Perang Tiada Henti, Ini Pesan Paskah Paus Fransiskus
Cari Berita

Perang Tiada Henti, Ini Pesan Paskah Paus Fransiskus

2 April 2018

"Hukum kemanusiaan dapat dihormati dan ketentuan dibuat untuk memfasilitasi akses bantuan yang sangat dibutuhkan saudara dan saudari kita, sementara juga memastikan kondisi yang sesuai untuk kembalinya orang-orang yang telantar," ucapnya (Foto: Istimewa).
Religi, marjinnews.com - Banyak hal yang menjadi sorotan ketika umat katolik seluruh dunia memperingati hari raya paskah tahun ini. Seluruh dunia memperingati hari kemenangan itu dengan kekhasan masing-masing. Paskah bukan hanya menjadi tradisi, tetapi juga menjadi sebuah momen penting untuk bagaimana umat Kristen melihat dunia yang semakin tidak karuan.

Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia, Paus Fransiskus pun setiap tahunnya menyampaikan pidatonya menyoroti isu global yang disampaikan sebagai pesan Paskah.

Hal ini terjadi juga pada Minggu (1/4/2018), ketika umat Kristen di seluruh dunia memperingati kebangkitan Yesus Kristus, dan puluhan ribu orang memadati Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan jutaan orang menyaksikan pidatonya yang disiarkan langsung ke seluruh dunia.

Pesan Paskah tahun ini, Paus Fransiskus tak hanya mendesak agar konflik di Suriah dapat segera diakhiri. Dia juga mendoakan perdamaian di Semenanjung Korea yang saat ini mengalami perkembangan menuju ke arah yang lebih baik.

"Diskusi yang sedang berjalan dapat memajukan perdamaian dan harmoni di kawasan itu," ucapnya.

"Semoga mereka yang bertanggung jawab dapat bertindak dengan kebijaksanaan dan ketajaman untuk medukung kebaikan rakyat Korea dan membangun kepercayaan dengan komunitas internasional," katanya.

Seperti diketahui, sejak perhelatan Olimpiade Musim Dingin pada Februari lalu, hubungan antara Korea Selatan dan Utara mulai menemui titik terang. Kim Jong Un dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada akhir April, dan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan berlangsung pada Mei 2018.

Sementara pesan Paskah untuk diakhirinya konflik di Suriah, Paus Fransiskus memberikan pesan agar akses bantuan kemanusiaan untuk memfasilitasi pemulangan para pengungsi dapat diwujudkan.

"Hari ini, kami memohon buah perdamaian di seluruh dunia, dimulai dari tanah Suriah yang tercinta dan sudah lama menderia," katanya.

"Hukum kemanusiaan dapat dihormati dan ketentuan dibuat untuk memfasilitasi akses bantuan yang sangat dibutuhkan saudara dan saudari kita, sementara juga memastikan kondisi yang sesuai untuk kembalinya orang-orang yang telantar," ucapnya.

Saat dia berpidato, kesepakatan terakhir dilaporkan telah dicapai dengan kelompok pemberontak sehingga warga sipil yang terluka dapat meninggalkan wilayah kantong yang terakhir di Ghouta Timur
Kesepakatan itu akan menandai tonggak utama, dalam upaya Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak dalam perang sipil yang berlangsung selama 7 tahun.

Konflik tersebut juga telah merenggut nyawa sekitar 350.000 orang dan jutaan orang telantar. Namun, Paus berusia 81 tahun itu tidak menyinggung konflik di Yaman, di mana 10.000 orang tewas sejak Maret 2015. (KC/AA/MN)