Pidato Indonesia Bubar 2030, Ini Komentar Pengamat Politik Buat Prabowo
Cari Berita

Pidato Indonesia Bubar 2030, Ini Komentar Pengamat Politik Buat Prabowo

MARJIN NEWS
8 April 2018

Suara anak muda mengambil 40 persen dari total suara di Indonesia atau sekitar 80 juta suara. Jadi, tergerusnya suara anak muda untuk Prabowo mungkin akan berdampak besar pada elektabilitas Ketua Umum Gerindra itu. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Marjinnews.com - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan pidato Prabowo Subianto soal Indonesia bubar pada 2030 pasti akan menggerus suara dari kaum milenial. Sebab, pernyataan Prabowo itu menunjukkan sikap pesimistis yang bertentangan dengan sikap kaum milenial.

"Kaum milenial itu suka yang optimistis. Pernyataan soal Indonesia bubar 2030 pasti membuat suara dari anak muda tergerus," ucap Pangi saat menjadi pembicara dalam diskusi publik Anak Muda Berpartai di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 6 April 2018.

Pangi menuturkan suara anak muda mengambil 40 persen dari total suara di Indonesia atau sekitar 80 juta suara. Jadi, tergerusnya suara anak muda untuk Prabowo mungkin akan berdampak besar pada elektabilitas Ketua Umum Gerindra itu.

Padahal, ucap Pangi, Gerindra merupakan salah satu partai yang sudah memiliki tempat di kaum milenial selain Partai Persatuan Indonesia dan Partai Solidaritas Indonesia.

Pangi berujar, jika ingin menarik suara kaum milenial, parpol harus membangun suasana partai yang tidak terlalu formal dan bersifat egaliter. "Kuncinya, anak muda tidak mau diatur ataupun terlalu formalitas," katanya.

Sementara pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto gemar memberikan pernyataan kepada publik namun jarang muncul dalam perdebatan dan diskusi tentang kebijakan pemerintah. Ia menyarankan agar Prabowo turun langsung ke lapangan atau ikut berdiskusi mengenai kebijakan pemerintah.

Langkah itu dinilainya lebih baik ketimbang Prabowo hanya memberikan pernyataan-pernyataan yang dinilai Yunarto bombastis. “Lebih baik apabila Prabowo menawarkan solusi ketimbang hanya memberikan kritik terhadap pemerintahan sekarang,” kata Yunarto, Rabu 21 Maret 2018.

Salah satunya pernyataan yang dinilai Yunanto bombastis adalah pidato Prabowo yang menyatakan Indonesia akan bubar pada 2030. Ia mengatakan pidato itu memberikan kesan Prabowo pesimistis terhadap Indonesia.

“Pernyataan seperti ini akan bisa kontraproduktif untuk dirinya sendiri secara elektoral.” Menurut dia, pidato itu sifatnya seperti propaganda, bicara hal besar, dan spekulatif.

Pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengatakan pidato Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 bisa menjadi bumerang pada pemilihan presiden (pilpres) 2019. Yunarto menuturkan pidato itu memberikan kesan bahwa Prabowo pesimistis terhadap Indonesia.  

“Pernyataan seperti ini akan bisa kontraproduktif untuk dirinya sendiri secara elektoral,” ucap Yunarto kepada Tempo, Rabu, 21 Maret 2018. Menurut dia, pidato itu sifatnya seperti propaganda, bicara hal besar, dan spekulatif.

Yunarto yang juga pendukung Jokowi itu menyatakan akan lebih baik apabila Prabowo menawarkan solusi ketimbang hanya memberikan kritik terhadap pemerintahan sekarang. Dengan demikian, Prabowo akan menciptakan kesan diri sebagai sosok pemimpin yang mampu memberikan solusi.

“Itu sebetulnya yang menjadi variabel utama masyarakat ketika memilih seorang pemimpin di level presiden.” Masyarakat berharap pemimpinnya, selain berkharisma dan punya kekuatan politik, dapat memberikan solusi.

Di lain sisi, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan pernyataan Prabowo adalah peringatan untuk pemerintahan saat ini. "Itu namanya warning (peringatan). Kita ingin Indonesia lebih dari seribu tahun 2 ribu tahun. Selamanya sampai kiamat kalau perlu ya," kata Fadli di DPP Gerindra, Selasa, 20 Maret 2018.

Namun, jika cara memimpin Indonesia sama seperti saat ini bisa kacau. Fadli meminta masyarakat berkaca pada pengalaman Uni Soviet, sebagai negara kuat tapi terpecah setelah 70 tahun berdiri.

"(Uni Soviet) punya Red Army yang sangat kuat. Nah sekarang ini apa yg disampaikan Pak Prabowo itu warning jangan sampai salah jalan," ujarnya. Kalau salah jalan, Indonesia bisa bubar. Justru kita tidak ingin kita (Indonedia) itu bubar. Jangan sampai kita salah jalan."

Dalam pidato yang diunggah di media sosial Gerindra, Prabowo mengatakan, "Di negara lain, mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030."

Dalam video berdurasi 1 menit 31 detik itu, Prabowo mengenakan baju putih dan dengan tegas mengatakan Indonesia akan bubar pada 2030. Ia memberikan argumen, antara lain, soal kedaulatan negara. Menurut dia, dari 80 persen tanah seluruh negara, hanya 1 persen yang dikuasai rakyat Indonesia. “Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita pura-pura lagi,” ujar Prabowo. (RN/)