Oknum Guru Pengancam Murid Dengan Pisau Akan Dipanggil Komite Sekolah
Cari Berita

Oknum Guru Pengancam Murid Dengan Pisau Akan Dipanggil Komite Sekolah

MARJIN NEWS
23 April 2018

Pemanggilan itu bertujuan untuk dimintai penjelasan terkait tidakan pemukulan dan pengancaman terhadap 23 murid kelas III pada SMP tersebut. (Foto: Wakil Bendahara Komite SMP VI Lembor)
Labuan Bajo, Marjinnews.com - Harmin Danjo, oknum guru komite SMP Negeri VI di Desa Naga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat yang menjadi pelaku pengacaman dengan menggunakan pisau akan dipanggil komite sekolah setelah ujian nasional berakhir.

Pemanggilan itu bertujuan untuk dimintai penjelasan terkait tidakan pemukulan dan pengancaman terhadap 23 murid kelas III pada SMP tersebut.

Seizin ketua komite, wakil bendahara umum komite SMP Negeri VI, Lembor Selatan Abdul Sahama dikonfirmasi, Senin (23/4) mengatakan, pihaknya telah menerima aduan orang tua murid atas tindakan pemukulan dan pengancaman oleh salah seorang oknum guru komite.

Sahama mengaku pihaknya tak segera memanggil oknum guru tersebut karena saat ini sedang dilaksanakan ujian nasional.

"Kami (komite) telah menerima aduan orang tua murid terkait kejadian itu. Kejadian itu terjadi pada, 18 dan 19 April. Kami belum mengetahui secara persis seperti apa kejadianya. Kami akan memanggil guru tersebut bersama orang tua murid pada, Kamis 26 April," tutur pria yang akrab disapa Sahama ini.

Dia menjelaskan pada saat melakukan pengaduan, orang tua murid mendesak agar yang bersangkutan segera ditindak oleh komite. Orang tua murid meminta agar yang bersangkutan membuat surat pernyataan permohonan maaf dan menyatakan tak mengulangi lagi perbuatanya. Kalau tak diindahkan orang tua murid mengambil langkah hukum.

"Kami menampung semua aspirasi dulu. Sebenarnya bisa dilakukan sehari pasca kejadian. Tetapi waktu itu kepala sekolah tak ada ditempat makanya kami meminta waktu hari Kamis. Kalau misalnya orang tua murid tak puas dan mau mengambil langkah hukum itu adalah hak mereka. Tetapi yang pasti kami akan mengatensi persoalan ini," tegas pria berambut gondrong ini.

Pihaknya sangat menyayangkan kejadian tak terpuji itu terjadi. Dirinya berharap orang tua murid tak hilang kepercayaan terhadap SMP tersebut.

"Kami sangat berharap agar orang tua murid tak menjadikan persoalan ini hilang kepercayaan terhadap lembaga SMP ini. Saya mengajak masyarakat Nanga Bere untuk secara bersama-sama melangkah dan membesarkan sekolah ini demi masa depan yang lebih baik," pungkasnya.

Laporan: Wily
Editor: Remigius Nahal