$type=carousel$cols=3

LPPDM Mengutuk Tindakan Guru Komite di Lembor yang Ancam Murid Pakai Pisau

Marsel Nagus Ahang Ketua LPPDM Manggarai Raya menuturkan agar Kadis PPO Mabar segera memanggil kepala sekolah tempat mengabdi dari guru ko...

Marsel Nagus Ahang Ketua LPPDM Manggarai Raya menuturkan agar Kadis PPO Mabar segera memanggil kepala sekolah tempat mengabdi dari guru komite tersebut. Itu sudah melanggar pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan harus segera dipolisikan. (Foto: Istimewa)
Ruteng, Marjinnews.com - Pristiwa pengancaman terhadap murid dengan menggunakan pisau yang dilakukan oleh seorang guru komite di SMP Negeri VI, Kecamatan Lembor Selatan, Desa Nanga Bere tuai kecaman dari publik Manggarai Raya.

Kecaman itupun datang dari Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Manggarai Raya turut mengutuk atas tindakan yang dilakukan guru komite tersebut.

Kepada media ini, Marsel Nagus Ahang, Ketua LPPDM Manggarai Raya menuturkan, agar Kadis PPO Mabar segera memanggil kepala sekolah tempat mengabdi dari guru komite tersebut.

Menurut Ahang, itu sudah melanggar pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan harus segera dipolisikan.

"Bila perlu segera membawanya  (Guru komite-red) ke yayasan Renceng Mose.di Ruteng. Sebab, kuat dugaan guru tersebut stress dan sakit jiwa," tegas Ahang.

LPPMD Manggarai mengahrapan agar para orang tua murid untuk tetap tenangkan diri dan sama-sama menjaga kedamaian dan tidk terprovokasi.

"Selaku ketua LPPMD Manggarai Raya, saya meminta, mari kita selamatkan pendidikan kita," pungkas Ahang.

Untuk diketahui, salah seorang guru di SMP Negeri VI, Kecamatan Lembor Selatan, Desa Nanga Bere mengancam salah seorang muridnya menggunakan pisau cutter.

Tak hanya itu belasan siswa lainya dipukul hingga mengeluarkan darah pada telinga dan mulut. Keberingasan oknum guru komite ini hanya dipicu oleh masalah sepele.

Salah seorang kakak kandung siswa yang menjadi korban keberingasan guru tersebut ketika dikonfirmasi, Minggu (22/4) mengaku kejadian itu terjadi pada, Rabu (18/4).

Berdasarkan penuturan dari adiknya masalah itu diawali saat semua siswa kelaa III diperintahkan untuk menimba air. Air tersebut untuk persiapan dalam menghadapi ujian nasional yang digelar, Senin (23/4) karena air keran disekolah macet.

Diceritakan 23 orang siswa kelas III yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian itu seorang diantaranya sepulang menimba air tak membawa air karena jerigen yang dibawanya bocor.

Hanya karena hal sepele itu, sang guru kalap dan memukul semua siswa kelas tiga dengan membabi buta. Akibatnya dua orang siswa mengeluarkan darah di telinga dan belasan lainnya mengeluarkn darah di mulut.

Mendapat perlakuan kejam itu para siswa kompak untuk segera pulang dan menceritakan apa yang dialami kepada orang tua.

Anehnya guru yang menampar para siswa itu menaruh dendam dengan para siswanya. Keesokan harinya (Kamis 19/4) saat memulai pelajaran dia memanggil salah seorang siswanya bernama Alwi ke kantor. Sesampainya di kantor leher Alwi dipegang dan ditunjuk pakai pisau.

"Ini kejadian menggelikan. Hanya gara-gara hal sepele kok bisa emosinya membabi buta. Para siswa dipukul hingga berdarah. Yang diancam pakai pisau itu diancam tak akan meluluskanya pada ujian nanti. Dia memegang leher anak itu sambil berkata mau mati atau hidup. Dengan polos anak itu mengatakan saya ingin hidup pak," tutur pria yang enggan namanya ditulis pada media ini.

Mendapat laporan para siswa orang tua muridpun geram dan melaporkan masalah tersebut kepada ketua komite sekolah. Namun hingga kini pihak komite belum mengambil langkah mengingat sedang mempersiapkan ujian nasional.

"Sudah dilaporkan ke ketua komite namun belum ada tindakan. Kami memahami karena sedang mempersiapkan diri untuk unian nasional.

Tetapi kami mendorong agar komite mendorng agar persoalan ini tuntas. Kami meminta supaya guru tersebut dikeluarkan karena tak ada gunanya kalau guru mendidik siswa dengan cara kekerasan. Kalau komite tak menyikapi hal ini maka kami menempuh jalur lain," ungkapnya.

Dirinya menegaskan pembukaan SMP Negeri VI ini merupakan atas dukungan dari semua masyarakat Nanga Bere. Mengingat banyak tamatan SD di Nanga Bere yang tak melanjutkan sekolahnya.

"Saya heran, guru inikan warga asli di sini. Sekolah ini satu-satunya harapan untuk menampung para siswa lulusan dari tiga SD yang ada. Tahun ini SMP ini menamatkan angkatan pertamanya. Kalau didikan dari gurunya seperti ini bukan tak mungkin sekolah ini tak menjadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya. Jadi saya kira itu harus dipikirkan oleh komite sekolah. Kalau tak ada yang mau sekolah di sini, untuk apa dahulu diperjuangkan suaya ada SMP ?," pungkasnya.

Pada saat berita ini diturunkan pihak komite sekolah belum berhasil dimintai keterangannya terkait langkah yang diambil dalam penyelsaian persoalan ini.

Laporan: Remigius Nahal

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,790,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: LPPDM Mengutuk Tindakan Guru Komite di Lembor yang Ancam Murid Pakai Pisau
LPPDM Mengutuk Tindakan Guru Komite di Lembor yang Ancam Murid Pakai Pisau
https://2.bp.blogspot.com/-FkVv-Wzvb4A/WtyGIOkWz0I/AAAAAAAAA2I/QiSynH0OxYANdEOqemKLHk0B8QKdJLTAACLcBGAs/s320/20180422_110646.png
https://2.bp.blogspot.com/-FkVv-Wzvb4A/WtyGIOkWz0I/AAAAAAAAA2I/QiSynH0OxYANdEOqemKLHk0B8QKdJLTAACLcBGAs/s72-c/20180422_110646.png
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/lppdm-mengutuk-tindakan-guru-komite-di.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/lppdm-mengutuk-tindakan-guru-komite-di.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy