$type=carousel$cols=3

Kartini, Perempuan Jawa Pemberontak

Seperti yang digambarkan Pramoedya dalam Novel Gadis Pantai, Priyayi sangat pandai dan mengajari anak-anaknya dalam ilmu umum terutama pan...

Seperti yang digambarkan Pramoedya dalam Novel Gadis Pantai, Priyayi sangat pandai dan mengajari anak-anaknya dalam ilmu umum terutama pandai dalam bahasa Belanda serta disekolahkan dan setiap hari tetap belajar dengan rajin. (Foto: Dok.Pribadi)
“Even in my childhood, the word "emancipation" enchanted my ears; it had a significance that nothing else had, a meaning that was far beyond my comprehension, and awakened in me an ever growing longing for freedom and independence—a longing to stand alone.” -Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir tahun 1880. Ayahnya Bupati Jepara, seorang bangsawan progresif yang mengirim anaknya sekolah ke Belanda supaya mereka bisa mencicipi pendidikan modern, kebijakan pendidikan kolonial Belanda pada waktu itu sangat kaku, sesuai dengan kebijakan kolonial Belanda yang memang rasis: hanya Bangsawan tinggi Jawa yang boleh berbicara menggunakan bahasa Belanda kepada pejabat tinggi kolonial Belanda.

Seperti yang digambarkan Pramoedya dalam Novel Gadis Pantai, Priyayi sangat pandai dan mengajari anak-anaknya dalam ilmu umum terutama pandai dalam bahasa Belanda serta disekolahkan dan setiap hari tetap belajar dengan rajin.

Pada sistem Jawa masa priyayi cenderung bersifat feodalis kepada masyarakat bawah dan masyarakat bawah cenderung mentalitas berorientasi kepada atasan, hanya menunggu perintah atasan, patuh dan loyal secara berlebihan hingga merendahkan diri.

Kartini yang dilahirkan sebagai anak seorang priyayi pun harus menuruti kemauan orangtuanya untuk menjalani ritual pingitan dan akhirnya menikah dengan bupati Rembang. Kartini meninggal waktu melahirkan anak pertamanya, tahun 1904.

Kartini mempunyai cita-cita untuk membangun sekolah pondokan untuk anak perempuan seperti dia, dan ia ingin mengambil ijasah guru di Belanda, namun hingga akhir hayatnya impian tersebut belum dapat ia wujudkan.

Soekarno dalam bukunya yang berjudul Sarinah pernah mengatakan bahwa feodalisme membuat perempuan seperti perpaduan antara seorang dewi dan seorang tolol. Perempuan dirumahkan karena dianggap mutiara yang harus dijaga dan mereka (Laki-laki) bisa menguasai ruang publik dengan bebas.

Selama itu Kartini menulis surat kepada teman-temannya di Belanda. Surat-surat Kartini yang emosional, penuh pembrontakan, cerdas, dan hidupnya yang tragis terus membakar semangat perempuan-perempuan Indonesia untuk (berpenampilan) seperti dia. Kini namanya menjadi milik publik. Kartini bukan hanya menyumbangkan pemikirannya namun juga namanya yang dibesarkan oleh tulisan-tulisannya.

“Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam (sunatullah) sendiri ke dalam tangannya : menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”.

Isi surat-surat Kartini tentu bukan sekedar deskripsi situasi di lingkungannya pada zaman itu. Surat-surat kartini memiliki kekuatan isi mengenai ide pendidikan untuk perempuan yang menjadi hutang peradaban.

"Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang setengah Eropa atau orang Jawa yang kebarat-baratan"

Pendidikan bagi Kartini bukan hanya sebatas pendidikan formal dari Sekolah Dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Pembangunan sumber daya manusia kini menjadi sangat penting untuk menghadapi tantangan kemajuan teknologi.

Namun lagi-lagi peradaban (laki-laki) mempunyai sumbangsih besar terhadap ketertinggalan perempuan dalam bidang pendidikan. Makna emansipasi di dalam gagasan Kartini lebih kental dipahami di dalam konteks pendidikan. Baginya, pendidikan akan membebaskan perempuan dari belenggu yang membodohinya dan dengan begitu memajukan perempuan. Dari situ kita bertanya apakah hari ini belenggu itu sudah terpatahkan?

Angka buta huruf pada perempuan masih jauh lebih tinggi dari laki-laki. Ada 14.9 juta masyarakat Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang buta huruf dan 70% dari mereka adalah perempuan.

Kemajuan di dunia pendidikan dapat dilihat misalnya semenjak tahun 1990 sampai dengan 2010 terjadi peningkatan signifikan angka partisipasi sekolah, tetapi dibandingkan dengan laki-laki pada taraf SMA perempuan masih tertinggal 4-5%.

Penyebab dominan yaitu masalah ekonomi dan menikah muda. Tentunya kedua hal itu menghambat akses untuk bersekolah. Kendala akses ini yang menyebabkan ada 5% anak-anak Indonesia putus sekolah.

Di antara 5% itu ada perbedaan jumlah yang begitu signifikan antara perempuan dan laki-laki terkait alasan menikah muda. Perempuan yang putus sekolah dengan alasan menikah muda atau mengurus rumah tangga mencapai 27.78% sedangkan laki-laki angkanya 3.55%.

Bukan hanya kekurangan murid perempuan, dunia pendidikan di Indonesia juga kekurangan pendidik perempuan. Di dalam struktur pendidikan laki-laki masih menguasai posisi-posisi atas. Permasalahan lain yang juga penting adalah banyaknya sumber bacaan sekolah yang seksis.

Kondisi ini sangat memperihatinkan dan tidak seperti tulisan-tulisan lainnya, penulis tidak akan memberikan solusi untuk persoalan ini. Akan tetapi kita diajak untuk secara bersama-sama merefleksikan apa arti "pemberontakan" Kartini  sebagai Wanita Jawa yang menurut Serat Candrarini bahwa status perempuan Jawa yaitu memiliki ciri:
1) Setia pada Lelaki,
2) Rela dimadu,
3) Mencintai Sesama,
4) Trampil pada pekerjaan,
5) Pandai berdandan dan merawat diri,
6) Sederhana,
7) Pandai memahami kehendak laki-laki,
8) Menaruh perhatian pada mertua, 9) Gemar membaca buku berisi nasihat.

Hal itu kemudian membuat Kartini ditarik pula sebagai ikon Feminis, seperti yang diungkapkan W.R. Soepratman dalam lagunya, “Pendekar kaumnya, untuk merdeka”.

Kartini dibelenggu budaya dan tradisi, ia ingin bebas, merdeka dan menginginkan penduduk pribumi merasakan hal yang sama. Lalu bagaimana dengan anda?

Selamat hari Kartini, Tuhan memberkati.

Oleh: Andi Andur

Komentar

loading...
Name

1 Tahun Berkarya,1,Agama,3,Ahok,25,Aktivis,1,Alam,2,Anak,8,Anak Muda,27,Anggaran,1,Antikorupsi,1,Aparatur Negara,1,Arjen Robben,1,Artikel,216,Asmat,4,Asusila,5,Badung,7,Bali,95,Bali Utara,2,Bandara Bali Utara,2,banjir,1,Bantuan CSR,1,Batam,12,BBM,1,Bencana Alam,1,Berita,2,Bhineka,2,BNI,1,Bola,2,bom,1,Bom Bunuh Diri,4,Borong,1,BPJS,1,Budaya,40,Buku,1,BUMN,1,Bung Karno,1,Bunuh Diri,3,Camilian,1,Cerpen,135,Chelsea Islan,1,Chiristian Rotok,1,Daerah,434,Daerah. Riau,1,Dana Desa,1,Demokrasi,21,Denpasar,11,Desa,2,Destinasi,1,Diaspora,2,Dilan,4,Dilan 1990,1,Donny Isman,1,DPR RI,2,E-KTP,4,Editorial,38,Edukasi,1,Ekonomi,5,Emi Nomleni,1,Ende,5,Entrepreneur,1,Feature,39,festival Komodo,2,Film,7,Filsafat,2,Fitur,1,Flobamora Cup,1,Flores,5,Focus Discussion,6,FPI,1,Gantung diri,2,Gaya,1,Gedged,1,Gempa,3,Gereja,4,Gereja Katolik,4,Gerindra,1,Gizi Buruk,1,GMKI,1,GMNI,1,Golkar,1,HAM,1,Hand Phone,1,Hari Buruh,2,hari buruh internasional,1,Hari Perempuan Internasional,2,Hiburan,20,HMPCK,1,Hoax,2,hukum,29,Human Trafficking,5,Idul Fitri,1,IJM,1,IKEMAS CUP,7,Imlek,2,Indonesia,2,Indonesian Idol,11,Inspirasi,3,Internasional,14,Internet,2,Investasi,1,Iriana Jokowi,1,Ivan Nestorman,1,IYC Jatim,1,Jabar,1,JAD,1,Jakarta,9,Jatim,3,Jawa Tengah,1,Jodoh,1,Jogyakarta,3,Jokowi,16,Jomblo,2,JRUK Sumba,2,jurnal Terbaru,1,jurnalistik,2,Kalimantan,5,Kampanye,2,Kampus,2,Kapolri,1,Kar. Ilmiah,4,Karanganyar,1,Karya Sastra,222,KDRT,1,Keagamaan,6,kebakaran,1,Kebangsaan,1,kebudayaan,2,Kecelakaan Lalu Lintas,2,Kediri,2,Kejadian. Jakarta,1,kejahatan,2,Kemanusiaan,65,Kemiskinan,2,kepala daerah,1,Kepemuaan,4,Kepemudaan,130,kepemudan,11,Kepri,1,kerohanian,2,Kesehatan,13,KNPI,2,Komodo,5,Komunikasi,1,Komunitas,5,Korban,1,Korupsi,57,KPK,12,KPU,1,Kreatif,1,Kriminal,47,Kritik Sastra,4,Kupang,23,Kuta,1,Labuan Bajo,40,Lakalantas,8,langka,1,Larantuka,1,Lebu Raya,1,Lembata,1,Lifestyle,8,Lingkungan Hidup,16,Literasi,14,LP Cipinang,1,Madiun,1,Mahasiswa,35,Makanan Khas,1,Makasar,6,Makassar,1,Malang,3,Manggarai,79,Manggarai Barat,1,Manggarai Timur,20,Marianus Sae,1,Marion Jola,10,Masalah Rokok,1,Masyarakat,1,Mataram,2,Maumere,6,Media,2,Media Sosial,3,Medsos,3,Mendikbud,3,Menkominfo,1,Motang Rua,1,Muda Petani,1,Munir,1,Narkoba,5,Nasional,222,Natal,19,Ngada,1,Novanto,1,Novel,15,NTT,105,Nyepi,2,Olahraga,10,Opini,331,Orang Muda,16,Otomotif,1,OTT,2,pacaran,6,Papua,21,Pariwisata,20,Partai Politik,23,Paskah,4,pelajar,1,Pembangunan,5,pemerkosaan,1,Pemilu,17,Pemuda,1,Pencurian,2,Pendidikan,80,penyanyi,1,Peradi,1,Perdamaian,1,Perempuan,22,Peristiwa,790,Peritiwa,1,Perlindungan Anak,2,Pers,3,Perzinahan,1,Piala Dunia,1,Piala Oscar,1,Pilgub,41,Pilkada,101,Pilpres 2019,2,PKRI,1,PKS,1,PMII,1,PMKRI,22,PMKRI Bogor,1,Pmkri Jogja,1,Poco Ranaka,1,Polisi,30,politik,59,Politikus,4,POLRI,6,Pristiwa,18,Prosa,1,PSK,1,Puisi,51,Puteri Indonesia,4,Radikalisme,1,Refleksi,16,reformasi,1,Regional,6,Religi,5,Remaja,1,Rensi Ambang,1,Riau,1,Ricuh,1,Risma,1,Rizieq Shihab,7,Rote Ndao,1,Ruteng,7,RUU,1,Sabu,1,Sail Komodo,1,Sajak,21,Sajam,1,Sam Aliano,1,Sastra,2,Sejarah,2,Sejarah Manggarai,1,Serial Story,1,Somasi,1,Sosial,1,Sosok,3,Sospol,35,Start Up,1,Sumba,11,Surabaya,32,Tahun Baru,9,Tahun Baru. Remigius Nahal,1,Tarakan,1,Tata Kota,1,Teknologi,9,Tenun Manggarai,1,Terorisme,16,Terorismes,4,TKI,4,TNI,1,Tokoh,15,Tol Laut,1,Toleransi,2,traveling,4,traveller,1,UNITRI-Malang,1,Unwira,1,UU MD3,7,Valentine,4,Viral,1,Wisuda,1,WNA,1,Yogyakarta,4,
ltr
item
Muda Membaca Dunia: Kartini, Perempuan Jawa Pemberontak
Kartini, Perempuan Jawa Pemberontak
https://1.bp.blogspot.com/-Z-61JOOkskc/Wtn9T7KkgwI/AAAAAAAAAwo/B2fTvH6svaIsEB3Gpq25lckleJqbb1J2gCLcBGAs/s320/IMG-20180420-WA0052.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Z-61JOOkskc/Wtn9T7KkgwI/AAAAAAAAAwo/B2fTvH6svaIsEB3Gpq25lckleJqbb1J2gCLcBGAs/s72-c/IMG-20180420-WA0052.jpg
Muda Membaca Dunia
http://www.marjinnews.com/2018/04/kartini-perempuan-jawa-pemberontak.html
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/
http://www.marjinnews.com/2018/04/kartini-perempuan-jawa-pemberontak.html
true
971126874416220402
UTF-8
Tampilkan Semua Artikel Belum Ada Tulisan Lihat Semua Selengkapnya Balas Batal Balas Hapus Penulis Home Halaman Tulisan Lihat Semua Rekomendasi LABEL Arsip CARI Semua Tulisan Tidak Ditemukan Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mgu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Okt Nov Des just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy