Pembanguan Gelanggang Olah Raga Oepoi Mangkrak, PMKRI Kupang: Ada Indikasi Korupsi Disana
Cari Berita

Pembanguan Gelanggang Olah Raga Oepoi Mangkrak, PMKRI Kupang: Ada Indikasi Korupsi Disana

MARJIN NEWS
18 April 2018

Gani menjelaskan bahwa bangunan gelanggang Remaja di Oepoi Kota Kupang mangkrak sejak tahun 2012 dan sampai sekarang tidak ada lanjutaan. (Foto: RN/MN)
Kupang, Marjinnews.com - Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang St. Fransiskus Xaverius, Markus Gani menduga adanya indikasi Korupsi terhadap dana pembangunan Gelanggang Olahraga Remaja Oepoi Kupang.

Kepada Marjinnews.com, Gani menjelaskan bahwa bangunan gelanggang olah raga remaja di Oepoi Kota Kupang mangkrak sejak tahun 2012 dan sampai sekarang tidak ada lanjutan.

Dana alokasi senilai 11,5 Miliar Rupiah yang berasal dari APBN Rp 8,5 Miliar dan dana sharing APBD NTT sebesar Rp 3 Miliar
tidak dimanfaatkan sepenuhnya untuk pembangunan fisik gelanggang tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pembangunan gelanggang tersebut di kerjakan oleh PT. Waskita Karya.

"Tahun 2017 Pemda prov. NTT mengalokasi lagi anggaran bernilai 30 miliar untuk pembangunan gelanggang remaja itu namun, sampai saat ini tak kunjung selesai. Kami menduga ada indikasi korupsi di sana," papar Gani.

Dirinya melanjutkan, dari tahun 2015 pihak Kejaksaan Tinggi NTT meminta Ahli dari Politeknik Negeri Kupang untuk melakukan perhitungan terhadap fisik pekerjaan. Fisik pekerjaan yang diperikasa antara lain volume pekerjaan dan kualitas pekerjaan.

Dengan mangkraknya pembangunan Gelanggang Olahraga Remaja Oepoi Kupang tersebut maka, PMKRI Kupang bersikap;

1. Mendesak Kepala BPK RI perwakilan NTT untuk menghitung kerugian negara
pembangunan gelanggang olahraga remaja.

2. Mendesak Kejaksaan Tinggi NTT segera mengumumkan hasi perhitungan fisik
pekerejaan pembangunan gelanggang olahraga remaja.

3. Mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi NTT untuk segera memeriksa kepala dinas
Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT.

4. Mendesak kepala Kejaksan Tinggi NTT memeriksa kepala Waskita Karya Kota
Kupang.

Laporan: Efraim Reda
Editor: Remigius Nahal