Lecehkan Buleleng, Muncul Petisi Cabut Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon

Priambada mendesak Keluarga Besar Puri Buleleng, Bupati Buleleng, dan Gubernur Bali, mencabut gelar tersebut. Alasannya, pemberian gelar disebut tindakan yang tidak terpuji serta melecehkan martabat dan nama Buleleng. (Foto: Istimewa)
Singaraja, Marjinnews.com – Polemik pemberian gelar yang dilakukan Penglingsir Puri Agung Singaraja Anak Agung Ngurah Ugrasena pada sejumlah tokoh, terus bergulir.

Kini muncul petisi online mendesak pihak Keluarga Besar Puri Agung Singaraja mencabut gelar Sri Paduka Raja yang diberikan pada Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon.
Petisi online itu diunggah oleh Komang Priambada, pada situs change.org.

Dalam unggahan itu, Priambada mendesak Keluarga Besar Puri Buleleng, Bupati Buleleng, dan Gubernur Bali, mencabut gelar tersebut.
Alasannya, pemberian gelar disebut tindakan yang tidak terpuji serta melecehkan martabat dan nama Buleleng.

Disadur dari Radar Bali, setidaknya, ada empat alasan mengapa Ia memulai petisi online tersebut.

Pertama, Kerajaan Buleleng sudah tidak ada lagi sejak Raja Buleleng terakhir Anak Agung Ngurah Djelantik yang menjadi Raja Buleleng tahun 1947-1950, menggantikan Anak Agung Nyoman Panji Tisna (1944-1947).

Setelah itu, Kerajaan Buleleng bergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pemberian gelar raja dari institusi yang bukan lagi kerajaan dan bukan seorang raja, merupakan tindakan tanpa hak.

Kedua, pemberian gelar raja, sepatutnya hanya diberikan kepada seseorang dalam garis keturunan Raja, yaitu Putra Mahkota. Bukan diberikan kepada orang lain dari luar kerajaan itu sendiri.

Ketiga, membawa nama gelar “Buleleng” seharusnya menjadi domain Pemerintah Kabupaten Buleleng dan masyarakat Buleleng secara umum.

 “Karena kalau orang ini bertindak negatif, akan dapat membawa dampak negatif nama Buleleng itu sendiri dan Bali,” kata Priambada dalam petisinya.

Terakhir, secara administratif kerajaan sudah tidak ada lagi di Bali. Gelar raja atau penobatan menjadi raja hendaknya diatur Pemprov Bali, sehingga meminimalisir polemik di masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Puri Agung Singaraja memberikan gelar kebangsawanan pada politisi Gerindra, Fadli Zon.

Gelar itu diberikan atas upaya Fadli melestarikan peninggalan budaya di Indonesia, terutama dalam wujud keris. Rupanya pemberian gelar itu, memicu kontroversi di masyarakat Bali.

Belakangan Pasemetonan Puri Ageng Buleleng melalui wadah Eka Sthana Dharma Puri Ageng Buleleng, memastikan bahwa ada penganugerahan gelar Sri Paduka Raja pada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.

Kepastian itu didapat setelah pasemetonan memperoleh bukti berupa dokumen, yang kini masih disimpan pasemetonan.

Setelah melangsungkan paruman agung pada Rabu (4/4), pasemetonan langsung mengeluarkan empat poin pernyataan sikap.

Salah satunya menyatakan bahwa Pasemetonan Puri Ageng Buleleng tidak mengakui dan tidak ikut bertanggungjawab terhadap pemberian gelar dan produk hukum yang dibuat oleh Anak Agung Ngurah Ugrasena (Penglingsir Puri Agung Singaraja).
 (RN/MN/rb/eps/mus/mus/JPR)

COMMENTS

Name

Artikel,140,Bali,108,Bedah Buku,1,Ben Senang Galus,1,Bencana Alam,1,Berita,143,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,3,BPJS,1,Budaya,41,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Bupati Mabar,1,Camilian,1,Cerpen,175,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,529,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Dari Kami,2,Demokrasi,22,Denpasar,18,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Donny Isman,1,DPR RI,4,E-KTP,4,Editorial,34,Ekonomi,5,Ekspresi,1,Ende,6,Entrepreneur,1,Feature,36,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,11,Focus Discussion,4,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,gaya hidup,4,Gedged,1,Gempa,6,Gereja,3,Gereja Katolik,3,Gerindra,1,GMKI,1,GMNI,3,Golkar,1,Gusti Dulla,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,1,Hiburan,25,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,59,Human Trafficking,4,IBT Expo,1,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,1,Indonesia,1,Indonesian Idol,8,Inspirasi,13,Internasional,16,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,5,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jawa Timur,1,JK,1,Jogyakarta,2,Jokowi,18,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,3,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,3,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,273,KDRT,1,Keagamaan,7,kebakaran,4,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemahasiswaan,2,Kemanusiaan,62,kemenkominfo,1,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,5,Kepemudaan,154,kepemudan,8,kerohanian,2,Kesehatan,8,Ketahanan Nasional,1,KNPI,2,Komodo,9,Komunikasi,1,Komunitas,5,Koperasi,1,Korban,1,Korupsi,60,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,51,Kritik Sastra,4,Kupang,24,Labuan Bajo,51,Lakalantas,9,Larantuka,1,Lembata,2,Lifestyle,6,Lingkungan Hidup,15,Literasi,14,lombok,1,LP Cipinang,1,Luar Negeri,4,Mahasiswa,41,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,4,Malang,3,Manggarai,112,Manggarai Barat,20,Manggarai Timur,24,Marianus Sae,1,Marion Jola,3,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,7,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,2,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Milenials,52,Motang Rua,1,Muda Petani,1,musik,1,Narkoba,8,Nasional,275,Natal,19,Ngada,7,Novanto,2,Novel,16,NTT,199,Nyepi,2,Olahraga,11,Opini,400,Orang Muda,15,Otomotif,1,OTT,2,Papua,15,Pariwisata,26,Partai Politik,25,Pasangan,16,Paskah,2,pelajar,2,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,3,Pencurian,2,Pendidikan,89,Penerbangan,4,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,20,Perindo,1,Peristiwa,1022,Peritiwa,2,Pers,3,Perzinahan,1,Petani,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,pileg 2019,1,Pilgub,41,Pilkada,102,Pilpres 2019,23,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Pojok Redaksi,34,Polisi,25,politik,90,Politikus,6,POLRI,5,PP PMKRI,1,Pristiwa,31,Prosa,1,PSK,1,Puisi,84,Puteri Indonesia,2,Radikalisme,1,Ratna Sarumpaet,4,Refleksi,15,reformasi,1,Regional,6,Religi,2,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Rindu,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,26,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,9,Sam Aliano,1,Sastra,3,Sejarah,2,Sekilas Info,23,seleb,1,Selebritas,18,Sidoarjo,1,situs pornografi,1,Somasi,1,Sosial,3,Sosial Politik,1,Sosok,18,Sospol,39,Start Up,1,Suara Muda,44,Sumba,8,Surabaya,36,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,11,Tentang Mereka,43,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,TNK,1,Togar Situmorang,5,Tokoh,17,Tol Laut,1,Toleransi,2,Tour Jurnalistik,1,traveling,9,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,2,Viral,3,Wisata,4,Wisuda,1,WNA,1,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Lecehkan Buleleng, Muncul Petisi Cabut Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon
Lecehkan Buleleng, Muncul Petisi Cabut Gelar Sri Paduka Raja Fadli Zon
https://4.bp.blogspot.com/-OJKkOFmmTI4/WsagxYi8XGI/AAAAAAAAAZo/-4C32o8q9bkg7jaNXNsGZ2YoJBCIaEX5wCLcBGAs/s320/FB_IMG_1522966581858.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-OJKkOFmmTI4/WsagxYi8XGI/AAAAAAAAAZo/-4C32o8q9bkg7jaNXNsGZ2YoJBCIaEX5wCLcBGAs/s72-c/FB_IMG_1522966581858.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/lecehkan-buleleng-muncul-petisi-cabut.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/lecehkan-buleleng-muncul-petisi-cabut.html
true
971126874416220402
UTF-8
POSTINGAN LAIN Not found any posts LAINNYA Selengkapnya Reply Cancel reply Delete Oleh Home PAGES Kiriman Baca Semua Rekomendasi untuk Anda LABEL ARCHIVE CARI Semua Kiriman Tidak Ditemukan Apa yang Anda Cari Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 menit yang lalu $$1$$ minutes ago 1 Jam yang lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Pengikut Ikuti THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy