Ku Tunggu Dirimu di Depan Pagar Dian Yosefa - Puisi Remigius Nahal
Cari Berita

Ku Tunggu Dirimu di Depan Pagar Dian Yosefa - Puisi Remigius Nahal

MARJIN NEWS
16 April 2018

Gadis manis semanis senyumannya
Berbaju kotak-kotak di dalam sana
Senyumanmu sungguh menawan
Hatiku jadi tertawan oleh dirimu. (Foto: JB)
Semilir angin di malam yang syahdu
Aku termenung meratapi jiwa
Yang lama terkekang oleh rasa
Kau, yang telah merasuk jiwaku
Seakan tak berpaling untuk mencari yang lain

Gadis manis semanis senyumannya
Berbaju kotak-kotak di dalam sana
Senyumanmu sungguh menawan
Hatiku jadi tertawan oleh dirimu

Lonceng pagi dari menara itu
Membangunkan kita untuk segera bergegas
Bertemu Dia yang empunya cinta

Termangu ku di sini dalam penantian rindu

Sesaatku tertegun mengenang waktu yang telah lalu

Hanya diam...
Desah riuh nyanyian burung gereja dari gedung sebelah

Berkejaran diantara titikan buih yang sebentar menghilang

Menghapus jejak rindu bersama waktu yang telah lama menunggu

Hati ini memanggil dirimu

Adakah kau dengar jerit rinduku dalam sana

Sayang...

Bisakah kau rasakan getaran itu yang menyelinap ke dalam ruang hatimu
Membubuhkan butiran haru air mataku ...

Oh, putri tuan
Ijinkan aku menunggumu
Sampai gerbang terbuka lebar
Semoga hatimu terbuka juga
Untuk diriku yang lagi merana.

Disini…

Aku masih Memanggang rindu ini
Diantara kering ranting dan daun pepohonan

Serta sepi angin pagi buta

Sempat terbersit sepenggal harap
Pada burung yang membawa rinduku terbang

Dan memajangnya di ujung langit
Agar kau mengerti

Rinduku padamu demikian dalam,

Namun,

Ada terselip Rasa Cemas
Saat Waktu terus saja menghabiskan sepiku

Hingga rindu ini menghujat pada janji
Kapan semua ini akan berakhir?

Sekarangpun aku telah sampai
Diujung batas penantianku
Ingin kudekap bayangmu terakhir kali

Sekalian ucapkan selamat tinggal
Dan biarkan kesetiaan ini
Khan kubawa pergi

Penulis: Remigius Nahal