Kades Benteng Tubi Disebut Berbohong, Warga Hanya Terima Bantuan Senilai 7 Juta Tetapi Disebut 30 Juta

Menu Atas

Cari Berita

Advertisement

Kades Benteng Tubi Disebut Berbohong, Warga Hanya Terima Bantuan Senilai 7 Juta Tetapi Disebut 30 Juta

MARJIN NEWS
5 April 2018

Menurut Kristina Ibus, dirinya sama sekali tidak pernah menerima uang senilai 30 juta dari Kepala Desa Benteng Tubi. (Foto: Ilustrasi)
Ruteng, Marjinnews.com - Vitalis Andut Kepala Desa Benteng Tubi, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, NTT diduga melakukan tindakan pembohongan disertai dengan pemfitnaan terhadap warganya yang menerima bantuan Rumah Murah.

Pembohongan dan pemfitnaan yang diduga dilakukan oleh Kades Benteng Tubi itu diungkapkan oleh warganya sendiri atas nama Kristina Ibus.

Kristina Ibus menjelaskan bahwa, Kades Benteng Tubi, Vitalis Andut melalui stafnya Salbinus Yuskera telah mengatakan bahwa, Kristina Ibus telah menerima bantuan senilai 30 juta dari pihak Desa. Pada hal dirinya hanya menerima bantuan material yang nilainya tidak mencapai 10 juta.

" Saya sama sekali tidak pernah menerima uang sebesar itu dari Kepala Desa Benteng Tubi. Memang saya mendapat bantuan Rumah Murah dari desa yang menurut mereka itu Uang Pending, berupa material yaitu semen, besi beton, sink plat kawat halus dan paku. Namun, jumlahnya ketika ditotal harganya tidak genap sampai sepuluh juta seperti yang mereka sebut itu. Hanya 7 juta 600 ribu saja," terang Kristina.

Keristina Ibus kemudian menganggap bahwa Kades Benteng Tubi telah memfitnahnya dengan nilai uang sebanyak itu.

Menurut pengakuan Kristina Ibus kepada media ini, awalnya mereka mengusulkan bantuan ke Pihak Desa tahun 2011 lalu.

Karena belum melengkapi surat-surat yang menjadi persyaratan, akhirnya jatah bantuan untuk mereka batal. Jatah milik mereka itu akhirnya dipindahkan ke warga lain atas nama Klitus Ganggur.

Selanjutnya, setelah surat-surat yang menjadi persyaratan mereka untuk menerima bantuan lengkap, mereka kemudian mengajukan diri lagi. Tetapi sayang, jatah untuk mereka lagi-lagi sudah diterima oleh warga lain.

"Kata Kades ada jatah untuk kami, namun dana pending dari warga lain. Makanya rumah saya ini dibangun" terang Kristina.

Tambah Kristina, rumahnya yang dibangun itu bukan semata karena material bantuan yang diberikan pihak Desa. Namun, pembangunan rumahnya itu bisa terwujud berkat dana tambahan kiriman dari anaknya yang sementara bekerja di Bali.

Terang Kristina Ibus lagi, bahwa semenjak rumahnya itu berdiri, sudah tiga kali staf dari Desa mendatangi rumahnya. Kedatangan staf Desa itu untuk mendesak Kristina Ibus agar segera menyelsaikan pembuatan lantai dari rumahnya itu.

"Terhitung tiga kali staf Desa Benteng Tubi mendatangi rumah saya untuk memerintah agar segera menyelsaikan pembuatan lantai dari rumah saya. Dengan alasan bahwa pihak pemeriksa dari Kabupaten akan segera datang ke Desa Benteng Tubi. Saya menjawab, saya tidak punya uang. Mendengar jawaban seperti itu, Staf Desa atas nama Salbinus Yuskera langsung menanyakan kepada saya. Uang bantuan senilai 30 juta kemana? Kalau tidak kunjung selesai, kalian akan di penjara", jelas Kristina meniru ucapan staf Desa itu.

Merasa difitnah telah menerima bantuan senilai 30 juta seperti itu, Kristina Ibus akhirnya melapor ke pihak Kepolisian Resort Manggarai.

Laporannya diterima, dan pihak kepolisian Resort Manggarai langsung menugaskan salah satu anggotanya atas nama Pak Nelis untuk melihat langsung kasus tersebut ke Desa Benteng Tubi.

"Pak Polisi datang, namanya Pak Nelis. Dia datang langsung ke rumah pak Kades. Waktu itu saya dipanggil menghadap ke rumah Pak Kades. Saya pikir untuk menyelsaikan masalah saya. Tetapi lagi-lagi saya menerima fitnah lagi, saya dicap oleh mereka sebagai orang gila," jelas Kristina.

Tambahnya, karena saya dianggap orang gila, saya kembali mengajukan laporan ke Pihak Kepolisian. Ketika saya sampai di kantor Polisi sayapun tidak diijin masuk kedalam karena saya dianggap orang gila. Waktu di Polres saya melihat pak camat Rahong Utara dan Pak Kades Benteng Tubi ada di dalam kantor, saya kemudian langsung menuju ke dinas PUPR Kabupaten Manggarai. Sampai disana juga, saya melihat Pak Camat ada disana. Saya kemudian mengancam mereka untuk lapor ke media. Kuat dugaan saya Kades dan Camat Rahong Utara bersekongkol dalam masalah ini" terangnya.

Pihak marjinnews.com juga berhasil menghubungi anaknya yang berada di Bali. Menurut anaknya itu, Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk menyelsaikan masalah yang dihadapi oleh orang tuanya itu. Dirinya berharap semoga Dinas PUPR Kabupaten Manggarai bisa terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sesungguhnya terjadi di masyarakat.

Kami juga kemudian mencoba menghubungi Kepala Desa Benteng Tubi lewat telpon, untuk menanggapi keterangan yang disampaikan oleh Kristina Ibus ini, namun gagal. Ketika dijelaskan kami dari media, Vitalis Andut kepala Desa Benteng Tubi langsung menutup telponya. (RN/MN)