Menjelmakan Politik Sebagai Secangkir Kopi

Manisnya bercampur pahit yang tak bisa kita sembunyikan. Kopi ya kopi, bukan tebu. Semanis apapun kopi, ia menyertakan kepahitan sebagai keniscayaan kopi (Foto: Istimewa).
Pagi ini aku disambut langit hitam, itu tanda langit akan memuncratkan lagi airnya ke bumi. Biar saja, itu sudah menjadi tugas langit, sebab ia bukan lautan yang sanggup menggendong air yang jumlahnya tak terhitung laksana laut. Bukankah laut juga tak bertabur bintang-bintang?.

Masing-masing telah digariskan tugasnya. Aku memegang nilai hidup yang mengalir. Tak ingin berharap bebas dari kesusahan tanpa berusaha mendapati kebahagiaan. Seterusnya begitu, seperti angin; kadang semilirnya menghanyutkanku pada mimpi-mimpi membuaikan, tapi tak jarang angin mengamukkan murkanya dengan kegagahan yang ia miliki.

Secangkir kopi dan 6 potong tahu goreng adalah penjemput asaku saban hari. Seperti ritual wajib yang tak boleh ditinggalkan. Tak heran, kalau banyak kerabat dan sahabat menyebutku sebagai kopiholic. Ya itu lebih baik, ketimbang mereka menamaiku dengan; begundal kopi!. Hidup itu sederhana, sesederhana kopi pagi.

Manisnya bercampur pahit yang tak bisa kita sembunyikan. Kopi ya kopi, bukan tebu. Semanis apapun kopi, ia menyertakan kepahitan sebagai keniscayaan kopi.

Dunia politik yang sebagian orang anggap dunia paling semrawut, ruang paling berisik dan bising. Politik sudah berpaling dari arah dan cita-cita kemuliaannya? Siapa sih yang bersentuhan dengan politik? Manusia itu zoon politicon; mahkluk politik!. Masing-masing orang memiliki persepsi yang berbeda soal ini. Sebeda dengan mempersepsikan kopi.

Politik membuat orang memiliki hasrat dan mobilitas yang saling mempengaruhi. Biar saja, nanti orang-orang akan tahu posisi dan porsinya masing-masing. "Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring", dalam Filosofi Kopinya Dee menguinpirasikan, bahwa seberapa kuat kita hidup dalam pengaruh orang lain?.

Justru karena politik menguatkan bukan sebatas mempengaruhilah, masing-masing orang memilih citarasa berpolitiknya dengan mengakrabkan dan menggauli perbedaan.

Aku tak mau ambil pusing dengan postulat-postulat politik, dengan adagium-adagium politik bahkan jargon-jargon politik yang hari ini mulai didengungkan banyak orang. Mereka tengah memainkan irama hidupnya, tengah mengelola cita-cita dan harapan politiknya.

Bahwa muara dari itu adalah kemenangan dalam festifal politik atau kompetisi politik, itu juga urusan mereka. Apakah  gerak-gerik politik yang beraneka rupa itu akan mempengaruhi kita?.

Atau kebanyakan pikiran hipokrisi yang mewabah; diam padahal dibenaknya cenat-cenut? Bukankah hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam. Sebab itu aku tak mau diam, karena sekali kita diam dan diamkan aneka rupa tontonan politik itu, kita hanya menjadi kuda tunggangan belaka.

Oleh: Edo Paju
marjinnews.com Jakarta

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,143,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1022,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,44,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Menjelmakan Politik Sebagai Secangkir Kopi
Menjelmakan Politik Sebagai Secangkir Kopi
https://3.bp.blogspot.com/-ggruyPXrgX8/WtB0uyhCPOI/AAAAAAAABH4/upCcM5_kWgwWqC5w0GdLoPVdQpj8KfjdwCLcBGAs/s320/cangkir-kopi%2Bmarjinnews.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-ggruyPXrgX8/WtB0uyhCPOI/AAAAAAAABH4/upCcM5_kWgwWqC5w0GdLoPVdQpj8KfjdwCLcBGAs/s72-c/cangkir-kopi%2Bmarjinnews.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/menjelmakan-politik-sebagai-secangkir.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/menjelmakan-politik-sebagai-secangkir.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy