampu membawa keluar masyarakat dari keadaan terpuruk dan tertindas. 

 Kerja kekuasaan itu, tampak dalam bangunan sistem pendidikan yang sentralistik dan belum akomodatif terhadap kebutuhan masing-masing daerah.  Ditambah, kebiasaan ganti menteri ganti kurikulum. Hal tersebut diungkapkan oleh Roy Nabal yang menjadi pemantik dalam diskusi Pojok Aquinas PMKRI Jogja  yang bertemakan "Pendidikan". Pada, Rabu (25/4)

Lebih lanjut, Mahasiswa Magister Manajemen tersebut menilai kondisi pendidikan nasional saat ini telah kehilangan nyawanya. Corak pendidikan kolonial yang ekspolitatif dan kapitalistik masih terawat baik. Lembaga pendidikan berlomba-lomba mengais profit ekonomi ketimbang menghasilkan penelitian, pengabdian dan pembinaan. 

Lebih ironinya, ia melihat situasi pendidikan di Indonesia terjangkit virus mistisfikasi politik isue SARA. Menurutnya, begitu banyak peristiwa di lingkungan pendidikan terjangkit isue SARA. Mulai dari masalah penolakan ketua OSIS beda agama, penolakan guru beda agama dan sebagainya. Situasi ini baginya sangat mencedrai kebinekaan Indonesia.

Ia mengharapkan agar lembaga pendidikan tetap inklusif, tetap menjadi laboratorium demokrasi dan upaya pengawasan dari pemerintah melalui penambahan jumlah tenaga pengawas menjadi hal yang dibutuhkan. 

Selain itu, Tilda Galo yang juga adalah pemateri dalam diskusi Pojok Aquinas dalam menyoal kondisi pendidikan nasional terhadap perjuangan emansipasi perempuan dinilainya belum menyediakan kondisi yang kondusif. Masih lekatnya praktik patriarkal dalam dunia pendidikan saat ini.

Tak hanya itu, ia menilai persoalan emansipasi perempuan juga turut lahir dari dalam diri perempuan sendiri. Hal tersebut, dilihatnya tampak pada miskinnya kesadaran diri dan laku yang kurang pro-aktif dalam melibatkan diri pada urusan-urusan di ruang publik. Ditambah, beban kerja domestik yang dipasung padanya oleh dunia patriarkal.

Menutup diskusi, moderator Astra Tandang mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak kita adalah bagaimana menemukan alat kontra narasi sistem pendidikan yang eksploitatif dan kapitalistik. Sambil menyulam gerakan bersama  dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa ekstra lembaga pendidikan formal.

Baginya, saat ini kita butuh kembalikan roh pendidikan yang memebaskan dan memerdekakan yang tak hanya terpenuhi di dalam institusi formal pendidikan. Karena sekolah itu adalah "waktu luang atau senggang" yang dalam bahasa latin yakni  schola.*

  (Filemon/MN)



COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,143,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,536,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,272,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,200,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1030,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,85,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,19,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,45,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,44,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Pojok Aquinas : Pendidikan Indonesia Kehilangan Nyawanya
Pojok Aquinas : Pendidikan Indonesia Kehilangan Nyawanya
https://1.bp.blogspot.com/-4GlZj3ak8N4/WuGHenEa16I/AAAAAAAAAJE/HDn17kC_APUJ9XTfdWXVHrjfWKSjsyySACLcBGAs/s320/IMG-20180425-WA0005.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-4GlZj3ak8N4/WuGHenEa16I/AAAAAAAAAJE/HDn17kC_APUJ9XTfdWXVHrjfWKSjsyySACLcBGAs/s72-c/IMG-20180425-WA0005.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/pojok-aquinas-pendidikan-indonesia.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/pojok-aquinas-pendidikan-indonesia.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy