Pilkada NTT - Debat Kedua Cagub NTT tetap di Jakarta
Cari Berita

Pilkada NTT - Debat Kedua Cagub NTT tetap di Jakarta

MARJIN NEWS
15 April 2018

Debat terbuka para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 tahap pertama di iNews TV Jakarta, Kamis (5/4). ( Foto: Istimewa)
Kupang, Marjinnews.com - Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur memutuskan untuk tetap melaksanakan debat terbuka tahap kedua bagi calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 di Jakarta.

"Keputusan itu diambil setelah tim pengadaan barang dan jasa menyampaikan hasil kajian mengenai kemungkinan pengalihan debat tahap dua dan tiga di Kupang, sesuai harapan berbagai pihak," kata juru bicara KPU NTT Yosafat Koli (14/4) kemarin.

Menurut dia, aturan pengadaan barang dan jasa tidak bisa membatalkan kontrak kerja sama yang sudah ditandatangani kedua belah pihak antara KPU NTT dengan televisi swasta nasional, iNews TV Jakarta.

"Kontrak dapat dibatalkan oleh KPU jika pihak iNews Jakarta melakukan ingkar janji terhadap isi kontrak yang sudah disepakati kedua belah pihak. Hanya ini saja yang bisa kami lakukan," katanya.

Mengenai kemungkinan penambahan anggaran, dia mengatakan akibat pindah lokasi dari Jakarta ke Kupang, maka anggaran sekali debat yang sebelumnya hanya Rp400 juta bisa membengkak menjadi Rp900 juta atau lebih.

"Anggaran itu tentu harus melalui proses seperti tender baru yang membutuhkan waktu cukup panjang, mulai dari usulan penambahan anggaran hingga lelang. Jadi, jalannya masih panjang," ujarnya.

Sementara itu, waktu untuk debat tahap kedua akan dilaksanakan pada awal Mei 2018. "Semua tim penghubung pasangan calon sepakat untuk tetap melaksanakan debat di Jakarta dengan tahapan debat yang perlu dibenahi," katanya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTT sebelumnya juga mengusulkan kepada KPU setempat agar debat bagi calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT tahap berikutnya, sebaiknya dilaksanakan di Kupang saja, karena biaya debat di Jakarta terlalu mahal harganya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur meminta Komisi Pemilihan Umum agar debat calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT berikutnya diselenggarakan di Kupang saja.

"Biayayang dikeluarkan oleh para calon terlalu besar jika dilaksanakan di Jakarta. Sehingga hal ini menjadi catatan kami bagi KPU untuk mempertimbangkannya,"kata Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, Sabtu (7/4).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan pelaksanaan debat perdana pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang dilaksanakan di stasiun televisi INews Jakarta pada Kamis, (5/4) malam.

Selain itu, simpatisan dan masyarakat NTT yang ingin menyaksikan langsung acara debat calon harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk menyaksikan langsung debat di Jakarta.

Menurut dia, jika memungkinkan maka volume debat yang semula direncanakan tiga kali dikurangi menjadi dua kali sehingga dapat menutupi defisit anggaran.

"Atau bisa saja KPU mengusulkan anggaran tambahan ke pemerintah daerah melalui DPRD NTT, sehingga debat calon bisa dilaksanakan di Kupang," katanya menambahkan.

Catatan lain adalah lembaga penyiaran dalam hal ini INews TV diharapkan taat pada perjanjian kerja sama dengan KPU untuk melaksanakan debat dan tidak melakukan aktivitas lain seperti polling pendapat.

"Kami juga berharap pada debat berikutnya, latar panggung atau layar dan setingan lampu dalam ruangan yang digunakan untuk debat agar menggunakan warna yang netral," kata Jemris Fointuna.

Mengenai materi debat, dia mengatakan, khusus materi debat Bawaslu tidak menemukan adanya ucapan atau pernyataan pasangan calon yang berindikasi melanggar larangan-larangan dalam kampanye.

Larangan-larangan kampanye itu seperti ujaran kebencian, provokasi, menyerang suku, agama dan ras tertentu atau mempersoalkan dasar negara dan UUD 1945, katanya menjelaskan. (RN/MN)